Kesehatan

Telkomsel Bantu RSUD Mimika 300 APD

APD yang diserahkan secara simbolis di RSUD

MIMIKA, BM

Telkomsel Timika mendistribusikan bantuan berupa 300 Alat Pelindung Diri (APD) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan pada Selasa (2/6) di RSUD Kabupaten Mimika yang diterima oleh dr. Ruth Ramba.

"Terima kasih. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi tenaga kesehatan kami khususnya tenaga kesehatan yang menangani pasien covid-19,"ungkapnya.

Manager Telkomsel Branch Timika, Makmur Lumbang Tobing mengatakan bantuan APD yang diberikan adalah 50 pasang sepatu booth medis, 50 pcs safety eyewear, 50 pcs masker medis, 100 pasang sarung tangan medis dan 50 pasang cover sepatu.

Ia menjelaskan, bantuan ini merupakan Inisiatif kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel yang turut berkolaborasi bersama pemerintah dalam melakukan penanggulangan wabah Covid-19 di seluruh Indonesia.

"Untuk di wilayah Branch Timika, Telkomsel memberikan bantuan APD kepada RSUD Kabupaten Mimika sebagai rumah sakit rujukan penanganan COVID-19,” ujarnya.

Makmur mengatakan, selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Telkomsel terus mendukung dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam membantu masyarakat.

Hal ini sejalan dengan semangat Telkomsel yang memasuki usia ke-25 tahun.

"Total nilai keseluruhan CSR Telkomsel dalam menghadapi COVID-19 di Indonesia mencapai Rp 25 miliar,” tutur Makmur.

Sebelumnya, pada momentum Ramadan 1441 H lalu, Telkomsel juga tetap melakukan aktivitas berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan untuk 25.000 anak yatim, kaum duafa, serta pekerja informal yang terdampak COVID-19. (Shanty

Malam Ini Nihil, Namun 270 Spesimen Masih Dalam Proses Pemeriksaan Laboratorium

 

Papan update Covid-19 di Mimika, Senin (1/6)

MIMIKA, BM

Hari ini, Senin (1/6) yang merupakan Hari Kelahiran Pancasila, tidak ada penambahan kasus baru Covid-19 untuk Mimika. Dengan demikian jumlah kasus masih bertahan di angka 272 dengan 174 pasien sedang dirawat.

Hanya saja, keesokan harinya bisa saja kasus ini kembali ditemukan karena hingga malam ini, pukul 21.28 Wit, masih sebanyak 270 spesimen pemeriksaan laboratorium sedang dalam proses.

Selain di Klinik Kuala Kencana, jumlah 270 spesimen untun pemeriksaan Real Time PCR ini sebagian juga masih di Jayapura.

Sementara peralatan mesin PCR di RSUD Mimika yang seharusnya sudah dapat digunakan, ternyata belum stabil karena masalah teknis sehingga saat ini pihak RSUD masih menunggu tim teknis dari Jakarta untuk kembali ke Timika pada Rabu (3/6) untuk kembali mensetupnya.

Namun untuk diketahui, kondisi saat ini terkait pemeriksaan spesimen yang tertunda bukan hanya dilami di Mimika dan Papua namun hampir di seluruh Indonesia.

Hal ini karena  semakin tingginya kebutuhan pemeriksaan sedangkan ketersediaan sumber daya yang ada masih terbatas.

“Selama 24 jam ini tidak ada laporan yang menyatakan pasien sembuh dan meninggal dunia. Tentu saja kami berharap sekiranya dukungan doa dari semua masyarakat sehingga pasien Covid-19 yang sedang dirawat dapat cepat sembuh dan tidak ada lagi kasus kematian akibat virus ini,” harap Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika, Reynold Ubra.

Dari 174 kasus atau pasien Covid-19 yang dirawat, Reynold mengatakan sebagian besar ditangani di RSUD dengan jumlah 109 orang, Rumah Sakit Tembagapura 61 dan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) berjumlah 4 orang.

Ini menunjukan bahwa 61 persen atau lebih dari separuh kasus Covid-19 di Mimika sedang ditangani oleh tim medis RSUD.

Dengan gambaran ini, Reynold Ubra untuk kesekian kalinya meminta dukungan masyarakat Mimika agar mematuhi anjuran pemerintah.

“Kami sangat berharap dukungan dan kerjasama masyarakat agar tetap tinggal di rumah, tidak lagi melakukan pergerakan berlebihan terutama pada pagi mulai pukul 06.00 hingga 14.00 Wit. Saat ini tempat isolasi pasien Covid-19 di RSUD Mimika dan Shelter serta Mimika Sport Center hampir penuh. Kami bersyukur bahwa pasien Covid-19 saat ini yang sedang ditangani dalam gejala ringan,” jelasnya.

Menurutnya, pergerakan masyarakat yang masih terus berlangsung mengakibatkan semakin bertambahnya OTG baru yang memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19.

“Hari ini kita ada penambahan 51 OTG hasil kontak tracing sehingga menambah jumlah OTG menjadi 633 orang. Ini karena masyarakat masih tetap beraktifitas seperti biasa tanpa mempedulikan himbauan pemerintah,” ujarya.

Reynold bahkan mengatakan jumlah OTG dipastikan akan terus mengalami peningkatan karena 1 kasus Covid-19 memilki kontak erat minimal dengan 30 orang.

“Hari ini kita temukan 26 ODP baru. Penyebab penambahan juga sama karena pergerakan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan terkait jaga jarak dan menggunakan masker serta rajin mencucui tangan,” ungkapnya.

Reynold Ubra juga menyoroti masih ada masyarakat Mimika yang memberikan stigma dan diskriminasi berlebihan terhadap mereka yang dinyatakan positif Covid-19 termasuk kategori PDP, ODP maupun OTG. Bahkan bukan hanya pasien namun keluarga mereka juga sangat mengalami dampak ini.

“Sejak awal sudah diduga bahwa kasus Covid-19 ini akan dihadapkan dengan permasalahan stigma dan diskriminasi. Kami mohon hendaknya dikabarkan (media-red) kepada masyarakat bahwa pasien covid maupun keluarga yang terdampak covid harus mendapat dukungan masyarakat. Stigma dan diskriminasi hanya memperberat situasi ini,” ungkapnya dengan penuh harap.

“Penilaian buruk dari masyarakat terhadap pasien covid akan memperlambat kesembuhan terutama kesehatan mental. Dukungan bagi pasien sangat berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan termasuk dapat menghentikan penularan,” ungkapnya melalui pesan whatssap. (Ronald)

 

Penambahan 46 Pasien Covid-19 Di Mimika Merupakan Rekor Baru

Data 46 pasien baru Covid-19 (Sumber : Tim Gugus Tugas Mimika)

MIMIKA, BM

Pada 17 Mei lalu, Mimika bertambah 32 kasus positif Covid-19. Penambahan saat itu merupakan jumlah terbanyak selama penjaringan dan tracing kontak penularan virus Corona yang telah dilakukan selama 2 bulan di kabupaten ini.

Sayangnya, jumlah ini hanya bertahan 14 hari, sama dengan masa inkubasi Covid-19 karena pada hari ini, Minggu (31/5), ada peningkatan signifikan dan menjadi rekor baru yakni terjadi penambahan 46 kasus baru Covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 terkonfirmasi realtime PCR di Klinik Kuala Kencana ini merupakan hasil pemeriksaan terhadap 86 spesimen yang dikirim pada 29 Mei.

Penambahan 46 kasus baru Covid-19 ini berasal dari 41 spesimen yang dirujuk oleh RSUD, 2 dari Rumah Sakit Tembagapura dan 3 spesimen dari RSMM.

Spesimen yang dikirim merupakan spesimen pasien yang dilakukan pemeriksaan kembali (kontrol-red) dan mereka yang terjaring pelaksanaan PSDD sejak hari pertama hingga hari keenam.

Dengan penambahan ini maka secara keseluruhan jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika kini meningkat menjadi 272 kasus yang mana 93 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 5 meninggal dunia, termasuk salah satu karyawan Freeport yang meninggal pada tanggal 29 Mei.

Juru Bicara Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra melalui video confrence yang difasilitasi Diskominfo Mimika pada malam ini mengatakan penambahan 46 kasus di hari ini menggambarkan keberhasilan pelaksanaan PSDD di Mimika yang kini telah memasuki hari ke-11.

“Ini artinya bahwa penyebaran Corona Virus di Kabupaten Mimika sudah meluas. Penyebaran sudah merata tidak hanya pada kelompok-tertentu namun sudah menyebar luas. Masyarakat tidak patuh terhadap anjuran dan himbauan pemerintah. PSDD menunjukan penyebaran ini pada masyarakat yang tidak patuh dan terjaring rapid tes,” ungkapnya.

Ia mengatakan sedari awal ini Tim Gugus Tugas telah memprediksikan hal ini. Apalagi pemeriksaan realtime PCR selama pelaksanaan PSDD baru dilakukan terhadap mereka yang terjaring positif rapid tes PSDD hari pertama hingga hari keenam.

“Hingga hari ke-10 jumlah yang terjaring dan dilakukan rapid tes tercata 2410 orang. Setelah kami lakukan verifikasi dan validasi data ternyata yang positif tes antibodi berjumlah 222 orang atau 9,2 persen. Dari 222 ini, 18 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” jelasnya.

18 kasus baru ini bahkan berasal dari wilayah yang sebelumnya tidak ditemui kasus Covid-19. Diantaranya Kelurahan Harapan Distrik Kwamki Narama (1), Kampung Hiripau Mimika Timur dan Kampung Limau Asri Distrik Iwaka.

“Kami coba membuat gambaran dari jumlah sample yang diperiksa di PSDD hari pertama sampai hari keenam ternyata di beberapa titik ditemukan beberapa kasus. Spesimen tes cepat antara 1-10 sample, paling tidak akan ditemukan 1 kasus positif,” ujarnya.

Misalnya di posko pertigaan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo, dari 35 rapid tes hari pertama sampai hari kesepuluh, ada 5 orang dinyatakan terinfeksi Covid-19 setelah pemeriksaan realtime PCR. Demikian pula posko depan POM lama, Timika Mall dan posko Puri Husada.

“Semua ini menunjukan bahwa masyarakat tidak patuh terhadap himbauan gunakan masker, cuci tangan dan sosial distancing. Penularan ini juga tidak lagi hanya sebatas empat klsuter yang selama 2 bulan ini kami telusuri namun sudah semakin meluas. Kami pastikan bahwa kasus ini akan terus mengalami peningkatan di Mimika,” tegasnya. (Ronald)

Top