Warga Timika Antri Gas 12 Kg, Stok Diperkirakan Tiba Rabu

 Warga Timika Mengantre Gas 12 Kg, Pertamina Pastikan Pasokan Tiba

MIMIKA, BM

Antrian panjang pembelian gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 12 kilogram terjadi di Kota Timika.  Hal tersebut dikarenakan, ketersediaan LPG di Timika masih terbatas.

Dari tiga agen yang ada, hanya satu agen yang aktif melayani penjualan kepada masyarakat.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon II Papua Tengah, Junaedi Kalla, saat ditemui wartawan di lokasi agen tersebut, mengatakan, bahwa keterbatasan stok terjadi karena distribusi sementara difokuskan di satu agen, yakni PT Mitra Indimatam Nusantara di wilayah Nawaripi.

"Gas masih ada, stok kita masih ada di Timika, dan memang kondisinya masih ada di satu agen saja. Namun penjualan dibatasi hanya untuk kebutuhan rumah tangga. Sedangkan, untuk dua agen lainnya memang kondisi stoknya sudah habis," katanya.

Meskipun demikian, Juna memastikan, supplai atau stok gas akan segera tiba di Mimika besok tanggal 8 April dan 13 April 2026.

"Kami pastikan next supply-nya dan tanker, untuk dari Surabaya dan Makassar itu di tanggal 8 dan tanggal 13 estimasinya (tiba di Mimika-red), seperti itu," ungkapnya.

Menurut catatannya, stok gas ukuran 5,5 kg masih tersedia sekitar 2000 tabung dan ukuran 12 kg masih tersedia sekitar 1000 tabung.

"Jadi insya Allah untuk stok tabung kita untuk 5,5 kg itu masih ada di kisaran 2000-an, kalau untuk yang 12 kg itu di kisaran 1000-an dan itu masih bisa mem-backup sampai 5-6 hari ke depan. Seperti itu," jelasnya.

Sementara itu, Pemilik PT Mitra Indimatam Nusantara H Tajrimin, mengatakan, pihaknya siap untuk terus melayani dan membantu masyarakat yang ingin membeli gas.

"Kalau kekosongan gas itu tidak, ini hanya menunggu supplai dari Sulawesi Selatan," ujarnya.

H Tajrimin menambahkan, di Makassar pihaknya memiliki tabung gas sebanyak hampir 6000, dan yang telah terisi sekitar 2000 lebih.

"Mudah-mudahan dari Makassar untuk kita di Mimika nanti diberikan semua 2000 tabung supaya tidak terjadi kelangkaan," Harapnya.

Ia merasa kasihan kepada masyarakat jika harus mengantri untuk membeli.

"Kelihatannya mungkin besok sudah tidak jualan gas 12 kg lagi, kecuali ukuran 5,5 dan 50 kg, yang 12 kg ini yang mungkin terakhir hari ini kita jualan," pungkasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk tetap bijak dalam membeli dan tidak melakukan penimbunan, sembari menunggu pasokan tambahan yang dijadwalkan segera tiba. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top