Misa Malam Paskah di Gereja Katedral Tiga Raja, 60 Orang Dibaptis
Proses Pembaptisan oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA
MIMIKA, BM
Umat Katolik di seluruh dunia termasuk umat Katolik di Kabupaten Mimika khususnya Paroki Katedral Tiga Raja merayakan Perayaan Syukur Malam Paskah atau disebut juga Sabtu Suci.
Perayaan Sabtu Suci dipimpin oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernadus Bofitwos Baru, OSA dan diikuti oleh ribuan umat melalui empat bagian liturgi yakni pertama upacara cahaya, upacara sabda, upacara pembaptisan dan keempat upacara Ekaristi.
Prosesi upacara cahaya dengan menyalakan lilin Paskah dilakukan oleh Yang Mulia Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA didampingi Pastor Benny Magai, Pr.
Selain tradisi lilin Paskah, pada perayaan ini juga dilakukan tradisi pemberkatan, dimana 60 orang yang terdiri dari anak hingga dewasa menerima Sakramen Baptis, Komuni Pertama dan Sakramen Krisma.
Uskup Keuskupan Timika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam homilinya mempertanyakan mengapa pada malam ini Paskah dirayakan?
Permasalahan utama apa yang menjadi faktor penyebab Tuhan Yesus Kristus lahir di dunia ini, mengajar kebenaran hidup dan keselamatan kekal bagi umat manusia? Namun, Dia ditangkap, disiksa, dijatuhi hukuman mati, dibunuh di kayu salib namun Ia bangkit dari kematian?
"Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini ditemukan melalui bacaan yang kita dengarkan pada malam ini, mulai dari Kitab Kejadian hingga Epistola dan Injil," katanya.
Uskup Bernard menuturkan akar persoalan yang membawa manusia jatuh kedalam kebinasaan kekal atau kehancuran abadi adalah kejahatan manusia itu sendiri.
Kejahatan manusia sendirilah yang membawa manusia jatuh kedalam jurang kebinasaan, jurang pemisahan, kematian kekal antara manusia dengan Allah.
"Kejahatan kita manusia yang dilambangkan oleh Adam dan Hawa menjadi dosa asal yang terus melekat dalam diri kita manusia," ujarnya.
Dikatakan manusia senantiasa selalu didorong oleh nafsu-nafsu kejahatan, nafsu kekuasaan, kesombongan, super bisa, ingin menyamakan diri dengan Allah, nafsu ingin menguasai alam ciptaan dan sesama manusia yang lain.
Selain itu juga nafsu ingin memiliki kekayaan berlebihan, mengeruk kekayaan dengan membabi buta, menikmati kenikmatan yang sebanyak-banyaknya, sepuas-puasnya, nafsu untuk berkuasa dan main kuasa atas sesama saudara yang lain.
Untuk diketahui bahwa, melalui Kitab Kejadian diceritakan dan diuraikan secara terinci dan detail bagaimana Allah menciptakan seluruh jagat raya, alam raya dan segala isinya termasuk manusia.
"Bagaimana Allah menciptakan semuanya itu menurut citra Allah sendiri? Kita manusia diciptakan seturut gambar dan rupa-Nya, seluruh proses penciptaan Allah ditutup dengan kalimat Allah melihat bahwa semuanya itu baik,” katanya.
“Dalam bacaan tadi kita melihat ada lima kali kalimat ini digunakan "Allah melihat bahwa semuanya itu baik" dan ditutup dengan satu kalimat terakhir maka Allah melihat segala yang dijadikannya itu sungguh amat baik," imbuhnya.
Lanjutnya, sungguh amat baik rumusan yang super Latif ini artinya kebaikan tertinggi, kebaikan sempurna, kebaikan yang melampaui segala kebaikan yang ada dalam dunia ini dan sang kebaikan itu adalah Allah sendiri, Yesus putra-Nya.
Uskup mengajak umat sekalian untuk mendalami secara sungguh-sungguh uraian penulis dari kitab Kejadian dimana pada poin pertama Allah menciptakan semua yang ada di jagat raya ini, baik yang kelihatan maupun tidak kelihatan, langit dan bumi serta segala isinya dan manusia menurut gambar-Nya adalah baik.
Ada 5 pengertian kata Bonum (bahasa Latin), kata kebaikan yakni pertama semua yang diciptakan Allah itu sangat teratur, terstruktur, terinci dalam ordin dan sangat sistematis serta teratur dari yang kecil sampai yang besar, dari yang kelihatan sampai yang tak kelihatan, dari yang dekat sampai yang jauh itu adalah karya keagungan kemulian Tuhan.
Kedua, pengertian Bonum kebaikan semua yang diciptakan Allah tidak ada kekurangan, tidak ada yang terlewatkan, terlupakan, semuanya sempurna adanya, utuh menyeluruh, tak terbagi-bagi, tak terpecah-pecah, terpakai semuanya.
Pengertian ketiga, semua yang diciptakan Allah bertujuan demi hidup yang baik, hidup yang bahagia bagi ciptaan-Nya yaitu hidup yang saling memberi, saling menerima, meneguhkan, menguatkan, hidup yang resiprositi demi harmoni dan demi keutuhan.
Suasana penyalaan lilin Paskah
"Hal ini berlaku untuk semua mahkluk hidup baik yang hidup bergerak maupun mati termasuk kita manusia. Semua yang diciptakan Allah indah mempesona mata, menawan hati, menggetarkan jiwa dan mengagumkan serta tak terselami oleh akal manusia," tutur Uskup Bernardus.
Ia mengatakan, bahwa secara misteri otak manusia tidak dapat mendefinisikan secara total, secara utuh, walaupun ilmu pengetahuan dapat menguaraikan tapi tidak akan secara total dan utuh.
Karena itu, seorang ahli agama berkebangsaan Jerman Rudolf Otto dalam bukunya The Idea of the Holy atau ide tentang yang kudus mengatakan tiga hal yang mewakili yakni, kekuasaan Allah dan maha kuasanya Allah ini tremendum et Fascinans nominosum misterium.
"Tremendum itu mengagumkan, menggetarkan. Ketika kita lihat gunung berapi di Jawa, Flores banyak orang takut karena laharnya tetapi banyak orang terpesona oleh lahar itu. Banyak wartawan yang mendekati untuk memotretnya itulah mengagumkan, menggetarkan sekaligus menakutkan tapi sekaligus mengasyikkan tapi misteri Allah tak terselam,"ucapnya.
Menurutnya, semua yang diciptakan oleh Allah tidak ada yang cacat, buruk, jelek dan jahat karena semua adalah memiliki fungsi dan perannya masing-masing demi kelangsungan hidup itu sendiri.
Peringatan penting bagi kita umat manusia bahwa apapun yang diciptakan oleh manusia dengan teknologi setinggi apapun tidak akan menyamai ciptaan Allah, tidak akan sempurna seperti ciptaan Allah, tetap terbatas, tetap artifisial, tetap hanya sementara, tidak utuh.
"Kita lihat gunung, kayu, batu dan lainnya itu sulit untuk kita menangkapnya dan itulah keagungan dan kebesaran Allah. Kita manusia yang sejak semula diciptakan serupa dan segambar dengan Allah menjadi hancur karena kejahatan kita umat manusia sendiri," katanya.
Menurut Santo Agustinus akar kejahatan kita manusia terletak pada kebebasan yang diberikan Allah kepada kita. Santo Agustinus menyebutnya libero arbitrio kebebasan yang diberikan Tuhan. Namun, kebebasan yang diberikan Tuhan kepada kita manusia bukan disalahgunakan demi kepentingan. Kebebasan itu harus bebas dari dan bebas untuk. Bebas bertanggungjawab untuk melakukannya karena kebebasan kita diatur oleh aturan-aturan.
"Kebebasan kita diatur oleh aturan, norma, etika, moral, baik, buruk, hukum alam, hukum adat, hukum dan undang-undang bangsa dan negara yang mengatur kita. Tetapi orang Indonesia ini kalau lampu merah lanjut saja, sein kiri jalan ke kanan, tabrak orang tapi malah marah-marah padahal dia yang salah. Itulah manusia tidak tahu aturan dan hukum, hidup menurut kemauannya sendiri. Saya kira negara ini masih gagal mendidik rakyat Indonesia hidup disiplin dan menurut aturan,"ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Uskup juga menyoroti dua hal penting pertama kejahatan terhadap kemanusiaan baik pada level kecil bahkan yang lebih besar yang dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya.
Yang terjadi di tanah Papua ini dibanjiri oleh berita tentang kematian manusia baik orang tua, orang muda, kaum pria, wanita maupun anak-anak, khususnya di tanah Papua ini mulai dari Merauke sampai Sorong.
"Penyebab dari kematian ini adalah karena konflik. Konflik bersenjata, konflik kepentingan, konflik karena kesombongan, konflik karena main kuasa sendiri dan sebagainya. Konflik ideologi NKRI harga mati dan merdeka harga mati dimana mengorbankan ribuan nyawa baik oleh rakyat sipil, orang Papua maupun non Papua, maupun TNI/Polri tapi ini tetap dipertahankan hanya demi ideologi NKRI harga mati dan demi kemerdekaan harga mati,"sebutnya.
Namun, semua itu apakah tidak ada dialog? Memangnya hati manusia itu binatang ? Hati manusia itu Tuhan taruh rohresiprositi himbau, kepada Presiden Prabowo dan jajarannya harus duduk bicara menyelesaikannya bukan menjadikan kejahatan dan kematian manusia sebagai proyek kenaikan pangkat, proyek dapat duit proyek untuk mengolkan dana MPR.
"Saya kira ini sangat disesalkan kalau ini yang terjadi di Indonesia ini oleh kejahatan, karena kita semua merayakan Paskah Percuma saja, kita merayakan Paskah hanya secara seremonial dan kenaikan bendera saja bukan sungguh-sungguh mengakhiri konflik. Kita hidup sebagai saudara, sahabat karena Kristus, oleh sebab itu Ia mati di kayu salib dan Dia bangkit untuk kita,"pungkasnya. (Shanty Sang)





























