Wabup John Tinjau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar dan Mall
Wabup John ketika berbincang-bincang dengan sekuriti Diana Mall
MIMIKA, BM
Terhitung lima hari sudah sejak Jumat (5/6) hingga Selasa (9/6) Mimika memberlakukan Status Tanggap Darurat Pra New Normal Covid-19.
Guna melihat sejauh mana penerapan instruksi ini dan bagaimana kepatuhan masyarakat Mimika termasuk dunia usaha, Wakil Bupati Johannes Rettob melakukan lawatan ke sejumlah tempat.
Beberapa tempat yang didatanginya adalah Pasar Sentral, ex Pasar Swadaya, Diana Shoping Centre, Timika Mall dan sejumlah ruko serta kios warga.
Kepada BeritaMimika, Wabup John Rettob mengatakan penerapan protokol kesehatan di pasar tidak berjalan sesuai arahan pemerintah daerah.
Ia mengatakan masih menemui banyak pembeli terutama pedagang atau penjual tidak mematuhi protokol kesehatan. Masih banyak yang ditemui tidak menggunakan masker, tidak ada area pembatasan belanja dan masih banyaknya pedagang maupun pembeli yang berkerumun.
“Di pasar jauh dari apa yang kita harapkan. Makanya saya sudah ingatkan petugas untuk perketat dan pertegas arel pasar. Siapapun yang masuk tidak pakai masker disuruh balik. Semua penjual harus pakai masker dan tidak boleh berkerumun dalam kelompok-kelompok kecil. Ini masih saja terjadi sehingga harus terus diingatkan,” ungkapnya.
Menurutnya, penularan corona paling nyata saat ini adalah tempat keramaian. Pasar dan tempat perbelanjaan semisal swalayan dan ruko termasuk kios warga tanpa disadari bukan hanya menjadi tempat transaksi ekonomi namun juga virus. Karena ramai dengan aktifitas. Kondisi ini semakin runyam jika para pemiliknya tidak mengindahkan protokol kesehatan.
Sebelum memasuki Timika Mall, Wabup Mimika mencuci tangannya
“Ini yang harus kita semua sadari bersama. Harus ada jarak transaksi antara penjual dan pembeli. Ini baru berapa hari penerapan new normal tapi melihat kondisi di pasar, kita harus atur dengan baik. Kita semua akan upayakan ini supaya keadaan di pasar lebih tertib. Muda-mudahan kita bisa buat,” ungkapnya.
Ketika di Diana Mall, Wabup John memuji penerapan protokol kesehatan yang diterapkan manajemen Diana. Menurutnya apa yang dilakukan sudah sangat standar.
“Diana sudah cukup bagus. Orang sebelum masuk harus cuci tangan, wajib pakai masker, suhu udara juga di cek, di dalamnya juga tidak boleh berdesak-desakan. Seperti ini yang kita harapkan. Timika Mall juga sama hanya belum semua, harapan kita mudah-mudahan tempat lain juga menerapkan hal yang sama. Kios dan ruko juga ada yang menerapkan ini misalnya tempat pencucian tangan tapi ada juga yang belum, terutama atur jarak pembeli dan penjual,” jelasnya.
Ia meminta agar petugas keamanan di pusat-pusat perbelanjaan baik di pasar maupun tempat swalayan termasuk mall harus tegas dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kita akan lihat trend kasusnya seperti apa setelah Pra New New Normal baik di pasar maupun tempat perbelanjaan lainnya. Kalau masih 30 persen hasilnya sama maka kita belum bisa menuju ke New Normal, statusnya bisa saja diperpanjang. Tapi kalau keadaanya semakin mengkhawatirkan maka kita bisa juga kembali terapkan PSDD. Kita masih punya beberapa hari untuk evaluasi semua ini,” ungkapnya.
Sementara itu Lina, Direktur Unit Usaha Diana Shoping Centre mengatakan sejak awal virus ini mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah, pihaknya telah memberlakukan protokol kesehatan.
“Kalau secara pedapatan ada perbedaan karena kami biasa tutup jam 10 malam. Tapi dibandingkan sebelumnya (PSDD-red) ini mulai naik lagi walaupun belum normal. Kalau protokol kesehatah kita dari awal sudah terapkan mulai dari tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, wajib gunakan masker dan pemberlakukan jarak di dalam. Karena customer sehingga kami selalu ingatkan dengan pendekatan secara baik-baik. Tapi pada prinsipnya kalau suhu badan capai 38, tidak mau gunakan masker dan cuci tangan maka tidak diizinkan untuk masuk ke dalam,” ungkapnya. (Ronald)



