Masyarakat Distrik Agimuga Khawatir, OKIA Minta Tim Gugus Segera Lakukan Rapid Tes Massal
Perwakilan OKIA saat mendatangi Wabup Mimika
MIMIKA,BM
Pekan lalu, salah satu petugas kesehatan yang ditugaskan dari Timika ke Agimuga ditemukan meninggal dunia. Petugas ini dikabarkan baru seminggu berada di Agimuga.
Akibatnya, hingga saat ini masyarakat Distrik Agimuga merasa khawatir karena menurut mereka, ketika tim kesehatan menggunakan helikopter ke Agimuga guna menjemputnya, mereka gunakan pakaian APD seperti tengah menangani pasien Covid-19.
Informasi ini kemudian disampaikan oleh masyarakat kepada Organisasi Kaum Intelektual Amungsa (OKIA). Bahkan salah satu kepala kampung di Agimuga mendatangi OKIA, Selasa (5/5) pagi guna menyampaikan hal tersebut.
Usai mendengarkan kebenaran informasi ini, Ketua Tim Penanganan Covid-19 OKIA, Yohannes Kemong kemudian membuat video pendek yang mengisahkan kisah tersebut agar segera mendapat respon oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemda Mimika.
Kepada BeritaMimika, malam ini, Yohanes Kemong meminta Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Mimika transparan, jujur dan secara detail menyampaikan informasi ini. Jika almarhum perawat tersebut meninggal karena Covid-19 maka tim gugus harus berani menyatakannya.
"Ada yang bilang petugas kesehatan yang meninggal itu karena asma, katanya juga sakit lain tapi pihak Dinas Kesehatan dari Timika jemput dengan coper pakai APD lengkap, bawa datang ke Timika kemudian pemakamannya secara Covid-19. Ini artinya tidak ada keterbukaan dari tim Covid-19," ungkap Yohanes Kemong.
Menurut Yohanes, Agimuga merupakan distrik kecil dan penduduknya merupakan Orang Asli Papua (OAP) Suku Amungme. Ia meminta tanggungjawab Tim Gugus Tugas terhadap situasional tersebut.
Pasalnya, jika almarhum diketahui meninggal karena Covid-19 maka secara tidak langsung virus ini sudah menyebar di masyarakat Agimuga.
“Mereka harus jujur dan terbuka. Kalau meninggal karena covid-19 maka kami mohon Tim Gugus Tugas turun segera lakukan rapid tes masal dan kontak tracing di sana sebelum semua warga di sana terpapar virus ini,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan Tim Gugus Tugas bahwa dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, perawat kesehatan yang dikirim ke distrik-distrik di luar Kota Timika harus memenuhi protokoler pencegahan Covid-19, artinya mereka harus sehat termasuk tidak memiliki riwayat penyakit bawaan.
“Ini keadaan berbeda dengan sebelumnya. Petugas yang turun harus benar-benar selektif secara kesehatan. Kalau sudah begini kan masyarakat Agimuga panik dengan apa yang terjadi. Kami mendesak pihak Covid-19 dalam waktu dekat ini segera naik ke Agimuga termasuk kasus hari Senin kemarin turun periksa semua, ambil tindakan dan jangan biarkan saja sampai masyarakat banyak yang terpapar,"ujarnya.
Menyikapi hal ini, sore tadi Yohanes Kemong bersama salah satu tokoh masyarakat Suku Amunge menemui Wakil Bupati Mimika Yohannes Rettob.
Mereka meminta pemerintah daerah segera menyikapi keadaan ini. Apalagi Agimuga dan distrik-distrik terluar lainnya berada dalam kategori zona hijau.
“Kami ketemu Wakil Bupati Mimika, Bapak Yohannes Rettob untuk sampaikan keadaan ini. Kenapa? Karena kalau lama dibiarkan maka kami tidak tahu mau bilang apa lagi dengan masyarakat kami di Agimuga. Kami sudah sampaikan banyak hal ke beliau dan kami minta untuk segera dapat respon dari Tim Gugus Tugas,” ungkapnya. (Shanty)



