Nasional

Disetujui Pusat, Freeport Kirim 7500 Ton Materi Tailing ke Merauke


Wamen John Wetipo dan Dirjen PSLB3, Rosa Ratnawati beserta manajemen PTFI memukul tifa bersama saat melaunching pengiriman tailing

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) pada hari ini mengirimkan 4.000 ton materi tailing ke Kabupaten Merauke, yang akan digunakan untuk pembangunan jalan dan fasilitas umum lainnya.

Pengiriman ini merupakan tahap pertama dari rencana dua tahap pengiriman sebesar 7.500 ton materi tailing ke Kabupaten Merauke.

Pengiriman materi tailing dilakukan dari dermaga yang terletak di jalan tambang PTFI, Mile Point 11, melalui jalur laut menggunakan tongkang dengan mengikuti kaidah dari KLHK.

Lainching pemanfaatan pasir sisa tambang PTFI (tailing) untuk pembangunan infrastruktur di Merauke ini dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta PT Freport Indonesia.

Wakil Menteri PUPR John Wetipo bersama Dirjen PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati didampingi Wakil Direktur PTFI Jenpino Ngabdi dan Napoleon Sawai, VP Tailing Utilization serta Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Merauke, Sefnath Womsiwor secara resmi menandai pengiriman tailing ke Merauke dengan memukul tifa secara bersama-sama.

Wakil Menteri PUPR John Wetipo mengatakan pemanfaatan tailing merupakan komitmen bersama kementerian PUPR, KLHK dan PTFI agar tailing dapat digunakan sebagai bahan baku guna kepentingan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, kementerian PUPR dan KLHK hadir pada launching pemanfaatan tailing ini merupakan bukti bahwa negara hadir guna menyatakan bahwa tailing yang selama ini dianggap bahan yang berbahaya, sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur dan hal lainya.

Foto bersama tim Kementerian PUPR dan KLHK bersama manajemen PTFI di Mile Point 11


"Saya berharap dengan launching ini semua orang tahu bahwa tailing bisa dimanfaatkan dan lebih cocok untuk pembangunan infrastruktur. Ini merupakan harapan dan komitmen Pemerintah Indonesia bersama PTFI dalam memajukan Papua dan Papua Barat," ujarnya.

Dijelaskan Wamen Wetipo, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar Papua dan Papua Barat harus dibangun konektifitas jalan agar tidak ada lagi daerah terisolir sehingga pembangunan yang dikerjakan oleh negara bisa dinikmati oleh masyarakat di seluruh Papua dan Papua Barat.

"Presiden menginginkan agar di akhir masa jabatannya, tidak ada lagi daerah di Papua dan Papua Barat yang terisolir. Sehingga keberadaan tailing dapat dimanfaatkan untuk bahan baku infrastruktur dan sebagai nilai tambah dalam pembangunan agar percepatan pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat dapat terwujudkan," ujarnya.

Dijelaskan proses pemanfaatan tailing sebagai bahan baku infrastruktur telah melewati uji laboratorium di Kementerian PUPR dan KLHK. Hasilnya, tailing dapat dimafaatkan.

"Prosesnya cukup lama karena harus ada dukungan ijin legal dari kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Makanya hari kami hadir sebagai bukti keseriusan pemerintah pusat bawah tailing bisa dimanfaatkan untuk infrastruktur," terangnya.

Keseriusan pemanfaatan tailing juga ditunjukan oleh kementerian PUPR yang mana pada 2020 nanti akan mendistribusikan 15 ribu ton tailing untuk pembangunan.

"Ini baru awal namun ke depan kita akan siapkan biaya angkutan. Saat ini belum tersedia anggaran karena belum dimasukan dalam harga satuan di kementerian PUPR sehingga angkutan awal ke Merauke ini masih difasilitasi langsung oleh PTFI," ujarnya.

Menurut John Wetipo, bukan hanya kementerian PUPR namun kementerian Lingkungan Hidup ke depan juga akan mengeluarkan ijin pemanfataan tailing sebesar 450 ribu ton pertahun.


Foto bersama di dermaga pengiriman tailing

"Karena ke depan pemanfaatan tailing ini tidak hanya digunakan di Papua dan Papua Barat saja namun hingga Maluku, NTT dan daerah lainnya. Ini merupakan potensi besar yang harus dimanfaatkan karena tambang akan terus berproduksi dan tailing akan selalu ada. Jadi kita juga akan dorong PTFI untuk membuat konsesi pengelolaan secara berkelanjutan," jelasnya.

Kementerian PUPR, KLHK dan PTFI akan terus bekerjasama dan bersinergi dalam pemanfaatan tailing sebagai wujud nyata harapan Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan konektivitas antara kabupaten di Provinsi Papua dan Papua Barat.

"Efisiensi dari penggunaan tailing PTFI ini selain jarak lebih dekat juga karena murah sehingga dipastikan banyak yang akan datang mengambil di sini. Bahkan sudah ada pihak ketiga yang ingin terlibat dalam pengelolaan dan pemanfataan tailing PTFI," ungkapnya.

Dirjen PSLB3 KLHK, Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan, menjelaskan bahwa pada 2018 lalu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 175 Tahun 2018 tentang Pengawasan Pengelolaan Tailing.

Selama 2 tahun hingga 2020, KLHK menuntaskan road mapnya yang berisikan tentang bagaimana mengatasi persoalan tailing termasuk memperhatikan ekosistem pesisir dan limbah non tailing serta limbah tailing yang harus diatasi.

"Kami bekerja keras untuk bisa memanfaatkan limbah tailing ini sehingga setelah dua tahun road map pengelolaan tailing ini tandatangani, Alhamdulilah dan Puji Tuhan, hari ini kita launching dan pertamakai melepas pengiriman tailing sebagai bahan baku infrastruktur ke Merauke," ungkapnya.

Ia menjelaskan, limbah B3 berupa tailing Freeport telah memenuhi syarat untuk dapat digunakan. Tailing ini dimanfaatkan berdasarkan SK menteri KLHK tentang ijin pemanfaatan tailing sebagai limbah B3 untuk PTFI.

Ditegaskan, ketika kementerain LHK membuat kebijakan dan keputusan bahwa limbah atau sampah bisa digunakan sebagai sumber daya maka dilakukan melalui proses kajian ilmiah dan tidak sembaranagan.


Pasir tailing yang akan dikirim ke Merauke

Menurutnya KLHK tugasnya memastikan limbah B3 dan sampah aman digunakan sementara kementerian PUPR bertugas memberikan standar untuk infrasturktur jalan agar aman digunakan.

"Pemanfaatan ini memang bukan hal mudah. KLKH dan KPUPR bersama punya komitmen agar tailing dapat digunakan sebagai bahan baku infrastruktur jalan sehingga limbah tailing dapat dikelola dengan baik," ujarnya.

Rosa berharap tailing PTFI ini dapat digunakan untuk memenuhi bahan baku infrastruktur bagi Papua dan Papua Barat serta daerah lainnya sehingga mendukung program pembangunan berkelanjutan.

"Ini bukan hal yang murah. Saya mengapresiasi PT Freeport Indonesia karena untuk saat ini pengiriman tailing ke Merauke dibiayai sendiri oleh PTFI," ujarnya.

Ditegaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 tentang Pengelolaan limbah B3 membuka peluang bagi perusahan penghasil limbah B3 untuk melakukan pemanfaatan.

"Semua harus paham bahwa ketika sebuah perusahan limbahnya dikategorikan sebagai limbah bahan berbayaya beracun, bukan berarti selesai disitu. Limbah B3 bisa dimanfaatkan dan tentu dengan ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," terangnya.

Menambahkan pernyataan Wamen PUPR Jhon Wetipo, Rosa Ratnawati mengungkapkan dalam pemanfaatan pengelolaan tailing tidak hanya dikelola oleh PTFI dan pemerintah namun juga dapat melibatkan pihak ketiga.

"Sudah tiga perusahan berminat menggunakan tailing guna dimanfaatkan. Kami ada hitunganya dan membuka peluang kalau mau memanfaatkan limbah tailing karena PTFI cukup terbuka dan sudah pasti harus ada ijin dari kami," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi mengatakan pemanfaatan tailing ini adalah bagian dari Peta Jalan Pengelolaan Tailing yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. SK.101/Menlhk/ PLA/Setjen/ PLA.0/1/2019 tentang Pelaksanaan Roadmap Pengelolaan Tailing PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua.


Wamen PUPR bersama Dirjen PSLB3 saat tiba dilokasi launching pengiriman tailing

“Pengelolaan tailing ini merupakan salah satu perwujudan komitmen PTFI untuk dapat meminimalisasi dampak operasi perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungan di Mimika. Lebih jauh lagi, pemanfaatan tailing yang telah diolah pun kami lakukan bersama pemerintah untuk terus melipatgandakan nilai tambah yang kami ciptakan bagi Kabupaten Mimika dan daerah-daerah lain di Papua melalui berbagai kegiatan,” jelasnya.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian juga menjelaskan, materi tailing yang dikirim ke Kabupaten Merauke akan digunakan sebagai materi agregat, atau materi yang diaduk dengan semen atau aspal, untuk mengikat campuran tersebut menjadi beton atau aspal padat.

Hasil rangkaian kajian yang PTFI lakukan bersama Kementerian PUPR di Bandung, Jawa Barat, menyatakan bahwa materi tailing PTFI telah memenuhi kriteria dan kualitas yang ditetapkan pemerintah.

"Hasil penelitian yang Kementerian PUPR lakukan menunjukkan bahwa materi tailing PTFI telah memenuhi standar baku mutu, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai materi agregat pembangunan infrastruktur. Kami melihat potensi besar pemanfaatan tailing yang telah diolah ini untuk mendukung percepatan pembangunan di Papua. Tailing bukan lagi sebagai ampas, namun adalah sumber daya,” ungkapnya.

Selain telah memenuhi syarat baku mutu dari Kementerian PUPR, materi tailing PTFI juga telah memenuhi prosedur pemanfaatan tailing yang diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 18 tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.

Tailing PTFI telah lulus uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan Lethal Dose (LD50) di laboratorium independen yang terakreditasi,.

Dengan demikian, materi tailing PTFI sebagai bahan konstruksi tidak hanya kuat dan berkualitas, namun juga aman bagi manusia dan lingkungan.
 
Sebelumnya, pemanfaatan tailing untuk pembangunan infrastruktur juga telah dilakukan untuk membangun sejumlah fasilitas di Timika, yakni gedung utama kantor pemerintahan Kabupaten Mimika, gedung terminal Bandara Mozes Kilangin, jembatan Kaoga dan jembatan Pomako, jalan tambang PTFI, serta beberapa ruas jalan Trans Papua. (Ronald)

Bassang : Saya yang Besarkan Mereka, Tapi Mereka Menjadi Yudas dan Thomas yang Tidak Punya Nurani

Mantan Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang (Foto Google)

MIMIKA, BM

Perjuangan meraih kemenangan dalam politik tidak semudah kita membalikan telapak tangan. Pasalnya dalam politik, banyak faktor menjadi penentu kemenangan.

Dalam kancah politik, nama besar, track record, dukungan masyarakat hingga kekuatan uang dan berbagai faktor lainnya kadang tidak cukup.

Semua harus dapat dikolaborasikan dan dikemas sedemikan rupa menjadi sebuah kekuatan agar dapat meraih kemenangan itu.

Namun 'black note' seperti penghianatan dan musuh dalam selimut, yang lazim selalu ada dalam dunia politik biasanya menjadi batu sandungan dalam sebuah perjuangan politik.

Penghianatan dalam politik jika dilakukan oleh pihak lain, secara moral kadang tidak terlalu berpengaruh walau memiliki dampak. Namun penghianatan yang dilakukan oleh keluarga, orang yang dikasihi dan mereka yang pernah dibesarkan karena budi baik, terasa begitu menyakitkan dan sulit dimaafkan.

Pemenang Pilkada 2020 Toraja Utara yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Mimika Periode 2014-2019 mengupas tuntas penghianatan yang ia rasakan oleh mereka yang dulu ia besarkan.

Kepada BeritaMimika, Senin (14/12) melalui telepon, Yohanis Bassang menuturkan ia tidak percaya dengan apa yang kelompok ini lakukan terhadapnya. Padahal mereka ini menjadi besar sebagai pengusaha, kontraktor, kepala sekolah, pejabat dan lainnya karena dirinya.

Bassang mengatakan, perjuangan Pilkada Toraja Utara yang baru saja diikuti bersama wakilnnya, Frederik V Palimbong merupakan 'Pilkada Keras' karena selain melawan incumbent, ia juga dibuat kelabakan menghadapi satu kelompok kekuatan yang dikirim dari Timika untuk menjatuhkannya.

"Pilkada Timika dan Toraja Utara masing-masing punya tantangan sendiri. Tapi kalau bertanding di Timika masih plong saya. Tapi yang menyedihkan di Toraja Utara ini adalah orang-orang yang saya besarkan dan memanusiakan mereka di Timika, pulang kampung dan balik melawan saya," sesalnya.

Bassang mengisahkan, berbagai cara mereka lakukan untuk menjegalnya. Bukan hanya itu, mereka berperan aktif dalam menghina, membully dan melawannya baik di media sosial maupun secara langsung dengan mempengaruhi masyarakat.

"Saya yang membesarkan mereka jadi orang besar dan hebat tetapi kenyataanya tidak ada belas kasihan mereka kepada saya atau mendukung saya. Mereka bahkan mau menggugurkan saya. Ini satu kenyataan pahit yang saya harus hadapi di Pilkada Toraja Utara, tapi bagi saya tidak apa-apa, Tuhan yang akan balas semua itu dan Tuhan yang tahu. Semua itu jadi kekuatan bagi saya," ujarnya tegar.

Sebagai mantan seminaris, Yohanis Bassang mengungkapkan bahwa dalam Alkitab juga telah dikisahkan tentang murid-murid yang menghianati Yesus.

"Saya tidak tahu apakah saya harus mengalami hal seperti ini tapi sebagai orang beriman, kita kembali lagi bahwa Tuhan Yesus juga dikhianati murid-muridnya. Mereka dari Timika inilah yang melanjutkan penghianatan itu. Mereka adalah keturunan Thomas dan Yudas," katanya.

Yohanis Bassang mengungkapkan bahwa semua orang memiliki kebebasan dalam berpolitik termasuk dalam memilih calon pemimpinnya. Hanya saja, cara yang dilakukan oleh kelompok dari Timika ini dianggapnya sangat keterlaluan dan seperti tidak memiliki hati nurani.

"Dimana hati nuranimu? Tapi tidak apa-apa, saya doakan mereka karena Tuhan yang tahu dan Tuhan yang balas itu. Saya akan simpan semuanya dalam hati sebagai pembelajaran dalam hidup. Fokus kami saat ini adalah memberikan yang terbaik untuk Toraja Utara. Masyarakat menaruh harapan di pundak kami. Yang terbaik akan kami lakukan untuk negeri ini. Sampaikan salam sayang saya buat semua masyarakat Mimika. Mimika akan selalu ada dalam hati dan pikiran saya," ungkap mantan Wabup Mimika, Yohanis Bassang. (Ronald)

Covid Tidak Dapat Membendung Kerinduan Umat Menyambut Perayaan Natal


Kandang Natal di Gereja Katedral Tiga Raja

MIMIKA, BM

Indonesia dan dunia saat ini tengah mengalami badai pandemi Covid-19. Keadaan ini turut berpengaruh terhadap pelaksanaan perayaan Natal tahun 2020.

Perayaan Natal di gereja dibatasi sejumlah aturan protokol kesehatan termasuk pembatasan umat dalam mengikuti perayaan ini.

Namun pada kenyataanya, Covid-19 tidak dapat membendung kerinduan umat di Timika untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem.

Kerinduan umat nasrani di Timika akan momen ini terlihat dari antusiasme mereka yang datang ke gereja-gereja walau diberlakukan pembatasan.

Mereka lebih memilih datang ke gereja daripada mengaminkan suasana saat ini dengan hanya merayakan perayaan Natal dari rumah.

Walau demikian, umat Protestan maupun umat Katolik yang datang ke gereja masing-masing terlihat begitu patuh menerapkan aturan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Gereja-gereja di Timika juga terlihat begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, membuat batasan dalam gereja hingga menyediakan masker gratis bagi umat yang mungkin didapati tidak menggunakan masker.

Di Gereja Katedral Tiga Raja, umat Katolik merayakan Perayaan Ekaristi Malam Natal dalam dua kali misa.

Misa pertama yang diadakan pukul 17.00 Wit dipimpin Pastor Tarsi L OFM dan Misa kedua pukul 19.00 Wit dipimpin Pastor Tarsisius Sina Lengari OFM yang didatangkan dari Lembata Flores NTT.

Dalam khotbahnya di Misa kedua malam Natal, Pastor Tarsisius Sina Lengari OFM mengingatkan uma Katolik Paroki Tiga Raja bahwa malam ini kasih Tuhan menunjukan dirinya kepada umatnya dan kasih itu adalah Yesus.

Di dalam Yesus, yang Maha Tinggi membuatnya menjadi kecil dan hina, seorang yang lemah dan rapuh supaya Ia dikasihi oleh umatnya.

"Dalam Yesus, Tuhan menjadi seorang anak, ia membiarkan dirinya dipeluk dan disambut oleh umat manusia. Ini merupakan sebuha pemberian diri dari Allah sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan terus mencintai setiap orang bahkan dia paling yang paling berdosa sekaipun.

"Tuhan berkata aku mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu karena kau berharga dimataku. Semua orang berharga di mata Tuhan sehingga kitapun harus memperlakukan semua orang di sekitar kita seperti yang Ia lakukan," ungkapnya.


Suasana Perayaan Malam Natal di Gereja Tiga Raja

Dikatakan, Tuhan tidak mencintai umatnya dari ukuran karena orang itu baik. Tuhan mencintai setiap orang tanpa batas. Penebusan ia berikan baik kepada orang yang berdosa maupun yang tidak berdosa.

Ia mengasihi umatnya secara total tanpa melihat kelemahan, kekurangan dan kerapuhan yang ada dalam diri umatnya.

"CintaNya itu tidak bersyarat, tidak pilih-pilih tidak bersyarat like dan disslike. Cinta Tuhan tidak bergantung pada anda katena Tuhan memberikan cintanya sempurna. Bukan karena anda baik dan tidak baik tapi karena dia sepenuhnya mencintai kita karena Dia adalah cinta," jelasnya.

Pastor juga meningatkan bahwa kadang banyak umat memiliki gambaran yang keliru dalam memahami cinta Tuhan. Sehingga kadang ia merasa bahwa ia tidak dikasihi Tuhan terutama ketika menghadapi badai kehidupan.

"Ketika kita mengalami kesukaran dan ruang gelap dalam hidup, hati semakin jauh dan tidak ada kehangatan kita akan menganggap dan mengatakan bahwa Tuhan tidak mencintai saya. Namun yang kamu harus sadari bahwa Tuhan tidak akan menyerah mencitaimu, apapaun yang ada dalam dirimu. Dia akan merebut anda," terangnya.

Pastor menjelaskan, walau dosa terus dilakukan semua manusia, namun Tuhan tetap mencintai umatnya. Tuhan selalu sabar dan cintanya tidak berubah. Dia setia dan sabar.

"Malam ini (malam Natal-red) merupakan sebuah anugerah terbesar yang kita terima seperti sebuah keluarga yang menantikan kelahiran seorang bayi.," katanya.

Melalui momen malam Natal, setiap orang diajak untuk menjadi rahmat, berkat dan hadiah bagi keluarganya dan semua orang yang ada disekitarnya.

"Dia adalah hadiah yang merupakan rahmat dan karunia yang kita dapatkan di malam natal ini. Tuhan adalah segala kemungkinan yang kita peroleh dengan cuma-cuma," urainya.

"Dia terlahir miskin dalam segala hal untuk memenangkan kita dengan kekayaan cintanya," lanjutnya.

Ia mengatakan kabar sukacita kelahiran Yesus disampaikan malaikat kepada gembala. Para gembala yang menerima kabar ini bukan orang kudus dan suci namun orang yang lemah dan banyak kekurangan. 

"Kita juga ada di dalam situ bersama dengan para gembala itu. Jangan pikir kita ini semua orang yang sempurna. Kita ada disana dengan segala kelamahan dan kekurangan kita. Saat Tuhan memanggil para gembala, Tuhan juga memanggil kita malam ini karena Dia mencintai kita. Kita diminta untuk membawa kabar sukacita ini kepada dunia," terangnya.

Dikatakan pada saat menerima kabar sukacita, Tuhan mengingatkan para gembala agar jangan takut. Ungkapan saat itu juga dinyatakan kepada umatNya melalui perayaan malam Natal ini.

"Tuhan katakan jangan pernah takut! Jangan hilang keberanian, jangan hilang kepercayaan dan jangan putus asa. Kabar sukacita kelahiran Yesus memberikan sukacita kepada kita. Sambut Dia dan terima dia sebagai anugerah dan jadikan dirimu sebagai anugerah bagi yang lain. Biarkan dirimu dipeluk dan disentuh Tuhan dengan penuh kerendahaan hati," ungkap Pastor Tarsisius OFM mengakhiri khotbahnya pada malam Natal. (Ronald)

Top