Ekonomi dan Pembangunan

Cek Progres Kerja Fisik dan Manfaat Program, Tim Wasef Tinjau Langsung ke Kampung Pigapu

Brigjen TNI Heri Susanto saat mengecek progres pekerjaan disalah satu rumah warga yang dibangun dengan didampingi Dansatgas TMMD. 

MIMIKA, BM

Progres kerja berbagai sasaran dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke‑124 Kodim 1710/Mimika hingga saat ini sudah mencapai 50 persen. 

Oleh karena itu, untuk memastikan capaian tersebut, tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) yang dipimpin Waaster Kasad Bidang Wanwil dan Kermater, Brigjen TNI Heri Susanto melakukan kunjungan kerja dengan meninjau langsung ke lokasi di Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Senin (19/05/2025).

Usai meninjau, Brigjen TNI Heri Susanto menyampaikan bahwa kunjungan bersama tim Wasev TMMD ke-124 untuk melihat langsung capaian pembangunan yang dilaksanakan Kodim 1710/Mimika.

Dimana fokus utama di Kampung Pigapu ini adalah pembangunan rumah layak huni tipe 36 bagi warga yang telah diseleksi bersama kepala desa dan TNI. 

"Saya apresiasi progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 50 persen dalam 15 hari. Direncanakan, seluruh kegiatan fisik rampung sebelum penutupan TMMD pada 4 Juni 2025," ujarnya. 

Sementara itu Dandim 1710/Mimika yang juga selaku Dansatgas TMMD mengatakan kunjungan ini dalam rangka melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan TMMD ke-124 Kodim 1710/Mimika yang saat ini sedang berlangsung.

"Kedatangan tim Wasev untuk melaksanakan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD, yang mana tujuan kegiatan TMMD ini untuk membantu percepatan pembangunan di daerah, serta untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat sekaligus sebagai sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat benar-benar dapat tercapai," katanya. 

Perlu diketahui sebelum meninjau langsung kelokasi pengerjaan, tim Wasev terlebih dahulu mendengarkan paparan dari Dansatgas TMMD ke-124 Letkol Inf Slamet Wijaya di Makodim 1710/Mimika.

Tinjauan yang dilakukan oleh tim Wasev ini meliputi pembangunan rumah type 36, pembangunan MCK dan sumur bor, dan perehaban gereja serta meninjau lokasi pembukaan lahan tidur menjadi lahan produktif.

Dalam kesempatan tersebut, tim Wasev juga menyerahkan bantuan kepada kelompok tani Noken Naena berupa bibit, pupuk, obat dan alat pertanian.

Bahkan tim juga bertatap muka dan berbincang dengan masyarakat. Selain itu berkesempatan menyerahkan bantuan kepada kelompok tani Noken Naena berupa bibit, pupuk, obat dan alat pertanian.

Selain itu Tim Wasev juga berkesempatan untuk bertatap muka dan berbincang dengan masyarakat serta memberikan bantuan berupa sembako. (Ignasius Istanto)

Jelang Idul Adha, Karantina Papua Tengah Perketat Pengawasan Pemasukan Ratusan Hewan Kurban

Petugas Karantina sedang memeriksa hewan kurban

MIMIKA, BM 

Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) melakukan pemeriksaan terhadap pemasukan ratusan ekor sapi dan kambing asal Maluku Tengah dan Tual yang masuk melalui Pelabuhan Pomako Timika. 

Pengawasan dan pemeriksaan karantina dilakukan guna menjamin kesehatan dan kelancaran lalu lintas hewan, khususnya jelang Idul Adha yang mengalami kenaikan jumlah. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Karantina Papua Tengah, Ferdi pada Sabtu (17/5/2025). 

"Pemeriksaan dokumen dan fisik selalu kita lakukan. Terlebih menjelang Idul Adha, dimana lalu lintas hewan lebih sering dan lebih banyak dilakukan, melalui pengawasan dan pemeriksaan karantina. Kami pastikan hewan maupun produknya yang masuk sehat dan layak konsumsi," jelas Ferdi.

Ferdy mengatakan jelang perayaan Idul Adha 1446 Hijriah, lalu lintas hewan kurban meningkat drastis. Berdasarkan data sistem Best Trust sejak Januari hingga awal Mei 2025 telah tercatat empat frekuensi pemasukan dengan jumlah hewan kurban sebanyak 514 ekor atau setara 10 miliar. Diprediksi jumlah tersebut akan terus meningkat hingga perayaan Idul Adha. 

Lebih lanjut, Ferdi menjelaskan bahwa hewan kurban yang masuk sampai saat ini sebanyak 377 ekor sapi dan 137 ekor kambing.

Ia menghimbau kepada pelaku usaha ternak yang ada di Mimika untuk melaporkan dan memeriksakan hewan ternak yang dilalulintaskannya kepada Karantina. 

"Hal ini kita lakukan untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan dari daerah ke Mimika dan sebaliknya," ungkap Ferdy.

Adapun sanksi pidana bagi peternak atau masyarakat pada umumnya yang tidak melaporkan kepada petugas karantina pada saat membawa keluar atau masuknya hewan ke Mimika, berdasarkan pasal 88 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, dapat dikenai ancaman sanksi pidana berupa pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebanyak Rp2 miliar rupiah.

"Demi menjamin kelancaran lalu lintas dan memastikan hewan kurban sehat dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), selain melakukan pemerisaan dan kesesuaian dokumen, Karantina Papua Tengah juga melakukan serangkaian pemeriksaan lainnya seperti pengambilan sampel darah hewan untuk dilakukan uji laboratorium,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Berikan Layanan Kesehatan Gratis, Tim Kesehatan Satgas TMMD Datangi Rumah Warga

Kolaborasi Satgas TMMD dengan warga saat membuat sumur bor. 

MIMIKA, BM

Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Regulet ke-124 Kodim 1710/Mimika saat ini sedang mengerjakan pembuatan sumur bor sebagai bagian dari program TMMD untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. 

Pengerjaan 5 titik sumur bor yang tersebar di Distrik Iwaka adalah upaya nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sangat penting untuk kesehatan dan kesejahteraan. 

Pengerjaan sumur bor yang mencapai 8 persen dihari ketiga Kamis (08/05/2025) dilakukan dengan kolaborasi antara Satgas TMMD dan masyarakat setempat. 

Sehingga dengan adanya sumur bor, masyarakat diharapkan tidak lagi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, memasak, dan mencuci. 

Komandan Kodim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S. Sos., M. Han., M.A. selaku Dansatgas TMMD, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang telah ditetapkan.

“Pembuatan sumur bor ini sangat penting bagi masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. Kami terus mengupayakan agar proses pengeboran berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujarnya. (Ignasius Istanto)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Jamin Keandalan Listrik Nataru, PLN UP3 Timika Siagakan Personel 24

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-23 12:06:31

Jelang Nataru Disnakkeswan Sidak Pedagang Daging di Pasar Sentral

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 13:15:56

Dukung Swasembada Pangan, Polres Mimika Panen 2 Ton Jagung

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-19 05:09:09

80 Peserta UMKM Diberi Pelatihan Sistem E-Katalog

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-12 04:04:51

BPS Mimika Catat Inflasi Mimika 1,77 Persen Pada November 2025

Ekonomi dan Pembangunan 2025-12-02 13:03:39

Top