Hebatnya Perawat Diukur Dari Pengabdiannya Pada Masyarakat

Pelepasan balon HUT PPNI ke-46
MIMIKA, BM
Dalam rangka menyambut HUT Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ke-46 yang jatuh pada tanggal 17 Maret, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Kabupaten Mimika menggelar Bakti Sosial Pembersihan Jalan dan Penanaman Pohon Caliandra yang dilangsungkan di lapangan Timika Indah Jumat (13/3).
Kegiatan ini mengusung tema "Perawat Hebat Rakyat Sehat" dan dihadiri oleh ratusan perawat yang berasal dari perwakilan tiap DPK yang ada di Mimika diantaranya DPK Puskesmas (PKM) Jileale, Timika Jaya, Pasar Sentral, Bhintuka, Kwamki Narama, RS. Kasih Herlina dan RS Tjandra Medika.
Pembersihan jalan dimulai dari lapangan Timika Indah menuju jalan Cenderawasih dan di sepanjang median jalan di tanam pohon 100 bibit pohon Caliandra.
Penanaman pohon diawali oleh Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PPNI Provinsi Papua Jems KR Maay dilanjutkan Ketua DPD Mimika Samuel Karmite dan perwakilan Pemda Mimika.
Usai penanaman pohon acara kembali dipusatkan di Lapangan Timika Indah dengan menggelar pelepasan balon HUT PPNI ke-46 secara bersama-sama.
Wakil Ketua I DPW PPNI Provinsi Papua Jems KR Maay mengatakan hebatnya seorang perawat bukan ada di klinik, rumah sakit atau tempat praktek tetapi kehebatannya diwujudkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
"Hebatnya perawat diukur dari apa yang dibuat seperti salah satunya kegiatan bakti sosial ini. Perawat adalah mitra pemerintah, kita siapkan program yang mendukung visi misi bupati. Mari singsingkan lengan baju, bergandengan tangan kita bersihkan kota ini bersama," ucapnya.
Dikatakan jumlah perawat yang ada di seluruh Papua berkisar 15.000 dimana 1.200 terdaftar ada di Kabupaten Mimika.
"PPNI hadir adalah wujud pelayanan kami kepada pemerintah, jadi jangan hanya mengedepankan profesi dokter saja tetapi perawat juga. Tugas dokter beberapa jam tetapi selanjutnya adalah perawat, kami mau melayani, kami rindu menyalurkan apa yang ada pada kami," imbuhnya.
Ia berharap pemerintah daerah menerima setiap konsolidasi profesi dan program kerja DPD dan selalu memberikan dukungan sehingga apa yang diharapkan Rakyat Sehat Negara Kuat dapat terwujud.
Ia menuturkan setiap perawat harus memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Jika belum untuk diatas 2013 maka wajib mengikuti uji kompetensi. Sementara di bawah 2013 langsung ada pemutihan oleh DPD untuk diakomodir.
Dikatakan untuk menghadapi PON XX, akan dikerahkan 160 perawat yang dilengkapi dengan emergency lapangan.
"Pengetahuan tentang emergency lapangan harus ditingkatkan dan perawat tidak bisa melayani pasien tanpa STR," tandasnya. (Elfrida)



