IDI Mimika Maknai HUT ke 76 Dengan Baksos: Kolaborasi dan Aksi Nyata di Distrik Mimika Timur
Foto bersama Asisten III Setda Mimika Hery Onawame, Ketua IDI Papua Dokter Nickanor Kaladius R. Wonatorey Sp.U, Ketua IDI Mimika dr. Enny Kenangalem, M.Biomed, Direktur RSUD Mimika dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H, dan pengurus IDI Mimika
MIMIKA, BM
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke 76, IDI Kabupaten Mimika menggelar Baksos Pekan Bakti Noken Medis yang dilaksanakan Sabtu (24/10/2026) di Puskesmas Mapurujaya.
Kegiatan dihadiri oleh Ketua IDI wilayah Papua Dokter Nickanor Kaladius R. Wonatorey Sp.U, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika Hery Onawame, Plh. Kepala Dinas Kesehatan Marselino Mameyao, Direktur RSUD Mimika dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H, Ketua PELKESI wilayah V dr. Leonard Pardede, Sp.OG, Ketua PPNI Mimika Samuel Kermite.
Turut hadir pula, Sekretaris Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Mimika Saralisa Rombe Payung beserta para pengurus, Sekretaris Distrik Mimika Timur Agustina Rombe, Kapolsek Mimika Timur Iptu Alex Soumilena, TNI, KADIN, PMI dan tenaga kesehatan serta ratusan masyarakat Distrik Mimika Timur.
Nampak masyarakat dari enam kampung di Distrik Mimika Timur antusias untuk memeriksakan kesehatannya dan dilayani secara langsung oleh para dokter IDI dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Mapurujaya.
Baksos Pekan Bakti Noken Medis ini melibatkan 10 organisasi profesi kesehatan yang ada di Timika seperti IDI, PPNI, Apoteker, Fisioterapi, radiologi, kesehatan lingkungan, gizi dan lainnya.
Giat ini juga melibatkan kepolisian, TNI, dan pihak swasta seperti KADIN, HONDA, Bank, perusahaan obat, individu dan hotel.
Kegiatan ini pun dapat terlaksana berkat kolaborasi bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) yang menunjukkan dukungannya dengan memberikan 1000 kotak makan siang, dan perusahaan penyedia makanan yang memberikan kotak snack.
Pelkesi Wilayah V juga turut memberikan bantuan berupa kacamata baca untuk usia diatas 40 tahun.
Gayung bersambut, TP PKK Mimika pada kesempatan itu memberikan 1000 paket kacang hijau, telur dan paket PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) berupa sabun, sampo, odol dan sikat gigi.
Selain itu, IDI dan TP PKK bersama melihat persoalan stunting yang terjadi di Distrik Mimika Timur dimana terdapat 48 anak yang menderita stunting.
Dalam sambutannya, Ketua IDI Mimika dr. Enny Kenangalem, M.Biomed mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan Baksos Pekan Bakti Noken Medis dapat berjalan dengan lancar.
“Terutama kepada enam kampung masyarakat yang ada di Distrik Mimika Timur kami bahagia sekali. Kiranya pelayanan yang kami berikan hari ini bisa bermanfaat untuk saudara-saudara dan keluarga, terlebih Distrik Mimika Timur kini genap berusia 50 tahun. Semoga Tuhan memberkati pelayanan kami ini,” ucapnya dalam sambutan.
Sementara itu, Ketua IDI wilayah Papua Dokter Nickanor Kaladius R. Wonatorey Sp.U memberikan apresiasi kepada IDI Mimika atas terlaksananya kegiatan.
“Bakti Sosial ini merupakan wujud nyata pengabdian dokter kepada masyarakat,” katanya.
“Mari kita terus memperkuat persaudaraan sejawat, menjaga martabat profesi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah Papua, Mimika,” imbuhnya.
Kepada masyarakat, ia menyampaikan agar dapat dimanfaatkan dengan memeriksakan kesehatan dan berkonsultasi dengan para dokter.
“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah sebagai mitra strategis IDI dalam mengupayakan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di Papua. Selamat ulang tahun, hadir melayani dan mengabdi untuk masyarakat dengan hati,” tandasnya.
Warga Distrik Mimika Timur memadati pemeriksaan kesehatan
Mewakili pemerintah daerah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika Herry Onawame mengucapkan terimakasih kepada seluruh dokter dan tenaga kesehatan yang telah mengabdikan diri dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kita sedang menyaksikan wujud nyata kepedulian, pengabdian dan kemanusiaan melalui kegiatan Bakti Sosial,” katanya.
Menurutnya, noken bukan sekedar tas tradisional melainkan simbol kehidupan, kebersamaan, kasih sayang dan tanggung jawab. Noken mengajarkan untuk membawa sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.
“Karena itu, saya memaknai Noken Medis sebagai simbol kepedulian para dokter yang membawa harapan dan kasih kepada masyarakat. Noken boleh sederhana tetapi nilai yang dibawanya sangat besar,” tukasnya.
Ia menyampaikan kondisi geografis Mimika merupakan tantangan sendiri dalam pemerataan pelayanan kesehatan, karena itu Pemerintah Mimika terus mendorong peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan.
“Saya berharap kegiatan Noken Medis tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan pelayanan kesehatan berkelanjutan dan menjangkau masyarakat hingga ke kampung-kampung.
Lanjutnya, para dokter harus menjadi bagian dari solusi terhadap kesehatan masyarakat. Pelayanan kesehatan bukan hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit atau puskesmas tetapi bagaimana hadir untuk masyarakat yang lebih membutuhkan.
“Jadilah dokter yang bukan hanya hebat dalam ilmu pengetahun tetapi besar dalam kepedulian dan kemanusiaan. Karena bagi masyarakat senyum seorang dokter, sapaan yang ramah dan pelayanan yang tulus terkadang menjadi awal dari sebuah kesembuhan,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Herawaty Rettob melalui Sekretaris I TP PKK Mimika Ny. Saralisa Rombe Payung mencanangkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dimana satu orang tua asuh satu anak dari 48 anak pendertia stunting yang ada di wilayah Distrik Mimika Timur melalui program “TELURKU ada 2”.
Sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika, TP PKK Mimika melalui Pokja IV menunjukkan komitmennya untuk menurunkan angka stunting karena setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kita ingin anak-anak Mimika tumbuh sehat, cerdas, kuat dan percaya diri. Kita ingin keluarga semakin memahami pentingnya gizi dan kesehatan. Kita juga ingin masyarakat semakin berdaya dalam menjaga kesehatan lingkungannya,” ujarnya.
IDI mengabdi, PKK peduli, orang tua angkat berbagi. Bersama cegah stunting demi masa depan anak-anak Mimika.
“Kami berharap kolaborasi antara IDI wilayah Papua, IDI Mimika, TP PKK Mimika, pemerintah distrik dan kampung, tenaga kesehatan dan para orang tua angkat dapat terus diperkuat. Mari kita jadikan Kampung Mapurujaya sebagai contoh bahwa persoalan kesehatan masyarakat dapat diatasi dengan semangat gotong royong, kepedulian dan kerja sama lintas sektor,” pungkasnya.
Selain Baksos Pekan Bakti Noken Medis, rangkaian HUT IDI ke 76 juga dilaksanakan perlombaan badminton dan soccer yang melibatkan para tenaga kesehatan. Selain itu, simposium dan terakhir gala dinner bersama seluruh pihak dan mitra strategis IDI Mimika. (Elfrida Sijabat)











