Akhirnya Karyawan PTFI Bisa Turun ke Timika

 Pertemuan terkait permintaan karyawan PTFI di Mozza, Selasa (25/8)

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika akhirnya menyetujui permintaan ribuan karyawan PTFI yang yang melakukan aksi demo damai dengan melakukan blokade jalan di MP 72, Tembagapura.

Hal tersebut disepakati berdasarkan hasil pertemuan bersama Tim Gugus Tugas Covid-19, managemen PTFI dan forkopimda yang dipimpin langsung oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH di Hotel Grand Moza, Selasa (25/8).

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan bahwa pertemuam ini berkaitan dengan demo karyawan PTFI yang ada di Tembagapura.

Adapun dalam demo itu, para karyawan meminta dua tuntutan. Pertama, mereka minta dibuka akses seperti biasa agar mereka kembali dapat bertemu keluarga di Timika.

Kedua, mereka juga mempertanyakan kenapa di daerah lain, para karyawan diberikan insentif namun PTFI tidak memberikannya.

"Hari ini kami rapat dengan managemen PTFI dan forkopimda, kita sepakat bahwa tuntutan oleh karyawan itu kita respon dan setujui. Namun, tetap pakai protokol kesehatan untuk naik turun harus di tes suhu gunakan thermo gus, setelah kita lihat kalau 38 derajat maka itu kita akan rapid tes,"jelas Bupati.

Ia mengatakan hal ini juga berlaku bagi karyawan yang akan kembali dari Timika menuju Tembagapura. Untuk tuntutan kedua, menurut bupati akan menjadi pertimbangan manajemen PTFI.

"Mulai sekarang ini sudah bisa normal tapi karena mereka (karyawan) lagi tunggu jawaban makanya masih di blokade, kalau sudah dengar jawaban oleh maka blokade akan dibubarkan ujarnya.

Sementara itu, Manager External Communication Corpcom PTFI, Kerry Yarangga mengatakan, apapun itu semua akan mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan agar karyawan tetap safety.

"Apapun keputusan pemerintah yang berkaitan dengan protokol kesehatan akan kita ikuti. Secara spesifik itu akan dilihat secara teknis, karena bagaimanapun juga kepadatan dan sebagainya harus diperhatikan tapi kita tetap mengikuti protokol yang ada dan harapan kita mudah-mudahan semua bisa terilis karena orang semua ingin turun dan sebagainya,"tutur Kerry.

Katanya, untuk normalnya shift day off (SDO) akan dikaji kembali oleh manajemen PTFI.

"Pada prinsipnya kita akan memperhatikan apa yang menjadi aspirasi dari karyawan,"ujarnya.

Sementara terkait zonasi, hal ini pun akan disesuaikan dengan pastinya mengedepankan penerapan protokol kesehatan.

"Kan kita sudah tahu bahwa ada zona merah dan sebagainya sehingga tingkat transmisi diperhatikan jadi kalau nanti akan diikuti tentu akan melihat bagaimana teknisnya di lapangan. Tapi kita pada prinsipnya mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah," ungkapnya. (Shanty)

Top