TP-PKK Distrik Wania Prioritaskan Stunting Dapat Ditekan di Wilayahnya

Ketua TP-PKK Wania, Dewi Wakum saat mengunjungi salah satu keluarga terkait stunting di Wania
MIMIKA, BM
Baru sebulan dilantik tepatnya pada 4 Mei 2021 , Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) Distrik Wania langsung action (bekerja-red) untuk memperhatikan kasus stunting yang terjadi di wilayahnya.
Kasus stunting atau yang lebih dikenal dengan gangguan pertumbuhan pada anak (pendek) masih terjadi di Kabupaten Mimika salah satunya di Distrik Wania dimana terdapat lebih dari 200 anak disana mengalami stunting.
Hal ini tidak luput dari perhatian TP-PKK Distrik Wania. Bahkan mereka menjadikan masalah ini sebagai salah satu prioritas kerja.
Ketua TP-PKK Distrik Wania Ny. Dewi Wakum didampingi Sekretaris Ny. Johana Nussy dan Ketua Pokja IV Ny. Selly Tekege turun lapangan ke Kampung Mandiri Jaya dan Kampung Kadun Jaya untuk melihat secara langsung kondisi anak-anak yang terdampak tersebut.
Kepada BeritaMimika Ketua TP-PKK Distrik Wania Ny. Dewi Wakum, Senin (14/6) melalui pesan whatsapp mengatakan saat turun lapangan ditemukan bahwa balita yang mengidap stunting ini kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Ibu hamil juga masih ada yang belum paham akan pentingnya asupan gizi bayi di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Mereka juga tidak mengetahui betapa pentingnya memeriksakan diri di Puskesmas atau Posyandu untuk mendapatkan vitamin,” tuturnya.
Hal ini juga dikatakannya menjadi program prioritas TP PKK Distrik Wania untuk membantu pemerintah dalam rangka mengurangi dan mencegah Stunting di Mimika.
“Setelah ini kami akan turun ke kampung dan kelurahan lain yang ada di Distrik Wania. Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan Puskesmas Wania bersinergi dalam menangani stunting,” ungkapnya.
Bukanlah hal mudah dikarenakan banyaknya kasus yang terjadi, namun demikian Ny. Dewi Wakum beserta pengurus optimis untuk melihat persoalan yang terjadi.
“Harapan saya kepengurusan PKK tingkat kampung dan kelurahan segera di bentuk dan di lantik agar kami dapat bekerja lebih maksimal karena untuk pemantauan stunting ini kami tidak bisa bekerja sendiri,” harapnya. (Elfrida)



