Budaya

Hari Pahlawan : TP-PKK Mimika Berikan Edukasi Cegah Perkawinan Anak Kepada Puluhan Pelajar SMA YPPK Tiga Raja

 Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

Di Momen Hari Pahlawan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika gelar Sosialisasi Cegah Perkawinan Anak di lingkup sekolah dengan menyasar para pelajar di jenjang sekolah menengah.

Sosialisasi dilaksanakan di aula SMA YPPK Tiga Raja, Kamis (10/11/2022) dan diikuti oleh puluhan pelajar. Kegiatan diprakasai oleh Pokja 1 TP-PKK Mimika.

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Kalina Omaleng melalui Sekretaris Umum TP-PKK Mimika Ny. Leentje Paiman mengatakan hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi penerus bangsa agar tidak terpengaruh pada pergaulan bebas.

“Kita peduli dengan generasi penerus bangsa karena kita adalah ibu-ibu. Ade-ade adalah masa depan bangsa, ketika di usia remaja kalian salah melangkah maka hancurlah masa depan. Tetapi ketika kalian pertaruhkan masa depan dijalan sesuai koridor, maka percayalah masa depan kalian luar biasa. Kalian bisa menjadi bupati, wakil bupati, menteri dan kepala sekolah,” katanya.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya didapat dalam lingkungan keluarga namun juga di lingkungan sekolah.

“Melalui tangan guru dan kepala sekolah kalian dididik dengan baik. Memang orang tua mendidik sejak dalam kandungan tetapi ketika kita sudah di usia sekolah, orang tua menitipkan di sekolah jangan lupakan jasa guru,” imbuhnya.

Ia menjelaskan sosialisasi ini perlu untuk dilaksanakan agar para generasi muda juga bijaksana menggunakan media sosial sehingga tidak terjebak pergaulan yang sudah sangat bebas.

“Melalui sosialisasi ini kalian bisa mencegah pernikahan usia dini. Semoga dapat bermanfaat,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Maslan Lumban Gaol mengucapkan terimakasih karena untuk pertama kalinya SMA YPPK Tiga Raja mendapatkan sosialisasi tentang mencegah perkawinan anak.

“Mewakili kepala sekolah yakinlah kalian 50 murid adalah anak pilihan Tuhan, dari sekian anak kalian dipilih disini,” ucapnya.

“Kalian menjadi agen penggerak untuk menceritakan kepada teman, menerapkan dan mengaplikasikan apa yang disampaikan sehingga dampak yang kalian dengar bisa dimenangkan dalam Tuhan. Dengarkan baik-baik karena tidak semua dikunjungi jadi kita bersyukur kita yang dipilih,” ujarnya.

Sosialisasi ini menghadirkan nara sumber Ketua Ikatan Dokter Indonesia di Mimika yakni dr. Leonard Pardede, SpOG.

Dalam pemaparannya ia mengatakan dalam mencapai cita-cita sebagai seorang pelajar harus mau berusaha untuk belajar dan bekerja keras.

Berdasarkan UU No 23 tahun 2002, yang dikategorikan anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.

Jumlah anak Indonesia pada tahun 2018 mencapai 79,5 juta orang atau 30,1 persen dari total penduduk Indonesia.

“UU saat ini yang diijinkan oleh pemerintah usia untuk menikah adalah 19 tahun. Kalau ada anak usia 18 tahun hamil maka dia harus berhenti sekolah dan harus melahirkan,” tuturnya.

Dampak dari pernikahan dini yang paling terdampak adalah perempuan. Resiko yang dapat ditimbulkan seperti perempuan yang hamil di usia 10-14 tahun beresiko untuk meninggal besar dan pendidikannya berhenti.

Penyebab pernikahan dini diantaranya kehamilan yang tidak diinginkan, kemiskinan, adat istiadat.

“Usaha pencegahannya dapat dilakukan seperti jangan pacaran di usia sekolah, melakukan kegiatan positif, capai cita-cita dan ikuti perintah orang tua,” tutupnya. (Elfrida Sijabat)

Dua Lembaga Adat Mimika Turut Hadir Meriahkan Peringatan HUT Kabupaten Fak-Fak ke-122


Pengurus Lemasko saat melakukan jumpa pers

MIMIKA, BM

Dalam rangka peringatan HUT Kabupaten Fakfak ke-122 tahun 2022 yang jatuh pada 16 November mendatang, dua lembaga adat Lemasko dan Lemasa akan menghadiri momen tersebut.

Hal ini karena dua lembaga tersebut merupakan bagian dari sejarah berdirinya Kabupaten Fak-fak.

"Kami hadir disana karena undangan resmi dari bupati Fakfak. Jadi ini undangan yang luar biasa dan ini menjadi satu sejarah buat kita semua di Kabupaten Mimika dan khusus orang Mimika (orang kamoro)," ungkap Dominikus Mitoro, Wakil Ketua II Lemasko, Rabu (9/11/2022) malam.

Sebagai penghormatan atas undangan tersebut, kata Mitoro, dari lembaga adat khsusnya Lemasko akan memberikan cenderamata serta menampilkan tari-tarian adat dan seka.

"Sedikit sejarah Kabupaten Fakfak itu dibangun oleh orangtua-tua kita sejak jaman Belanda termasuk suku Mimika. Jadi sejak jaman Belanda itu kita bersatu dan berpisah di tahun 1998, sehingga sekarang kita tetangga,"katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Gregorius Okoare selaku Ketua Lemasko bahwa dengan undangan resmi dari bupati Fakfak maka kedua lembaga adat harus menghadiri, mengingat Kabupaten Fakfak adalah kabupaten induk.

"Saya berikan apresiasi kepada bupati Fakfak yang sudah undang secara resmi, maka kami dari dua lembaga adat akan hadir. Dari Lemasko ada 30 orang yang akan pergi dan Lemasa juga 30 orang. Tidak menutup kemungkinan masyarakat lainnya juga mau ikut,"ungkapnya.

Ditambahkan Gery bahwa seusai mengikuti acara peringatan HUT Kabupaten Mimika, kedua lembaga adat akan melakukan upacara cabut adat untuk dibawa pulang kembali ke Timika.

"Kita akan atur waktunya, karena disana ada tempat keramat yang dulu orangtua kita bikin secara adat di Kabupaten Fakfak sebagai sakral adat," ungkapnya.

Sementara itu, pantauan BeritaMimika di Pelabuhan Poumako, Kamis (10/11/2022) ratusan warga Mimika juga akan bertolak ke Fak-fak untuk menghadiri perayaan HUT tersebut.

Selain sejumlah ASN Pemda Mimika, mereka yang akan berangkat menggunakan Kapal Sabuk Nusantara 75 ini juga merupakan warga asal Fak-fak yang kini berdomisili di Mimika. (Ignasius Istanto)

20 Tahun Vakum, Yayasan Lorentz Amungsa Timika Nyatakan Kembali Berkarya

Sekretaris Yayasan Amungsa Timika, Victorianus Tsenawatme didampingi pendamping yayasan, Florentinus Beanal saat melakukan press release, Kamis (3/11/2022)

MIMIKA, BM

Yayasan Lorentz Amungsa Timika merupakan salah satu yayasan yang dibentuk pada tahun 1995 oleh Bapak Tom Beanal dan (alm) Paulus Kanagopme.

Namun sejak tahun 2020 atau hampir 20 tahun lamanya yayasan yang bergerak di bidang kegiatan sosial dan kemanusiaan ini vakum untuk sementara waktu.

Melalui badan pengurusnya yang diwakili oleh Sekretaris Victorianus Tsenawatme didampingi pendamping yayasan, Florentinus Beanal, di Jalan Kesehatan, Kamis (3/11/2022), yayasan ini menyatakan kembali bangkit untuk membantu masyarakat dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

"Hari ini kami launching kembali dan menyatakan sikap bahwa yayasan ini kembali hidup dan akan bekerja sesuai dengan visi dan misi serta harapan dan cita-cita para pendirinya, ujar Sekretaris Yayasan Lorentz Timika, Victor Tsenawatme.

Ia mengatakan bahwa sesuai dengan amanah para founding fathers, yayasan ini harus hidup dan berkembang kembali karena perubahan yang terjadi di Mimika akhir akhir ini sangatlah pesat.

"Intihnya bahwa kegiatan yang akan kami lakukan nanti tidak akan lepas dari pekerjaan sosial dan kemanusiaan yang mungkin juga sudah dilakukan oleh yayasan atau kelompok lain di Mimika. Karena perkembangan yang semakin pesat dan semakin banyaknya perubahan yang terjadi, maka yayasan ini harus kembali dijalankan," ungkapnya.

Victorianus Tsenawatme mengatakan bahwa Yayasan Lorentz Amungsa Timika telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM RI dan saat ini pihaknya sedang dalam proses melakukan pendaftaran ke Kesbangpol Kabupaten Mimika.

"Jadi secara administrasi sudah oke, tinggal bagaimana kami pengurus menjalankan yayasan ini ke depan. Untuk rencana dalam waktu dekat, di akhir bulan ini kami pengurus akan duduk bersama melakukan strategi planning atau membuat program kerja ke depan, baik untuk jangka pendek, menengah maupun untuk program jangka panjang," jelasnya.

Sementara itu, mewakili pendiri sekaligus pendamping yayasan, Florentinus Beanal menjelaskan yayasan ini vakum cukup karena pengaruh kesehatan Bapak Tom Beanal.

"Iya benar jadi yayasan ini vakum lama karena kesehatan bapak akhirnya tidak bisa dilanjutkan. Bapak saat itu serahkan ke kaka perempuan tapi karena kesibukan dan lainnya sehingga yayasan ini vakum. Makanya melalui momen hari ini, kita nyatakan yayasan ini bangkit dan hadir kembali untuk Mimika dan kepentingan orang banyak," terangnya.

Perlu diketahui, Visi dari Yayasan Lorentz Amungsa Timika adalah 'Berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas'

Misinya adalah membantu meningkatkan sumber daya manusia yang mempunyai daya saing, berperan serta dalam kegiatan yang bersifat sosial dan kemanusiaan, berperan dalam membangun kesadaran pelestarian alam dan lingkungan hidup serta membantu pemerintah dalam membentuk karakter sumber daya manusia Indonesia seutuhnya.

Sementara untuk kepengurusan, Vinsensius Beanal dan Odisius Beanal sebagai pembina, pengawas organisasi adalah Aloysius Renwarin MH, Anselmus Tsulme dan Jhon Nasion Robby Gobai.

Ketua Yayasan Lorentz Amungsa Timika adalah Alberth Rumbekwan, Sekretaris Victorianus Tsenawatme dan bendahara adalah Elisabeth Maria Tsulme. Yayasan ini juga memiliki beberapa bidang yakni lingkungan, bantuan hukum dan HAM, kesehatan dan bidang ekonomi kerakyatan. (Ronald Renwarin)

Top