Perayaan Syukur Misa Imlek di Rumah Wabup John, Dipimpin Dua Pastor

Suasana perayaan Misa Syukur Imlek di kediaman Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Keluarga Besar Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob melakukan perayaan Misa Syukur Perayaan Tahun Baru Imlek 2573 Kongzili, Selasa (01/2).

Misa Syukur ini dipimpin dua pastor sekaligus yakni
Pastor Leonardus Ari Werdana SCJ dan Pastor Eduardus Sriyamto SCJ yang juga dihadiri oleh Himpunan Peduli Kasih Tionghoa (HPKT) di Timika bersama warga Timika lainnya.

Perayaan misa syukur yang dilakukan di kediaman Wabup John Rettob ini mengusung tema 'Hidup Dalam Tengah Sempurna ( Zhong Yong)' dan sub tema Kesejahteraan, kemakmuran serta kedamaian akan terwujud bila kita semua hidup harmonis, rukun dan toleransi dalam kebersamaan dengan sukacita.

Dalam khotbahnya, Pastor Edu mengatakan dalam Imlek, ada beberapa simbol yang selalu terpajang dan dilihat berwarna merah.

Dijelaskan, warna merah melakat dalam tradisi masyarakat Tionghoa, warna merah menggambarkan suka cita, kegembiraan dan kebahagiaan.

Makna Imlek bukanlah tangisan, ratapan, kesedihan, ataupun kegalauan namun Imlek selalu membawa kegembiraan, suka cita, kebahagiaan.

"Bahagia akan berkat Tuhan yang melimpah dalam kehidupan kita tentunya. Bahagia karena begitu banyak hoki dan berkat di tahun yang lalu, dan kita pantas syukuri di akhir tahun. Biasanya perayaan Imlek berlangsung hingga 15 hari," ungkapnya.

Ia mengatakan, hal paling melakat dalam tradisi Imlek adalah pemberian angpao. Angpao biasanya hanya diberikan di hari pertama, hingga hari keempat.

Puncak perayaan Tahu Baru China ini berlangsung hingga 15 hari atau biasanya disebut cakgome sehingga sukacita ini berlangsung selama setengah bulan.

"Tapi saya mau katakan kepada kita semua bahwa rasa syukur dan kebahagiaan kita itu disyukuri bukan beberapa hari tapi harus seterusnya," ujarnya.

Pastor Edu mengatakan, seperti yang dikatakan Rasul Paulus dalam firman yang dibacakan, ia mengatakan bersukacitalah, bergembiralah, bahagialah, pikirkanlah yang baik, pikirkanlah yang berkenan di hadapan Tuhan.

Orang yang bersukacita tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan yang buruk, jelek atau memikirkan kekurangan orang lain yang berada di disekitarnya.

"Sehingga, mulai hari ini sampai Tahun Baru Imlek di tahun berikutnya cobalah buat hidup semua itu hari demi hari penuh dengan kebahagiaan dan sukacita," katanya.

Menurutnya, orang yang bersukacita akan memiliki berkatnya banyak, namun orang yang bersedih, orang yang selalu kecewa berkatnya sedikit.

"Maka untuk tahun shio macan air ini rejekinya atau hokinya akan mengalir banyak manakala sepanjang tahun macan air ini buatlah hidup penuh sukacita maka berkat Tuhan akan banyak," ujarnya.

Pastor mengatakan, makna dari setiap perayaan tahun baru adalah Tuhan selalu memberi kesempatan baru kepada semua orang dalam hidup ini

Dikatakan, Tuhan selalu memberikan kesempatan pertama, kedua, ketiga hingga keempat. Bahkan sepanjang tahun ini Tuhan akan memberikan kesempatan demi kesempatan dalam hidup kita, peluang demi peluang, perubahan demi perubahan.

"Sehingga kita sebagai orang yang beriman itu melihat kesempatan, peluang, hal baik itu agar kita berani mengambil setiap peluang dalam hidup kita. Coba kita buat mulai hari ini maka kita dapat lihat Tuhan itu selalu menyediakan peluang," tuturnya.

Ia mengatakan, ada hal positif yang dapat dipelajari dari warga Tionghoa. Menurut pastor, orang Tionghoa memiliki mata, pendengaran dan insting yang tajam dalam melihat setiap peluang dan kesempatan yang ada.

"Karena mereka selalu melihat peluang dalam hidup mereka. Dekat dan kerjasama juga ada peluang, bisnis pun juga melihat peluang, usaha pun juga melihat peluang. Jika kita tidak punya ketajaman dan keberanian untuk mengambil peluang, maka sebenarnya kita melewatkan apa yang Tuhan berikan," ungkapnya.

Dikatakan, perayaan Imlek bukan hanya tentang ritual kumpul keluarga namun utamanya adalah memberikan pengormatan kepada para leluhur dan berdoa kepada Tuhan.

"Maka hari ini adalah teladan yang diberikan kepada kita bahwa berkat yang kita terima, kesempatan, peluang yang kita ambil yang memberikan hoki kepada kita semua tiada lain berasal dari Tuhan dan ini harus kita syukuri," tuturnya.

Secara khusus, Pastor mengingatkan warga Tionghoa di Mimika bahwa setiap perayaan Imlek jangan lupa mengucap syukur kepada Tuhan karena karunia berkat dan kehidupan yang melimpah dariNya.

"Karena kalau orang yang tidak berterimakasih kepada Tuhan apapun yang ada padanya akan diambil dari padanya tetapi jika ada yang berterimakasih akan diberikan kepada orang itu," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob didamping istrinya, Ibu Susy Rettob dalam sambutannya berterimakasih kepada semua yang sudah hadir dalam perayaan misa syukuran Imlek.

Wabup John dan keluarga memohon maaf yang sebesar-besarnya karena tidak menyangka bahwa ternyata kursi yang disiapkan tidaklah cukup.

"Masih ada yang berdiri, tapi ternyata semua masih setia menemani kami, mengikuti misa syukur dari awal hingga akhir. Kami mohon maaf sebesar-besarnya," kata Wabup John.

Wabup juga mengatakan perayaan Imlek menandai ungkapan syukur dan terimakasih kepada Tuhan atas segala kehidupan yang telah Tuhan berikan sepanjang tahun kerbau (2021) kemarin.

Wabup John menjelaskan, bahwa tahun ini merupakan tahun macan air. Tahun macan biasanya selalu hadir setiap 12 tahun namun macan air biasanya muncul kembali setelah 60 tahun.

"Dengan demikian saya juga tidak sadar dan berpikir bahwa saya tidak lagi muda. 60 tahun lalu saya lahir di tahun macan air dan saat ini ketemu juga di tahun macan air lagi," ujarnya.

Wabup John mengingatkan semua bahwa makna tahun macan air ini adalah sukacita dan kegembiraan. Apapun yang terjadi jangan pernah berhenti bersukacita, berbagi dan selalu tidak lupa untuk terus bersyukur kepada Tuhan.

"Macan katanya galak, tapi kalau macan air dia tenang-tenang mendayung. Jadi mudah-mudahan dalam tahun macan yang kita sudah jalani ini, sesuai dengan kepercayaan dari orang Cina bahwa kita harus terus hidup sukses, hidup damai, kita harus hidup harmonis untuk kita bisa mendapatkan kesuksesan dan keharmonisan," ungkapnya berpesan.

Sudah menjadi tradisi, pada momen ini, Wakil Bupati Johannes Rettob bersama Ibu Sudi Rettob memberikan angpao kepada cucu, semua anak-anak dan para pemimpin agama yang hadir. Keduanya juga mendapatkan angpao dari anak dan menantu mereka yang sudah bekerja  (Shanty)

Top