Visi Misi Ketua KPK Dikupas Pada Momentum Sumpah Pemuda Dalam Bentuk Diskusi 'Yanat Evav'

Ketua KPK Mimika Eduardus Rahawadan didampingi tim formatur saat memimpin jalannya kegiatan diskusi 'Yanat Evav'

MIMIKA, BM

Komunitas Pemuda Kei (KPK) Kabupaten Mimika melakukan diskusi 'Yanat Evav' yang menghadirkan sejumlah tokoh masyarakat, toko perempuan, dan pemuda Kei di Pua-Pua Cafe, pada Jumat (28/10/2022) kemarin.

Diskusi 'Yanat Evav' ini dilakukan bertepatan dengan momentum hari Sumpah Pemuda ke 94 tahun 2022 dan sebagai langka awal perjalanan kepengurusan KPK Mimika dibawah kepemimpinan Ketua KPK, Eduardus Rahawadan yang terpilih pada Sabtu (22/10/2022), pekan lalu.

Diskusi ini dibagi dalam tiga format yakni uji public terhadap visi dan misi ketua KPK Mimika, penyampaian pesan dan petuah (snib teten) dari para sesepuh atau penasehat organisasi dan dialog interaktif yang melibatkan semua peserta diskusi.

Di format uji public, Ketua KPK Mimika, Eduardus Rahawadan kembali menyampaikan visi dan misinya dalam memimpin organisasi ini hingga tiga tahun ke depan.

Apa yang disampaikan kemudian mendapat respon berupa tanggapan, masukan, saran dan kritik dari para peserta.

Edo mengatakan bahwa visinya dalam membangun KPK adalah menata administrasi dan menciptakan generasi muda Kei yang tangguh, sopan santun dan berkualitas dalam masyarakat.

Ada beberapa poin yang menjadi misinya ke depan yang akan digunakan sebagai tolak ukur dalam membangun organisasi KPK Mimika.

Diantaranya, melakukan kaderiasi, pelatihan kepemimpinan dan organisasi, membentuk kepengurusan KPK sampai ke tingkat distrik, menyiapkan pemuda yang kreatif, aktif, berkualitas, berintegritas dan memiliki daya saing intelektual.

Mendukung dan mengontrol kinerja pemerintah daerah, membangun rumah kreatif, mendata aset, fokus pada urusan pure organisasi serta melakukan normaliasi arsip dan dokumen.

Eduardus Rahawadan mengatakan bahwa di periode kedua kepengurusan organisasi ini, ia memiliki konsep baru untuk KPK.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini akan membatasi diri untuk secara luas terlibat langsug dalam berbagai persoalan konflik internal baik yang melibatkan masyarakat atau pemuda Kei itu sendiri maupun dengan pihak lain.

"KPK tidak akan lagi menjadi SAR atau pemadam kebakaran. Saya ingin mengembalikan organisasi ini sebagai wadah intelektual yang seharusnya mengurusi hal-hal yang bersentuhan langsug dengan marwah organisasi dan bukan sebagai kerukunan karena kita saat ini tidak memiliki musuh dengan siapapun," ungkapnya.

"Namun demikian, kami memiliki konsep khusus untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada termasuk yang melibatkan masyarakat kita secara langsung," jelasnya.

Dalam format uji publik ini, salah satu penasehat KPK Mimika, Lopianus Fuakubun menyampaikan beberapa koreksinya terhadap visi dan misi yang disampaikan.

Ia meminta agar dalam narasi visi harus diawali dengan menambah kata mewujudkan karena visi dan misi harus fokus pada apa yang ingin dicapai.

Lopi juga mengingatkan bahwa semua misi yang disampaikan harus lebih disederhanakan dalam beberapa bagian semisal pengembangan organisasi, bidang sosial, ekonomi, budaya dan lainnya.

"Hal ini agar misi kita itu terarah dan terfokus pada apa yang ingin dicapai sehingga tiga tahun akan lebih efektif kita rasakan itu," ujarnya berpesan.

Sembari menggunakan bahasa gaul jaman now, Ia juga mengingatkan Pemuda KPK agar tidak mudah baper atau mudah terbawa perasaan karena hal ini biasanya sangat berdampak pada keutuhan dan keberlangsungan organisasi.

"Jangan karena sedikit persoalan terus jadinya baper akhirnya mudah tersinggung. Kalian harus menjadi pemuda-pemudi KPK yang kuat dan tangguh. Harus selalu bersama dan bergandengan tangan membangun organisasi ini," ujarnya berpesan.

Saleh Alhamid, sesepuh masyarakat Kei yang saat ini juga menjabat sebagai anggota DPRD Mimika, pada momen ini memberikan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kei yang berperan penting dalam menjaga situasional di Mimika.

"Kita bersyukur karena dalam 10 tahun terakhir tidak ada lagi sebutan suku kedelapan yang buat kacau di Mimika. Pandangan orang terhadap kita sudah baik dan KPK juga menjadi bagian dalam membangun kembali kepercayaan ini," ujarnya.

Walau berat, namun Saleh Alhamid meminta agar KPK ikut terlibat dalam upaya menyatukan kembali masyarakat Kei yang masih terpisah-pisah karena menurutnya, di Mimika banyak masyarakat Kei namun belum sepenuhnya bersatu.

"KPK telah menjadi salah satu organisasi pemuda yang sudah diakui oleh masyarakat di Mimika. Organisasi ini juga mendapat kepercayaan dan terus bersinergi dengan kepolisian. Jalan terus, semua harus bergandengan tangan," katanya.

"Baiklah dengan pemerintah. Menjadi kritis itu penting tapi harus dengan koridor. Harapan saya pemuda kei dapat terus berhandengan tangan membangun Mimika dengan hal haik yang bisa kita berikan," harapnya.

Penasehat dan sesepuh KPK Mimika, Petrus Yanwarin mengawali nasehat dan fangnananya kepada Pemuda Kei dengan mengingatkan kembali pernyataan Ketua KPK yang menyebutkan bahwa organisasi ini tidak akan menjadi pemadam kebakaran.

"Saya setuju KPK jangan jadi pemadam kebakaran tapi KPK tidak boleh lepas tangan begitu saja terhadap berbagai persoalan yang ada dan menimpa masyarakat kita. Karena bagaimanapun, masyarakat sangat butuh organisasi ini hadir diantara mereka," ungkapnya.

Petrus Yanwarin yang juga sebagai Ketua Anak Cucu Perintis (ACP) Mimika ini juga mengingatkan kepengurusan KPK Mimika ke depan untuk lebih membangun hubungan secara emosional dengan dua lembaga adat Amunge dan Kamoro terutama dengan organisasi pemudanya.

"Saya lihat belum ada pendekatan secara emosional. Kalian belum dekat, sementara dalam sisi sejarah seharusnya kita lebih dekat dengan 2 suku ini dan 5 suku kekerabatan lainnya," ujarnya.

"Saya khawatir, ketika kami tidak ada lagi, anak-cucu kita nanti tidak saling mengenal lagi dengan mereka. Dan relasi ini bukan hanya KPK saja namun APC, FKMN dan IK3M juga harus jalani hubungan baik dengan mereka," ujarnya.

Ia meminta KPK untuk lebih memprioritaskan OAP dalam berbagai hal. Pemuda Kei jangan bergeser namun harus hadir melengkapi kekurangan mereka agar mereka dapat menjadi tuan di negeri sendiri.

"Kalau kalian prioritaskan ini maka nama KPK semakin diatas karena kalian tidak hanya membantu pemerintah namun juga membantu OAP dalam mewujudkan harapan dan cita-cita mereka di tanah ini, sama seperti yang sudah dilakukan oleh para leluhur kita," terangnya.

Secara tegas, Yanwarin juga mengatakan bahwa sejak para leluhur hadir di Mimika, tulang belulang mereka hingga kini menyatu bersama negeri ini.

"Jasad mereka tidak dibawa kembali ke Kei tapi tidur disini. Kalau orang lain, mati bawa pulang ke kampung halaman mereka, tapi kita orang Kei tidak. Ini kelebihan kita," tegasnya.

KPK juga diminta untuk mengembangkan bidang lain terutama ekonomi dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah dan lembaga atau organisasi lainnya.

"Orangtua kita yang datang dan buka negeri ini tapi selama ini kita tidak berkembang secara ekonomi, dibandingkan mereka yang baru datang kemarin sore tapi hampir menguasasi semua yang ada di sini," ujarnya.

"Kita tidak perlu seperti mereka tapi minimal kita bisa melahirkan pengusaha kecil yang bisa berkembang. Coba hitung, berapa banyak kontraktor atau pengusaha orang Kei di Mimika? hampir tidak ada. KPK harus bantu pikirkan hal ini," ungkapnya.

KPK juga harus membuka hati dan menghadirkan orangtua-tua Kei di Mimika untuk terlibat memberikan semangat dan motivasi kepada pemuda.

"Hadirkan mereka karena mereka adalah orangtua kalian. Dengar apa yang menjadi nasehat mereka supaya kalian bisa terus tampil ke depan," ujarnya.

Menurutnya, kaderisasi terhadap perempuan Kei juga hampir tidak ada sehingga perempuan Kei yang tanpil bisa dihitung dengan jari.

"Sangat sedikit sekali bahkan saya bisa bilang hanya satu dan dua saja. Yang lain belum ada, sementara perempuan Kei yang punya potensi itu besar dan di daerah lain itu banyak. Ini juga karena faktor kurang percaya diri dan tidak diberikan kesempatan," terangnya.

Di Mimika ada ribuan pemuda KPK namun menurutnya, yang tergabung dalam organisasi ini belum representatif mewakili semuanya.

"Tugas kalian adalah mendekati, mengajak para pemuda Kei di Mimika untuk datang dan bersatu bersama kalian. Libatkan semua pemuda kampung Kei dalam organisasi ini agar mereka tahu bahwa ini adalah rumah mereka," ujarnya.

"Dan terpenting, organisasi ini juga harus jalan sesuai koridor artinya tetap berjalan dengan berpedoman pada AD/ART organisasi. Jika visi dan misi ketua dan pengurus baru sedikit keluar maka harus segera kembali ke koridornya," ujarnya berpesan.

Selain para sesepuh, dialog interaksi juga dilakukan oleh pemuda pada forum ini. Ada berbagai pesan, kesan, masukan, saran hingga kritik yang disampaikan dalam dialog ini.

Semua itu disampaikan dengan satu tujuan agar organisasi KPK Mimika ke depan semakin berkembang menjadi lebih baik dalam segala hal, terutama dalam menjaga dan membangun Mimika tercinta. (Ronald Renwarin)

Top