Kesehatan

Bukan 24, Positif Covid-19 di Mimika Kini 25 Orang

Jubir Tim Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kasus positif Covid-19 di Mimika kini naik menjadi 25 kasus, terhitung malam ini, Jumat (17/4).

Sebelumnya Juru Bicara Tim Pencegahan Covid-19 Provinsi melalui siaran persnya menyatakan bahwa Mimika naik menjadi 24 kasus positif Covid-19.

Namun Jubir Pencegahan Covid-19 Mimika, Reynold Ubra kepada wartawan mengklarifikasi pernyataan tersebut.

“Mimika sekarang 25, bukan 24. Data yang kami sampaikan adalah data valid. Sebagaimana hasil yang dirilis oleh provinsi, ternyata setelah diverifikasi dengan RSUD Mimika ada satu kasus yang belum dirilis dan belum dimasukkan oleh Tim Provinsi Papua yaitu kasus 023 dengan Inisial LTB,” tegasnya.

Menurut Reynold, perbedaan data ini bukan disengaja, namun setelah menerima data dari provinsi, Tim RSUD kemudian melakukan pencocokan sesuai dengan nomor register rumah sakit karena sampel yang dikirim ada tembusannya ke Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

“Kami juga menerima data yang sama dengan tim gugus Papua tetapi yang memiliki data adalah RS (RSDUD-red) yang merujuk sehingga biar bagaimanapun pemilik data adalah rumah sakit sedangkan kami dan gugus tugas provinsi hanya sebagai pengguna data. Jadi bukan 24 tapi sudah 25 pasien positif Covid-19 di Mimika,” jelasnya.

Reynold Ubra menjelaskan, tiga pasien baru positif Covid-19 adalah pasien 023 inisial LTB (perempuan, 30 tahun) beralamat Inauga, pasien 024 berinisial ELB (laki-laki, 53) alamat Kwamki Baru dan 025 berinisial SIS (laki-laki, 54) Tembagapura. Ketiga pasien ini kini dirawat di RSUD (1) dan Rumah Sakit Tembagapura (2).

“Kasus 023 adalah Klaster Lembang generasi kedua sedangkan kasus 024 dan 025 kami belum dapat memastikan karena diisolasi oleh RS Tembagapura. Kami akan mencari tahu kontak sebelumnya,” ujarnya.

Dengan demikian maka, hingga malam ini 25 kasus positif Covid-19 ini yang ditemukan di Mimika tersebar di 4 distrik yakni Wania (12 orang), Mimika Baru (9), Tembagapura (3 ) dan Distrik Kuala Kencana (1).

Selain pasien positif Covid-19 di Mimika jadi 25, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 47, Orang Dalam Pengawasan (ODP) 157 dan jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) di Mimika 239 orang. (Ronald)

Tim Gugus Tugas Mimika Sampaikan Inisial 3 Pasien Baru Positif Covid-19

Update terbaru kasus Covid-19 di Mimika (Kamis 16/4)

MMIKA, BM

Secara keseluruhan hingga Kamis (16/4) malam, Kabupaten Mimika kini memiliki 22 pasien positif Covid-19. Selain pasien positif jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 64, Orang Dalam Pemantauan (ODP) 157 dan 232 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Pasien positif bertambah karena berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yang telah terkonfirmasi, hari ini ada penambahan 3 pasien positif di Mimika.

Terkait penambahan ini, Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika akhirnya menyampaikan inisial mereka yang positif Covid-19 kepada media.

Tiga pasien baru yang diumukan adalah pasien positif 020 berinisial HRP (pria, 53 tahun), alamat Jalan Hasanuddin. Pasien 021 berinisial YLR (perempuan, 21) alamat Jalan Hasanuddin dan pasien positif 022 yakni RNS (wanita, 49) alamat Koperapoka.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra mengatakan pasien positif 020 merupakan cluster lembang, begitupun dengan pasien 021. Hanya saja 021 merupakan transmisi lokal generasi kedua. Sementara pasien 022 merupakan generasi kedua dari pasien positif 017 dan 018.

“Kalau kita melihat dari jumlah kasus positif dari empat kluster maka terbanyak adalah Cluster Lembang. Pada generasi pertama positif 13 (59 persen) generasi kedua 3 orang. Jakarta 3 (13,36) Surabaya 2 (9 persen) dan Makassar 1 orang,” ungkapnya kepada media melalui konferensi pers yang difasilitasi Diskominfo, Kamis (16/4) malam.

Secara kumulatif, Reynold Ubra juga menjelaskan dengan pertambahan 22 kasus positif maka angka kesembuhan sebesar 18 persen (4 dari 22 orang dinyatakan positif/sembuh), angka rata-rata kematian 13,6 persen dan sisanya 68,18 persen masih dirawat.

“Kalau untuk kelurahan, terbanyak ada di Inauga dengan 5 kasus, Nawaripi 1 kasus dan Koperapoka 3 kasus. Sementara di RSUD saat ini ada 16 pasien yang dirawat, satu di Rumah Sakit Tembagapura. Di shelter (penampungan) ada 19 orang yang terdiri atas 5 ODP, 8 PDP dan 6 OTG,” ungkapnya.

Sementara itu berita gembira untuk Mimika, pada haru ini dua orang yang awalya diduga terifeksi dan telah melewati 3 kali pemeriksaan laboratorium dinyatakan sehat dan selesai masa pengawasan. (Ronald)

Mimika Semakin Rawan Penularan Covid-19, 4 Distrik Kini Masuk Zona Merah

Update perkembangan Covid-19 di Mimika (Rabu 15/4)

MIMIKA, BM

Setelah sebelumnya menetapkan 6 wilayah sebagai zona merah, Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Mimika kini menempatkan 4 distrik sebagai Zona Merah penyebaran Corona Virus.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas, Reynold Ubra mengatakan empat distrik tersebut adalah Wania, Mimika Baru, Tembagapura dan Kuala Kencana. Salah satu yang juga dikategorikan sebagai zona kuning adalah Distrik Mimika Timur.

Hal ini disampaikan Reynold Ubra dalam konferensi pers via aplikasi zoom, Rabu (15/4) malam yang diikuti juga oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob.

“Empat distrik ini kami nyatakan zona merah karena perkembangan penularan virus corona di empat wilayah ini sangat tinggi. Data-data ini menunjukan bahwa transmisi lokal akan terus terjadi dan penyebaran akan tetap meluas karena warga Mimika tidak memiliki tanggungjawab sepenuhnya terhadap instruksi yang dibuat pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya, kesadaran warga sangat minim, cuek, masa bodoh, empati dan merasa seakan-akan apa yang saat ini dihadapi dan terjadi di Mimika adalah hal biasa yang tidak berdampak apapun.

“Ini menjadi gambaran bahwa masyarakat Mimika tetap melakukan pergerakan sehingga terjadi perpindahan virus corona dari orang yang terinfeksi ke orang sehat,” ujarnya.

Reynold Ubra bahkan merasa miris karena hingga saat ini berbagai toko yang tidak memiliki kaitannya dengan kebutuhan sembako masih saja dibuka. Diantaranya toko bangunan, bengkel, tempat jualan handphone hingga pakaian dan lainnya.

“Kalau pasar dibuka ini wajar tapi kenapa mereka yang tidak punya hubungan sama sekali dengan sembako masih beroperasi. Belum lagi ada yang karyawannya tidak menggunakan pelindung diri seperti masker dalam melayani masyarakat. Aktifitas mereka harusnya juga ditutup,” ungkapnya.

Selain tidak patuhnya instruksi Social Distancing, Pysical Distancing dan Stay At Home, Mimika juga memiliki masalah lain dalam penanganan Covid-19 yakni terbatasnya tempat penampungan bagi pasien.

Reynold mengatakan hingga malam ini, RSUD Mimika merawat 15 pasien dari jumlah 20 ruang isolasi. Kapasitas di shelter hanya 28 kamar dan 10 kamar sudah terpakai.

“Artinya rumah sakit, puskesmas dan kapasitas di shelter tidak cukup untuk memuat pasien jika terjadi lonjakan kasus di Mimika. Dari hasil tracing kontak sudah ada 500 dan sebagian besar merupakan OTG yakni sebanyak 221 orang. 147 ODP, 64 PDP. Total keseluruhan adalah 432,” ungkapnya.

Reynold Ubra juga melaporkan bahwa hari ini, Rabu (26/4) Tim Gugus Tugas menemukan 3 pasien PDP baru. Dari total 64 PDP di Mimika ini, 23 orang dirawat di rumah sakit.

15 orang di RSUD, 5 orang RS Tembagapura dan 3 di RSMM. Hari ini juga sebanyak 5 sample dari Rumah Sakit Tembagapura dikirim ke Jayapura.

Penemuan ODP hari ini sebanyak tiga orang, 1 di RSUD dan 2 di Puskesmas Timika Jaya. Keseluruhan ODP kini menjadi 147 orang.

Sementara penambahan OTG ada 11 orang baru, 2 di Rumah Sakit Tembagapura dan 9 merupakan hasil tracing kontak. Total keseluruhan OTG hingga Rabu malam berjumlah 221 orang dan semuanya melakukan isolasi mandiri.

Tim Gugus Tugas juga menemukan bahwa penemuan ODP, PDP dan OTG baru merupakan gambaran bahwa sebelum dilakukan penutupan akses penerbangan bandara dan pelabuhan, banyak warga yang sudah terinveksi terutama mereka yang melakukan perjalanan ke luar daerah namun mereka tidak melapor ke layanan fasilitas kesehatan.

“Ini yang disebut fenomena gunung es. Oleh karena itu harus dibongkar dengan tracing kontak. Mereka sudah dengan gejala sedang dan berat baru akhirnya melakukan isolasi mandiri,” terangnya.

Sementara itu, terkait dengan 4 distrik yang masuk zona merah dan 1 distrik yang masuk kategori zona kuning, maka wilayah-wilayah ini seharusnya dilakukan pembatasan akses secepatnya.

Jika tidak dilakukan dengan segera maka akan memudahkan penularan Corona Virus menyebar hingga ke perkampungan di pesisir dan pedalaman.

“Jika wilayah-wilayah ini bisa dilakukan penutupan aktifitas maka tidak akan menyebar ke wilayah lain termasuk ke distrik-distrik lain hingga kampung-kampung,” ujarnya. (Ronald)

Top