Dampingi Isteri Tercinta Berikan Bantuan Alat Potong Rumput, Wabup John Kenang Masa Kecil Di Kokonao



Ny Susi Herawati Rettob didampingi sang suami, Johannes Rettob saat menyerahkan bantuan mesin potong rumput kepada Ketua RT4, Kampung Mimika

MIMIKA, BM

Ketua RT 4, Kampung Mimika, Distrik Mimika Barat, Eta mengaku sangat senang dengan bantuan alat pemotong rumput yang diberikan oleh Ny Susi Herawati Rettob.

"Dengan bantuan dari ibu dan bapak wakil bupati, kami sangat bersyukur dan senang sehingga kami tidak perlu pinjam-pinjam lagi," ungkapnya usai menerima langsung dari Ibu Susi, isteri wakil bupati Mimika, Sabtu (23/4).

Eta mengatakan, dengan bantuan mesin potong rumput ini warga RT akan mulai bahu membahu untuk kembali membersihkan halaman sekitar kampung, khususnya di RT4.

"Kalau kami pinjam harus sewa atau bayar, tapi dengan bantuan secara pribadi dari ibu dan bapak wakil bupati ini sangat berarti bagi kami. Mewakili warta saya ucapkan terimakasih banyak," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, istri Wabup Mimika, Ny Susi Rettob berpesan agar bantuan ini dipergunakan sebaik mungkin untuk kampung.

"Sesuai dengan keinginan masyarakat makanya hari ini saya ditemani bapak langsung berkunjung dan bertemu untuk menyerahkan mesin potong rumput ini,"katanya.

Sementara itu Wabup Mimika Johanes Rettob yang menemani isterinya, menambahkan bahwa Kampung Mimika merupakan tempat tinggal masa kecilnya yang menyimpan banyak kenangan manis.

"Disinilah kampung saya, sehingga dengan mesin potong rumput yang diberikan saya mau kampung saya kelihatan indah dan bersih,"harap John panggilan sehari-harinya.

Selain senang atas diberikan mesin potong tersebut, sebagian masyarakat yang merupakan keluarga, tetangga dan teman di waktu masa kecil bersama Wabup meluapkan kegembiraan mereka.

Pasalnya pertemuan seperti ini jarang terjadi sehingga warga memanfaatkan momen ini untuk datang dan bercerita bersama wabup dan ibu sembari sesekali bernostalgia tentang kehidupan masa kecil dulu.

Wabup John dan Ibu Susi Hadiri Ibadah Rekonsiliasi dan Penancapan Salib di Kokonao

Sebelumnya, pada Jumat (22/4), Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didampingi Ibu Susi beserta rombongan tiba di Kokonao guna mengikuti ibadah Rekonsiliasi dan Penancapan Salib di kota Tua (Kokonao).

Kehadiran keduanya disambut meriah oleh warga Kokonao. Sebelum jonson yang ditumpangi Wabup beserta rombongan bersandar di Pelabuhan Kokonao, sejumlah masyarakat menggunakan perahu dan berada di tengah sungai untuk menyambut kedatangan mereka.

Selama mengiringi rombongan menuju pelabuhan Kokonao, masyarakat dengan penuh kegembiraan mengantarnya dengan menampilkan tari-tarian tradisional khas suku Kamoro.

Ketika menginjakan kaki di pelabuhan Kokonao, Wabup didampingi sang istri langsung disambut oleh masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Jumat (24/4) terlihat masyarakat Kokonao masih melakukan persiapan untuk pelaksanaan Ibadah Rekonsiliasi dan Penancapan Salib yang mengusung tema menemukan sejarah keselamatan dan menatap masa depan.

Puncak pelaksanaan yang menjadi sejarah akan diukir oleh masyarakat suku Kamoro pada Minggu 24 April 2022 (besok).

Pasalnya pada rekonsiliasi ini, diadakan perubahan nama dari 'Kamoro' menjadi 'Mimika Wee' yang dalam bahasa asli berarti 'Orang Mimika'.

Rekonsiliasi yang artinya perbuatan memulihkan hubungan persahabatan pada keadaan semula, dan perbuatan menyelesaikan sebuah perbedaan yang akan dilakukan oleh masyarakat Kamoro mulai dari Nakai hingga Potowayburu, yang berkumpul di Kokonao Distrik Mimika Barat.

Selain itu, rekonsiliasi juga ditandai dengan pembanguan tugu “Salib” yang berada tepat di dermaga Kokonao. Tanda tersebut untuk mengingatkan bahwa suku Kamoro telah melakukan bersih diri. (Ignas)

Top