Pemda Mimika Siapkan 100 Ton Beras Untuk Masyarakat
Rapat pencegahan Covid-19 di Mimika beberapa waktu lalu
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika dibawah kepemimpinan Bupati Eltninus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob terus mengeluarkan kebijakan yang melindungi dan menyelamatkan warganya dari pendemi Covid-19.
Tidak tanggung-tanggung, Pemda Mimika saat ini telah menyiapkan beras sebanyak 100 ton di Bulog Timika untuk didistribusikan ke masyarakat.
Bupati Omaleng kepada BeritaMimika mengatakan untuk pendistribusian dan sebagainya akan dilakukan namun fokus utama untuk masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan pegunungan yang terisolir dan sangat mengalami dampak ekonomi. Setelah dua wilayah ini baru wilayah kota dan sekitarnya.
“Saya sudah setuju, untuk sembako beras kami sudah siapkan 100 ton bulog untuk layani masyarakat. Nanti akan didistribusikan ke masyarakat,” ujarnya melalui telepon.
Bupati telah mendengar kabar dari sejumlah kepada distrik bahwa banyak kios di daerah pesisir ditutup warga karena warga takut penyebaran virus corona.
“Kios atau tempat jual sembako di Kapiraya, Jita, Amar dan beberapa distrik lainnya ditutup karena masyarakat takut penularan virus dari Mimika ke wilayah mereka. Bahkan ada kampung-kampung yang sudah melarang orang luar masuk. Kita tidak bisa diam lihat keadaan ini. Masyarakat di sana kesulitan makanan jadi kita harus fokus dan segera bantu mereka,” ungkapnya.
Bukan hanya beras, sejumlah kebutuhan lainnya (sembako) juga disiapkan pemerintah daerah. Hanya saja pihaknya masih kesulitan bagaimana mendistribusikan untuk wilayah pegunungan dan jauh mengingat kondisi penembakan KKB beberapa waktu lalu di Kuala Kencana.
“Kalau di pesisir kita masih bisa gunakan kapal atau motor laut tapi sayangnya di Tembagapura, Aroanop, Hoya sampai Jila, Alama dan lainnya kita was-was karena KKB. Kita khawatir mau salurkan nanti seperti apa, tapi nanti kita coba lihat cara pasnya bagaimana,” ujar Omaleng.
Bukan hanya itu, dana memerangi Covid-19 di Mimika yang telah disetujui, Bupati Omaleng merasa masih kurang. Sehingga ia melakukan pemangkasan dari dana perjalanan luar daerah tiap OPD untuk disentralkan pelayanannya kepada masyarakat.
“Makanya kemarin kami rapat dan saya sudah perintahkan agar semua perjalanan dinas dan kegiatan yang keuar daerah di tiap OPD diarahkan kembali untuk melayani masyarakat Mimika, baik pelayanan ekonomi maupun kesehatan. Tim yang nanti akan atur ini dan akan dibuat regulasinya supaya kita backup masyarakat kita dari keadaan ini,” terangnya.
Sementara itu terkait dengan isolasi daerah di Distrik Mimika Timur guna memutuskan mata rantai Covid-19, Bupati Omaleng mengatakan sejak dua hari lalu, isolasi sudah dilakukan.
“Ada 20 orang sudah di karantina di salah satu kampung di Mimika Timur. kita sudah isolasi mereka tetapi semua hal yang berhubungan dengan makanan sampai kesehatan diperhatikan tim gugus bersama beberapa instansi terkait. Kita harus buat mereka nyaman dan tidak pikir lain-lain, pikir hanya jaga kesehatan supaya cepat sembuh,” jelas Bupati Mimika Eltinus Omaleng. (Ronald)



