Hasil Pemeriksaan MBS, 70 Orang Positif Malaria di Wilayah Kelurahan Dingo Narama

Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan terhadap warga di Jalan Elang

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melalui Puskesmas Timika melaksanakan Pemeriksaan Darah Massal atau Mass Blood Survey (MBS) dan pengobatan untuk Malaria.

Pemeriksaan darah massal telah dimulai sejak tanggal 27 Oktober 2022 yang dimulai di 4 sekolah yakni SDN 4, SDI Kwamki, TK dan SD Tiga Raja dan TK, SD, SMP dan SMA Yapis.

Selain sekolah, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan ke masyarakat dengan sistem door to door dengan lokasi khusus di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

Deteksi dini dilakukan dengan upaya pencarian dan penemuan penderita malaria melalui Mass Blood Survey (MBS), sekaligus pula melaksanakan pemeriksaan terhadap masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Puskesmas Timika, Dokter Mozes Untung saat ditemui, Rabu (2/11/2022) mengatakan, phaknya berupaya keras untuk menurunkan tingkat penularan malaria dengan cara pengambilan darah untuk menemukan penderita positif dan melakukan pengobatan yang tepat pada masyarakat wilayah sasaran.

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan guna menurunkan tingkat penularan penyakit malaria yaitu dengan mengidentifikasi sedini mungkin penderita yang terserang penyakit malaria.

Kemudian memperoleh data kasus positif di lokasi sasaran, serta menurunkan sumber penularan dengan melakukan pengobatan terhadap semua penderita positif.

“Upaya yang lebih mendasar dari pencegahan penyakit malaria adalah dengan memelihara kebersihan lingkungan dan membiasakan hidup bersih dan sehat” sebutnya.

Hasil pelaksanaan Mass Blood Survey (Pemeriksaan Darah Massal) dan pengobatan untuk Malaria oleh Puskesmas Timika di Kelurahan Dingo Narama baik di tingkat sekolah dan masyarakat umum dari tanggal 27 Oktober 2022 hingga 1 November 2022, sebanyak 1.896 orang diperiksa dan ditemukan jumlah positif malaria sebanyak 70 orang.

"Dari 70 orang positif malaria itu yang Malaria Tropika 27 orang, Malaria Tersiana 34 orang dan Malaria Mix sebanyak 9 orang. Dan 70 orang ini langsung diobati," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top