Nasional

High Level Meeting TPID Papua Bahas Pengendalian Inflansi dan Disparitas Harga Di Kabupaten Mimika

Wagub Klemen Tinal saat menadatangani Kesepakatan Bersama

MIMIKA, BM

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua, TPID Kabupaten Mimika dan Bank Indonesia (BI) perwakilan Papua menggelar High Level Meeting (HLM) di Mozza, Selasa (30/3).

Di momen ini dilakukan pula penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengendalian cepat menuju Papua Satu Harga, Kabupaten Mimika Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera (Pace Juara Mimika Ceria) tahun 2021-2024.

Selain itu, dilakukan juga pengukuhan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Mimika.

Keanggotaan TP2DD Mimika diantaranya Asisten II Syahril, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andi Ramli, Kepala Bapenda Dwi Cholifah, Kadis Perikanan Leentje A. Siwasbessy, Kadis Koperasi dan UMKM Ida Wahyuni serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Yosefine Sampelino.

Kegiatan HLM ini dipimpin langsung Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga.

Selain itu hadir pula instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), asosiasi dan pelaku usaha serta UMKM baik dari provinsi maupun Mimika.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Papua Naek Tigor Sinaga menyampaikan bahwa Mimika baru masuk sebagai kota inflasi dalam survey pada 2020 namun sudah memiliki bobot inflasi sebesar 25 persen.

Inflasi 2020 cukup terkendali namun tetap perlu dilaksanakan pengendalian terutama pada sub-kelompok makanan wajib dimonitor karena relatif tinggi dan bisa menyumbangkan inflansi sekitar 3,9 persen.

“Mimika salah satu sentra dari kabupaten kota lain di Papua. Mereka sangat bergantung dengan Mimika. Ini menjadi kunci untuk bisa melakukan pengendalian harga terutama di daerah tetangga,” ucapnya.

Dijelaskan bahwa pencapaian inflasi Mimika pada Desember 2020 capai 4,11 persen kemudian mereda di Januari 2021 karena mengalami penurunan secara tahunan di angka 3,01 persen dan Februari 2021 mencapai angka 2,31 persen.

Lanjutnya, ada lima komoditas yang memberikan dampak inflasi berdasarkan data tim dari Badan Pusat Statistik (BPS) selama 2020 di Mimika.

Pertama, yakni kangkung dari 4,11 persen inflasi selama satu tahun kangkung memberikan dampak inflasi sebesar 0,856 persen.

"Ini artinya hampir 20 persen dari inflasi dan bisa dikatakan hampir 1/5 inflasi Mimika di 2020 disebabkan oleh kangkung. Kalau dihitung harga kangkung selama 2020 sudah naik 51,19 persen,” imbuhnya.

Selain kangkung, empat komoditas lainnya yakni cabai rawit, ikan kembung, ikan cakalang dan emas perhiasan.

“Kalau yang masuk deflasi adalah angkutan udara, bahan bakar rumah tangga, bawang putih, tomat dan ikan bubara. Sementara komoditas sewa rumah atau kost-kostan memberikan bobot 5,58 persen terhadap inflasi,” ungkapnya.

Pada Januari dan Februari 2021 inflasi di Mimika masih didominasi oleh sub-kelompok makanan dengan andil inflasi year of year (yoy) sebesar 2,83 persen dan 1,83 persen dimana kangkung dan cabai rawit masih sebagai penyumbang terbesar inflasi.

“Komoditas seperti beras, bawang merah, telur dan daging masih didatangkan dari luar Papua. Di Mimika telur sudah surplus seharusnya sudah bisa didistribusikan ke daerah yang kekurangan seperti Jayapura,” katanya.

Sementara untuk rute tol laut T-19 yang biasa melayani Merauke-Kokas-Sorong-Biak-Jayapura dimana sentra utama arus barang berasal dari Sulawesi dan Jawa Timur.

Ia berharap agar rute tol laut T-19 bukan hanya dari Merauke langsung ke Kokas melainkan terlebih dahulu singgah di Pelabuhan Pomako, Mimika.

Wagub Klemen Tinal Foto Bersama TP2DD Kabupaten Mimika

Naek Tigor juga mengatakan faktor besarnya margin penjualan di Papua dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan, biaya transportasi, risiko kerusakan produk, margin keuntungan dan kondisi abnormal.

“2017-2020 terlihat disparitas harga komoditas strategis yang tinggi antara Papua dibandingkan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan yang secara konsisten terus terjadi. Ini menyebabkan terganggunya pasokan beberapa komoditas karena akses transportasi orang (kapal pelni, pesawat penumpang) juga digunakan untuk membawa pasokan bahan pangan,” tuturnya.

Sementara itu, penyebab masih tingginya harga dan disparitas harga terutama pada sub kelompok makanan di Papua dikarenakan oleh beberapa hal.

Yakni produk lokal belum dapat mengimbangi permintaan, kurangnya kemampuan produk Papua penuhi kebutuhan luar daerah, biaya logistik baik dari luar maupun intra Papua tinggi, perlunya pemetaan potensi pasar dan kekuatan produksi daerah, penyimpanan komoditas yang masih tradisional dan tata niaga pangan yang belum efisien sehingga perlu campur tangan BUMD/instansi.

“Semoga dengan dilakukannya HLM TPID ini bukan sekedar seremoni tapi betul-betul dilakukan dengan tindakan nyata selama tahun ini. Saya yakin inflasi Mimika bisa terkendali minimal akan lebih rendah dari inflasi secara nasional karena hampir 25 persen inflasi di Papua disumbangkan oleh Mimika. Ini menunjukan betapa pentingnya peran Mimika karena sangat berpengaruh terhadap tingkat harga di daerah tetangga,” tandasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan bahwa Kabupaten Mimika merupakan pilot project pertama di Papua untuk percepatan dan perluasan inflansi daerah.

“Kestabilan tingkat inflansi tentunya berguna dalam menunjang pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan berkesinambungan sehingga akhirnya berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakyat Kabupaten Mimika. Setelah dapat dikendalikan, kita harus pikirkan apa langkah kita untuk bagaimana masyarakat Mimika sejahtera. Ke depan kita bukan hanya bisa bicara tetapi benar-benar melayani dan turun langsung ke lapangan,” tuturnya.

Wabup juga berharap melalui program Papua Satu Harga (Pace juara) kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat Papua secara khusus untuk masyarakat asli Papua yang ada di Kabupaten Mimika dapat terwujud.

"Saya harap ini menjadi komitmen kita dan harga-harga itu bisa terjangkau dan menjangkau masyarakat sehingga tidak terjadi lagi disparitas harga diluar Papua dan Papua, terlebih khusus lagi antar Mimika dan pedalaman. Sudah ada tol laut dan darat,” ucapnya

Lanjutnya, ada empat pilar untuk dapat mengurangi inflasi dan disparitas harga yakni kejangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi (dana otsus) dan komunikasi yang efektif.

“Rekomendasi kita salah satunya tol laut T-19 dari Merauke harus mampir dulu ke Pelabuhan Pomako Timika karena Mimika sebagai kawasan sentra perikanan untuk ekspor di wilayah Papua. Saya mohon dukungan Provinsi Papua untuk hal ini. Saya juga berharap peningkatan peran koperasi dan BUMD yang ada di Mimika menjadi besar agar tidak ada lagi disparitas harga,” ungkapnya.

Wabup John berharap agar TIPD Kabupaten Mimika mampu melakukan langkah-langkah startegis, melakukan upaya-upaya pengendalian dan menekan inflansi dengan memberikan perhatian khusus serta berupaya meningkatkan produktivitas barang-barang yang rentan terhadap inflansi.

“Kolaborasi, sinergitas dan kerja sama antar pemerintah kabupaten, instansi vertikal, pemerintah provinsi dan peran BI betul-betul kita bekerja sama dengan baik dan kontinue. Saya harap acara ini bukan hanya seremonial saja, setelah SK diterima lalu lupa. Kolaborasi dan sinergitas kita harus berjalan dan memberikan dorongan untuk percepatan pembangunan,” tutupnya.

Senada dengan itu, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta agar inflasi Kabupaten Mimika sebesar 25 persen harus dapat ditekan.

“Provinsi pun dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik dengan kabupaten. Bukan hanya Mimika tapi semua kabupaten. Kelebihan kita di Papua selain mewakili pemerintah pusat juga menjalankan otonomi khusus (otsus). Tanggungjawab moral provinsi memastikan otsus berjalan baik dalam perencanaan, program dan dana,” ungkapnya.

Wagub Klemen mengatakan sejak 2014 pemerintah provinsi Papua telah berkomitmen memberikan 80 persen dari dana otsus ke kabupaten kota sehingga mereka dapat memanfaatkan dana otsus tersebut.

“Kita berterimakasih juga kepada BI yang mengorganisir BUMN yang bersama-sama berkontribusi untuk pembangunan lebih maju. Kita bisa dan mampu, Papua bisa dan itu harus dimulai dari Mimika. Kalau Mimika berubah dan maju yang lain otomatis akan berubah. Kita akan action dan bantu baik secara retail maupun kelompok. Kita inflasi karena beberapa barang datang dari luar maka kurangi atau ekspansi. Mari bangkit untuk Papua yang lebih baik,” pungkasnya (Elfrida)

Pulang Kampung, Wagub Klemen : Kita Sejak Dulu Sudah Terbiasa Hidup Susah

Wagub Klemen Tinal saat menyampaikan sambutan pada giat launching peningkatan ekspor perikanan

MIMIKA, BM

Wakil Gubernur Provinsi Papua, Klemen Tinal didampingi ibu Stefra Sodora Dupuy bersama Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob baru saja melaunching kegiatan Peningkatan Ekspor Komoditas Perikanan Provinsi Papua di Kabupaten Mimika di Hanggar Bandara Moses Kilangin, Senin (29/3).

Dalam kesempatan ini, Wagub Klemen Tinal mengingatkan masyarakat Papua terutama warga Mimika agar tidak menggangap remeh keberadaan Covid-19 saat ini.

Ia meminta masyarakat jangan main-main atau cuek dengan situasi saat ini. Menurutnya, hal terbaik agar semua orang terlindungi adalah patuh menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini fakta dan jangan kita anggap main-main. Isteri saya sering ingatkan saya bahwa tiap saat ada mobil ambulance lewat bawa orang mati karena covid jadi kita semua harus saling menjaga dan mengingatkan, terutama di Mimika dan Jayapura," terangnya.

Walau hingga saat ini pandemi covid masih melekat dalam kehidupan semua orang terutama masyarakat di Papua, namun Wagub Klemen memuji keberhasilan Tim Covid Papua terutama di Jayapura dan Mimika dalam meredam tingginya angka kematian.

"Puji Tuhan, saya juga ucapkan terimakasih kepada panitia covid karena mereka luar biasa menangani masalah ini sehingga kita sama-sama bisa turunkan covid dengan baik. Walaupun angkanya tinggi namun tingkat kesembuhan juga tinggi untuk Papua," ungkapnya.

Kondisi ini menurut Wagub Klemen Tinal telah memberikan rasa optimisme kepada semua masyarakat di Papua agar bangkit dalam menghadapi keterpurukan ini.

Diakuinya, pandemi ini sangat berpengaruh terhadap situasi ekonomi secara nasional. Daerah-daerah lain di Indonesia pertumbuhan ekonomi bahkan merosot di angka 3-4 persen. Banyak daerah mengalami defisit dan inflasi yang melonjak tinggi.

"Kita di Papua tidak. Puji Tuhan, perekonomian kita berada di angka 5 koma sekian persen yang dibulatkan jadi 6 persen. Banyak yang bertanya Pak Klemen kenapa bisa begitu? Saya bilang belum covid saja kita sudah begitu susah, kita sudah latihan untuk sudah jadi ketika susah yang benar-benar datang seperti pandemi saat ini, kita di Papua sudah biasa," ungkapnya.

Wagub kembali menegaskan  bahwa masyarakat Papua sejak dulu sudah terbiasa hidup susah. Saat harga bensin, beras hingga semen di daerah lain terhitung murah, harga beras dan semen di Papua sudah menembus harga jutaan rupiah.

"Ini kelebihan kita semua yang hidup di tanah Papua. Mereka yang lain baru dapat covid langsung kebingungan tapi orang Papua tidak. Dari dulu kita sudah biasa hidup susah jadi begitu harga naik kita anggap biasa saja, jadi waktu ko bilang ini sudah susah, kita anggap ini tidak terlalu luar biasa susah," jelasnya.

Menurut Wagub Klemen Tinal, orang Papua harus kuat dan mampu berdiri di atas kaki sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki terhadap semua persoalan dan tantangan yang dihadapi.

"Tiap hari saya bangkitkan semangat ASN di Provinsi, kalian tidak boleh kecil hati. Kita semua harus kuat dengan keadaan ini dan harus menghadapinya secara bersama-sama karena negeri kita ini sangat diberkati Tuhan," ujarnya. (Ronald)

Kunjungan Dirjen Otda ke Mimika Bukan Tentang Pemekaran

Dirjen Otda Akmal Malik didampingi Bupati Eltinus Omaleng saat memberikan keterangan pers kepada awak media

MIMIKA, BM

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik, tadi malam di Rimba Papua Hotel melakukan pertemuan dengan Pemda Mimika.

Usai melakukan pertemuan, didampingi Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Dirjen Otda Akma Malik menyampaikan maksud kedatanganya ke Mimika.

Ia mengatakan dalam waktu dekat, Mendagri Tito Karnavian akan melakukan lawatan ke Timika guna melihat kesiapan Mimika sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan PON XX.

"Kunjungan ini berkaitan dengan kita membantu pemerintah untuk melihat kesiapan kunjungan pak menteri. Beliau akan berkunjung nanti dan kita punya tanggungjawab bersama untuk mensukseskan PON. Ini jadi tanggungjawab semua termasuk kami di Kemendagri," jelasnya.

Menurutnya, selain melihat kesiapan venue, hal mendasar yang menjadi perhatian Kemendagri adalah tata kelolanya.

"Kita mengidentifikasi apa yang masih kurang, apa yang belum jelas, kita kerjakan sama-sama. Ini yang juga kami sampaikan ke pak bupati dalam pertemuan tadi (malam-red)," ujarnya.

Menurutnya, pegelaran PON XX di Papua tinggal menyisahkan beberapa bulan lagi sehingga pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten penyelenggara harus memahami porsi tanggung jawab masing-masing.

"Semua, baik pusat, provinsi maupun kabupaten harus memastikan bahwa semua jelas. Ini tentang siapa melakukan apa dan siapa bertanggung jawab terhadap apa sehingga pelaksanaan PON bisa berjalan baik," ungkapnya.

Hasil kunjungan ini, menurut Akma Malik akan langsung ia laporkan ke Mendagri usai kembali ke Jakarta. Hanya saja ketika dikonfirmasi waktu pasti kapan Mendagri ke Mimika, ia mengatakan secepatnya.

"Saya akan laporkan ini ke pak menteri sehingga ketika ia memantau nanti minggu depan, ini bisa kita carilan solusi. Intinya kita mengidentifikasi," terangnya.

Di momen ini, Dirjen Otda kembali menegaskan bahwa kedatanganya ke Mimika bukan dalam rangka membicarakan masalah Otonomi Khusus maupun pemekaran provinsi baru seperti yang dibayangkan banyak pihak.

"Agenda ini tidak ada kaitan dengan otsus atau pemekaran. Kita fokus pada persiapan mensukseskan PON. Kalau itu (otsus-red), biarlah menjadi agenda DPR RI karena sudah di DPR sekarang. Kami tidak mau komentar," ujarnya.

"Kalau pemekaran masih jauh. Tunggu aja dulu karena berkaitan dengan kesiapan revisi undang-undang. Tugas kami ke Timika hanya itu saja, memastikan kesiapan PON baik di Mimika, Jayapura dan Merauke agar sukses penyelenggaraannya nanti," terangnya. (Ronald)

Top