Ekonomi dan Pembangunan

Puluhan Ketua RT Kebun Sirih Lakukan Aksi Protes


Puluhan Rt dan warga yang mendatangi kantor kelurahan

MIMIKA, BM

Puluhan ketua RT bersama warga wilayah Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru mendatangi Kantor Kelurahan Kebun Sirih untuk melakukan aksi protes sekaligus penolakan atas bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang hanya diberikan kepada 10 Kepala Keluarga (KK).

Aksi protes oleh ketua-ketua RT yang dilakukan pada Kamis (16/4) diterima langsung oleh Kepala Kelurahan Kebun Sirih Yustinus Sanadi.

Pembagian seperti ini menurut mereka tidak adil dan bisa menimbulkan masalah karena imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah maupun pembatasan waktu beraktifitas membuat warga kesulitan dalam hal ekonomi keluarga.

Ketua RT 8, Hans Molama mewakili 23 Ketua RT wilayah Kebun Sirih dan warganya menyampaikan bahwa pembagian bantuan dari Pemda Mimika harus merata tidak ada yang istimewa. Jika hanya 10 KK yang didaftarkan maka sebaiknya bantuan tersebut jangan diberikan.

“Kami disini banyak yang bekerja sebagai pendulang dan tukang ojek. Jadi kalau pemda mau bantu harus semua. Kami semua punya KTP Timika dan kami ini warga Timika yang juga kena dampak dengan diberlakukan tinggal dalam rumah, jaga jarak dan ada batas beraktifitas,” tutur Hans.

Hans berharap, pemerintah bisa mengevaluasi kembali tentang jumlah penerima bantuan agar semua warga bisa menerima. Karena di Kelurahan Kebun Sirih hampir sebagian besar warga tidak punya pekerjaan tetap, seperti pendulang, tukang ojek dan buruh bangunan.

Menanggapi aksi protes para ketua RT bersama warga, Kepala Kelurahan Kebun Sirih Yustinus Sanadi mengaku iapun bingung bagaimana mau menyampaikan keputusan terkait hanya 10 KK yang menerima bantuan tersebut kepala para RT. Apalagi ketika dibagikan tidak ada pertemuan atau rapat bersama.

Yustinus menjelaskan, bahwa terkait pembagian bantuan ini dirinya hanya menerima pesan melalui WhatsApp bukan mengikuti rapat bersama distrik atau pemerintah daerah.

Terkait penolakan bantuan ini dirinya tidak berani untuk mengambil keputusan, karena apa yang disampaikan warga dan ketua RT akan dikembalikan kepada pemerintah.

"Iya memang pembagian yang hanya mengakomodir 10 KK akan menjadi masalah karena Kelurahan Kebun Sirih membawahi 23 RT dan itu ada ratusan bahkan ribuan kepala keluarga sehingga saya tidak berani mengambil resiko dengan adanya pembagian bantuan hanya kepada 10 kepala keluarga saja,"ungkapnya. (Shanty 

Masyarakat Keluhkan Naiknya Harga Gula, Disperindag Akan Lakukan Pengecekan Harga Sembako

Tempat pedagang sembako di Pasar Sentral

MIMIKA,BM

Pembatasan sosial telah dilakukan Pemerintah Daerah Mimika sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, namun sayangnya hal ini berdampak pada naiknya harga sembako di pasar.

Warga mengeluhkan naiknya harga gula yang kini berkisar antara Rp 25 ribu hingga 30 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 17-18 ribu.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga mengatakan bahwa bukan hanya gula namun beberapa kebutuhan sembako lainnya pun saat ini mengalami kenaikan.

Terkait hal ini, Yoga mengatakan sudah ada instruksi dari Bupati Mimika agar instansi teknis (terutama disperindag) melakukan pengawasan terhadap harga sembako termasuk BBM.

Menurutnya, tim tersebut sudah dibentuk, namun hingga saat ini masih menunggu petunjuk dari kepala dinas karena pengawasan ini bukan hanya dilakukan di seputaran kota Tinika namun hingga ke distrik-distrik jauh.

"Sudah ada tim tapi kita hanya tunggu surat tugas dari kepala dinas baru kita turun langsung ke lapangan. Nanti pengawasannya langsung ke pedagang,"tutur Yoga Pribadi saat dihubungi wartawan BeritaMimika.

Yoga mengatakan, untuk melaksanakan instruksi tersebut harus ada dasar hukum yakni surat tugas. Kenaikan harga juga menurut Yoga, dikarenakan terbatasnya jam operasional yang hanya dibuka hingga pukul 14.00 WIT.

Ia berharap agar pedagang tidak mengambil kesempatan ini untuk memainkan harga dengan seenaknya. Ia memastikan dalam waktu dekat disperindag akan meninjau langsung persoalan ini.

"Mudah-mudahan dalam satu dua hari ini sudah ada surat tugasnya agar kita bisa cepat lakukan pengawasan. Kita akan cek penyebabnya apa sehingga harga sembako jadi naik karena banyak warga mengeluhkan hal ini. Kita semua harus pahami kondisi ini tapi jangan sampai kita mencari keuntungan yang berlebihan saat semua orang menderita karena situasional ini,” harapnya. (Shanty

Beri Bantuan Ke Distrik Kuala, Wabup Minta Bama Tidak Dijual

Wabup John saat menandatangani berita acara penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

Guna menjamin kebutuhan masyarakat terutama masyarakat yang berekonomi lemah dikarenakan situasi pandemik covid-19, Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika telah menyiapkan bantuan berupa sembako.

Bantuan tersebut sudah mulai disalurkan sejak Jumat (10/4) di Distrik Mimika Timur, menyusul Sabtu (11/4) di Distrik Kwamki Narama dan pada hari ini, Senin (13/4) bantuan diberikan kepada masyarakat di Distrik Kuala Kencana.

Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Pejabat Sekda Mimika Marthen Paiding dan sejumlah pimpinan OPD.

Adapun bantuan yang diberikan kepada Distrik Kuala Kencana diantaranya, 75 ton beras, indomie 4.000 karton, telur 200 rak, 400 liter minyak goreng, 8.000 renteng kopi, gula pasir 4.000 kg dan teh celup 4.000 dos.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob mengatakan, Ini adalah hari ke 3 dimana pemerintah daerah mendistribusikan sembako untuk masyarakat.

Tentu warga Mimika telah memahami kondisi saat ini yang tengah melanda Indonesia, Papua dan Mimika. Ia berharap apa yang selama ini diinstruksikan pemerintah daerah ditaati oleh masyarakat.

"Ini ada bama yang diberikan untuk masyarakat melalui kepala distrik. Distrik akan menyerahkan ke kepala kampung dan kepala kampung yang akan membaginya kepada masyarakat. Harus dibagi sesuai dengan data yang ada," tutur Wabup John.

Wabup John meminta agar bantuan yang diberikan tepat sasaran terutama kepada warga yang mengalami keterbatasan karena kondisi ini. Bantuan tidak disalurkan untuk ASN, karyawan swasta maupun pekerja lainnya yang memiliki pendapatan memadaai.

Jadi, lanjutnya, pendistribusiannya sebaiknya diatur secara baik. Diharapkan dengan adanya bantuan ini masyarakat bisa terbantu dan tetap tinggal di dalam rumah, ikuti himbauan yang ada untuk menjaga kesehatan.

"Di Mimika penyebaran virus ini sudah cukup banyak, tolong perhatikan warganya jangan kesana kemari. Kalau dibilang pembatasan sampai jam 2 siang maka itu harus betul-betul jam 2. Mungkin besok kita sudah pakai aparat keamanan untuk kalau ada yang masih macam-macam kita pukul saja tapi sekarang masih berharap kepala kampung memperhatikan hal ini, melihat masyarakatnya,"ujarnya.

Katanya, karena pembatasan itu maka pemerintah memiliki tanggung jawab lebih dalam melihat kehidupan ekonomi masyarakatnya.

Wabup John menegaskan sembako ini tidak boleh dijual dan harus sampai di tangan masyarakat. Jika ada laporan penyelewengan dari masyarakat maka kepala kampung dan yang bertugas kendiatribusikan bantuan akan dipidanakan.

"Sebagai aparat kita harus betul-betul berikan untuk masyarakat, kita perhatikan betul masyarakat. Ada laporan kalau beras ini tidak sampai ke masyarakat hanya sampai di kepala kampung saja. Jadi saya harap itu tidak boleh. Bantuan yang diberikan ada beras, indomie, kopi, teh celup, telur, gula pasir dan minyak goreng. Jangan ada yang kemudian menjualnya. Baik kepala kampung maupun warga yang dapat bantuan,"tegasnya.

Wabup juga menghimbau agar masyarakat dan para perangkat kampung selalu menggunakan masker. Masker dapat dibuat sendiri dengan menggunakan kain, mengingat Mimika saat ini kehabisan stok masker.

Sementara, Kepala Distrik Kuala Kencana, Evert Hindom saat dihubungi mengatakan, bantuan tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat dari 8 kampung yang benar-benar membutuhkan.

"Ini nanti kita akan berikan untuk 8 kampung. Namun karena ada 2 kelurahan sehingga kesepakatan dengan para kepala kampung nanti akan di bagi juga kepada 2 kelurahan untuk dapat dibagi kepada warga mereka juga," tutup Evert Hindom. (Shanty

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top