Lawan DBD dan Kasus Malaria yang Cukup Tinggi, Kelurahan Dingo Narama Gelar Jumat Bersih

Pegawai kelurahan bersama warga Dinggo Narama saat membersihkan jalan dan selokan

MIMIKA, BM

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktovina Naa bersama warga menggelar Jumat Bersih dengan bergotong royong membersihkan kiri kanan jalan hingga drainase.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama masyarakat di Jalan Elang, Jumat (21/10/2022).

"Kalau yang kali ini dilakukan karena merupakan aksi perubahan saya tentang Jumat bersih. Tahapan sudah dilalui dan sekarang actionnya dengan tim kerja, staf, RT, PKK, Puskesmas Timika dan Puji Tuhan warga banyak yang terlibat juga dalam kegiatan ini," Kata Kepala Kelurahan Dingo Narama Oktavina Naa saat diwawancara disela-sela kegiatan.

Oktavina mengatakan, bahwa saat ini lokusnya yang diambil adalah Jalan Elang dan kedepan akan terus berlanjut ke lainnya yang masuk dalam wilayah Kelurahan Dingo Narama.

Menurutnya gotong royong ini sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh pihak Kelurahan Dingo Narama dan masyarakat dalam rangka Jum'at bersih yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

"Untuk kegiatan rutinitas kami di Kelurahan Dingo Narama sudah berjalan dan kami biasanya lihat dimana yang kotor sekali di situ lokasi yang kami turun. Tapi karena aksi perubahan saya ambil kegiatan jumat bersih jadi lebih ditingkatkan lagi," Ujarnya.

Menurutnya kebersihan harus terus digalakan karena berdasarkan hasil riset wilayah Kelurahan Dingo Narama memiliki kasus demam berdarah dan malaria terhitung tinggi terutama di RT 9, RT 10 dan RT 5.

"Kasua malaria di kita juga masih tinggi jadi saya berharap ada kesadaran dari masyarakat supaya lingkungan rumahnya dibersihkan jangan tunggu petugas datang hari Jumat baru bersih-bersih. Kan kita bersih itu tidak harus hari Jumat tapi setiap hari harus bersih. Kita bersih, dalam rumah bersih baru kita keluar. Jadi lingkungan harus bersih biar terhindar dari malaria dan banjir,"ujarnya.

Ia juga menyadari bahwa terjadinya penyumbatan di draenase karena warga sering membuang sampah di draenase sehingga menyebabkan banjir. Selain itu jadi sarang jentik malaria dan DBD.

"Saya berharap masyarakat sadar akan kebersihan biar kita menciptakan lingkungan yang bersih, indah, ramah dan semoga ini menjadi contoh dan tetap akan berlanjut terus. Semoga ini juga bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain. Kalau kita berhasil pasti akan menjadi icon untuk kelurahan lain," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top