Olah Raga

Pagi Ini, Dua Tim Berlaga Perebutkan Juara III Askab Christmas Soccer 2021

Striker Timik Putra, Altinus Dekme saat dikawal aksinya oleh empat pemain Konica-A

MIMIKA, BM

Turnamen Askab Christmas Soccer 2021 yang melibatkan 25 tim dari dua kelompok usia yakni U-12 dan U-15 telah berlangsung hampir dua pekan dan hari ini, Sabtu (18/12) resmi ditutup usai laga perebutan juara 1, 2, 3 dan 4.

Pada partai final perebutan juara 3 dan 4 yang digelar di Stadion Wania SP1, pukul 08.00 Wit, mempertemukan Meepa Star FC vs SSB Konica -A.

Sementara laga final sore nanti pukul 15.00 Wit di tempat yang sama akan mempertemukan SSB Mimika United melawan SSB Timika Putera FC.

Penanggung Jawab sekaligus Ketua Pelaksana Kegiatan Sepakbola Remaja U-15, Glenn Wattimury mengatakan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk dapat membuka peluang dan menciptakan bibit unggul bagi perkembangan sepakbola di Mimika.

Ia melanjutkan, selama perhelatan dilangsungkan dari hari pertama hingga penutupan sore nanti, semua berjalan baik dan tidak ada kendala berarti, kecuali kondisi cuaca yang tidak bisa dihindari.

"Semua pertandingan berjalan baik dan aman. Tiap tim yang bertanding juga sangat menjunjung sportifitas dan fair play dalam sepakbola. Kalau kekurangan hanya sedikit yakni kurangnya koordinasi dari teman teman panita. Tapi secara keseluruhan, semua baik dan ini akan menjadi evaluasi bagi kami semua untuk lebih baik lagi ke depan," ungkapnya.

Glenn juga mengatakan pada laga partai final perebutan juara 1, 2, 3 dan 4 hari ini sudah dipersiapkan matang oleh panitia.

Ia juga berharap para suporter yang datang menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga, tetap mematuhi protokol kesehatan, minimal selalu menggunakan masker.

"Dengan turnamen ini kita harapkan akan lahir kualitas pemain lokal sehingga Mimika selalu memiliki stok pemain yang dapat dibina untuk berkembang menjadi pesepakbola profesional ke depannya," demikian disampaikan Glenn kepada BM di Stadion Wania, sore kemarin.

Sementara itu, pada laga semi final kemarin sore yang mempertemukan SSB Timika Putera dan SSB Konica FC -A dimenangkan oleh SSB Timika Putra dengan skor tipis 1-0.

Laga yang berjalan hingga pukul 18.13 Wit sepertinya akan berakhir dengan kedudukan 0-0 namun di akhir babak kedua, skor berubah.

Altinus Dekme, pemain Timika Putra dengan nomor punggung 17, mampu memanfaatkan sedikit kesalahan yang dilakukan kiper Konica FC dalam menghalau bola.

Hasilnya, Altinus berhasil mencetak gol dan mengantar Timika Putra FC melangkah hingga partai puncak hari ini melawan SSB Mimika United.

Hugo Kabery, Pelatih SSB Konica FC dalam wawancaranya mengatakan kekalahan yang mereka dapatkan diakibatkan hanya karena sebuah kesalahan kecil. Walau demikian ia tetap bangga dengan pencapaian anak asuhnya.

"Hanya sebuah kesalahan kecil di akhir babak namun saya sangat puas karena anak-anak sudah berusaha semaksimal mungkin. Kami bangga dengan capaian ini dan untuk cari juara 3 besok (pagi ini-red), kami akan turun dengan tim yang sama," ungkapnya.

Sementara pelatih Timika Putra FC, Julianus Mayan mengatakan SSB Mimika Putra merupakan tim hebat yang akan mereka lawan nanti.

"Apapun hasilya nanti, saya berharap SSB Mimika United dan Timika Putra dapat terus memberikan yang terbaik dalam perkembangan sepakbola usia dini dan muda di kabupaten Mimika," harapnya.

Sedikit mengumbar formasi di partai final nanti, Julianus mengatakan mereka tetap konsisten menggunakan formadi 4-3-3.

"Kami tidak ada perubahan tetap 4-3-3 untuk usia muda namun situasi dan kondisi bisa saja berubah jadinya dinamis karena tergantung lawan apalagi kita tahu Mimika United memiliki kualitas merata," ujarnya. (Milan)

Mimika United Tembus Final, Tunggu Pemenang Timika Putera vs Konica-A

 

Pemain MU (kuning) dan Meepa FC saat berebutan bola di lapangan Stadion Wania SP1

MIMIKA, BM

SSB Mimika United memastikan langkah mereka ke final Askab Christmas Soccer 2021 setelah mengalahkan Meepa Star FC 1-0 di partai semi final pertama.

Walau lapangan Stadion Wania SP1 sedikit diguyur hujan namun tidak mematahkan semangat kedua tim untuk berjuang memasuki babak final.

Tampil dengan full tim, kedua tim langsung mulai saling berbalas serangan di babak pertama.

Agresivitas para pemain dari kedua tim untuk memperoleh kemenangan tidak membuat mereka melupakan sportifitas dan fair play yang sedari awal jadi kekuatan pada turnamen ini.

Beberapa kali insiden tercipta namun mereka saling merangkul dan saling menyemangati tanpa melihat kawan ataupun lawan.

Pada menit ke 27, pemain Mimika United, Yance Masuk yang bernomor punggung 9 berhasil memberikan keunggulan 1-0 kepada Mimika United.

Di babak kedua, tempo permainan semakin tinggi. Kedua tim sama-sama memiliki peluang di beberapa kesempatan, namun sayangnya, hingga pertandingan berakhir, skor 1-0 tidak berubah untuk kemenangan SSB Mimika United.

SSB Mimika United memastikan langkah mereka ke final. Mereka akan menunggu pemenang pertandingan semifinal kedua antara SSB Konica United vs SSB Timika Putera yang kini akan memasuki babak kedua.

"Anak-anak sudah berjuang maksimal. Mereka sudah mencoba berikan yang terbaik. Kami semua bangga walau kalah pada pertandingan ini. Ini jadi pelajaran berharga bagi mereka untuk semakin giat lagi untuk berlatih ke depan," ujar Manager Meepa Star FC, Paulus Maiseni.

Sementara itu, pelatih kepada SSB Mimika United, Rinaldi Persulesi mengatakan walau menang, mereka akan melakukan evaluasi apa yang menjadi kekurangan tim dalam bertahan dan menyerang untuk partai final, Sabtu (18/12) besok.

"Untuk U-15 ini semua tim sebenarnya berimbang jadi siapapun lawan kami di final nanti, anak-anak sudah siap. Mungkin yang harus kami lakukan saat ini adalah bagaimana mengatasi kelelahan mereka dan mengingatkan lagi agar mereka fokus pada instruksi ketika bertanding nanti," ungkapnya. (Ronald)

Masuk Semi Final Askab Christmas Soccer, Manager Meepa Star : Ini Kado Natal Terindah

Tim Meepa Star FC

MIMIKA, BM

Turnamen sepakbola anak 'Askab Christmas Soccer Competition 2021' Usia 15 tahun kini telah memasuki babak semifinal.

Semifinal yang akan dilangsungkan di Stadion Wania SP1, Jumat (17/12) sore ini, akan diikuti oleh emat tim yakni Meepa Star FC, SSB Konica A, SSB Mimika United dan SSB Timika Putra.

Diantara keempat tim ini, Meepa Star FC awalnya menjadi salah satu tim yang tidak terlalu diunggulkan.

Namun berkat kerja keras manajer, para pelatih dan pemain, tim ini berhasil lolos hingga ke babak semi final.

Manager Meepa Star FC Paulus Maiseni mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya.

Ia juga mengaku bahwa timnya tidak diunggulkan dari tiga tim lainnya mengingat tiga tim ini selalu rutin melakukan pelatihan, namun baginya, sepakbola itu bulat. Segala sesuatu bisa terjadi dalam sepakbola.

"Saya senang dan bangga sekali dengan tim saya Meepa Star karena keadaan dan selama ini ada covid jadi mereka tidak latihan secara baik tapi mereka berhasil buktikan bahwa mereka bisa main dengan bagus dan masuk semi final," ujarnya.

Di partai semifinal sore nanti, sesuai jadwal panitia, Meepa Star FC dijadwalkan bertemu dengan SSB Konica A sementara SSB Mimika United akan bertemu dengan SSB Timika Putra.

"Di jadwal seperti itu tapi katanya ada perubahan kami lawan SSB Mimika United. Intihnya, siapapun yang jadi lawan, kami siap menghadapi dan siap untuk menang," ujarnya.

"Kalau Tuhan Yesus Kristus izinkan kami menang dan juara, siapa yang mau lawan? Karena semuanya kami sudah lewati, mulai dari proses berkas hingga tahapan sampai semi final. Kita juga siap terima juara 1, 2, 3 atau 4 karena semua adalah juara," lanjut Paulus Maiseni.

Manager mengatakan, di momen menuju perayaan Natal ini, lolosnya Meepa Star merupakan kado natal terindah yang mereka dapatkan dan dipersembahkan bagi para pendukung.

"Kami mau buat ini jadi kado natal terindah. Saya bilang anak-anak, kita sudah di semifinal, tinggal selangkah lagi sehingga semua harus bermain dengan kemampuan terbaik untuk menang dan juara, selebihnya biar Tuhan yang mengijinkan," terangnya.

Ia juga menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan karena tim yang dibawanya ini tidak memiliki sponsor atau mendapat dukungan secara pendanaan dari pengusaha atau siappaun.

"Pemain kami semua Orang Papua Asli, tidak ada campuran. Saya bangun tim ini untuk anak-anak saya juga bisa berprestasi. Meepa Star ini ada tim junior putera puteri dan tim senior putera puteri. Tim junior yang lolos semi final U-15 ini dilatih oleh senior-senior mereka sendiri. Kami sampai sekarang belum punya pelatih tetap," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa sebagai manager, membawa dan membangun tim bukanlah sebuah hal yang mudah. Butuh banyak pengorbanan.

Namun semua itu harus dilakukan demi untuk prestasi anak-anak dan penunjang masa depan mereka di bidang olahraga khususnya sepakbola.

"Kalau selama ini saya jalan tidak ada bantuan siapa-siapa, tidak ada sponsor, saya sendiri jalan untuk belikan perlengkapan mereka seperti sepatu, kostum, kaos kaki dan lainnya. Ada juga yang anak-anak cari sendiri, kalau ada kurang kami tambahkan jadi ini usaha kami sendiri saja," ujarnya.

"Keinginan anak-anak sangat tinggi tapi kami tidak ada dukungan sehingga ke depan kami berharap ada bantuan untuk pembinaan club sepakbola di Mimika, karena keadaan ini sebenarnya bukan hanya kami yang alami namun yang lain pasti juga," ungkapnya

Pada kesempatan ini, Paulus Maiseni juga menyampaikan terimakasih kepada Askab Mimika yang telah mengadakan Askab Christmas Soccer 2021. 

Ia berharap kompetisi seperti ini tiap tahun digelar sebagai bentuk pembinaan dan pembibitan pemain untuk menunjang keberadaan Persemi Mimika di masa depan.

"Saya berterimakasih kepada semua panitia yang sudah bekerja luar biasa dan kompak dengan waktu yang ada. Semua pertandingan juga berjalan dengan baik. Hanya saja saya berharap ke depan dilakukan di awal sehingga tidak bertabrakan dengan jadwal ujian dan hari libur karena momen sekarang ini sudah sebagian anak bersama orangtua mereka ke luar daerah. Tapi secara keseluruhan, semua berjalan dengan baik dan luar biasa," ungkapnya.

Kepada masyarakat, ia juga meminta dukungan semuanya dalam membangun sepakbola di bumi Mimika.

"Kita berharap Persemi tidak kekurangan pemain dan tidak ambil pemain lagi dari luar. Kompetisi seperti ini adalah pembinaan usia dini sehingga mereka harus di sponsor. Orang-orang yang ada di sekitar tim sepakbola kalau bisa ikut kasih sponsor. Pengusaha, karyawan atau pegawai negeri yang ada berkat mungkin bisa ikut bantu supaya bisa meringankan beban tim karena semua ini adalah kebanggan kita bersama," harapnya. (Ronald)

Top