'Persaudaraan Sejati' Hal Utama Yang Diingatkan Pastor John Pada Perayaan Natal Pemda di Gereja Kingmi 32


Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat membakar lilin natal

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika bersama TNI-Polri dan masyarakat menggelar natal bersama yang belangsung di Gereja Kingmi Marthen Luter, 32, Senin (13/12).

Natal tahun ini mengusung tema "Cinta Kasih Kristus Yang Menggerakan Persaudaraan” (1 Petrus 1:22).

Perayaan natal yang melibatkan denominasi gereja ini mengusung Sub Tema "Dengan Semangat Natal Pemda, TNI-Polri, dan Masyarakat Kabupaten Mimika mari kita merajut Kasih, Merawat Persaudaraan Untuk Membangun Mimika Yang Cerdas, Aman, Damai dan Sejahtera".

Acara diawali dengan ibadah natal yang dipimpin liturgos pendeta Donal Salima dan pelayanan firman oleh Pastor John Bunay.

Pastor Jhon Bonai dalam kotbahnya yang diambil dari Injil Yohanes 3:13-17 mengatakan, tahun ini ada banyak kelainan.

Salah satunya banyak yang menggunakan masker sehingga kadang tidak diketahui apakah ia sedang tersenyum atau tidak.

Selain itu ada juga banyak kelainan lain seperti saat misa dilakukan secara online, tidak ada umat yang mengikutinya.

Keadaan ini membuat semua pimpinan gereja merasa sedih sehingga ia selalu berdoa dan berharap Tuhan mengambil virus ini dari dunia terutama dari tanah Papua dan Mimika.

Pastor John juga mengatakan mengapa KWI dan PGI mengambil tema natal tahun ini adalah Cinta Kasih Kristus Menggerakkan Persaudaraan.

"Karena covid ini membuat semua orang hanya ada dalam rumah saja, kemudian muncul rasa ego, individualis mulai muncul yaitu saya saja, ko tidak, dan rasa itu mulai muncul. Sehingga gereja tahun ini dari Sabang sampai Marauke semua merenungkan cinta kasih kristus menggerakkan persaudaraan yang di ambil dari 1 Petrus 1: 22," ungkapnya.

Ia mengatakan Tuhan membentuk manusia dari tanah dan abu dari bumi ini sesuai dengan citra dan gambar Allah. Dengan demikian maka keselamatan hanya datang melalui Allah. Hanya IA yang dapat menyelamatkan umat manusia.

"Saya mau kasih tahu kebenaran ini, jangan kendor roh mu, jangan kendor semangatmu sebagai umat kristen," jelasnya.

Menurutnya, semua umat harus saling mengasihi karena semua adalah saudara sama seperti ajaran Tuhan bahwa kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.

"Merajut persaudaraan itu ada dasar dan semua itu adalah satu darah. Sehingga merajut peraaudaraan harus dimulai dengan senyum. Jangan tunjuk muka papan, nanti ada waktunya, ada waktu disaat Tuhan bilang ko check out dari bumi ini,” ujarnya.

Mumpung semua masih diberi waktu, Pastor John meminta agar semua orang kembali merajut tali persaudaraan dengan senyuman.
Ia juga mengingatkan bahwa dalam persaudaraan harus ada energi dan pikiran yang positif.

Pastor John mengatakan, Tuhan membentuk manusia dari cerminan wajahNya. Ini menunjukan bahwa semua manusia adalah citra gambar Allah.

"Yesus turun ke bumi karena begitu besar cinta Allah kepada debu tanah (manusia) yang telah diciptakan Allah. Tetapi, Yesus turun ke bumi misinya adalah aku jalan untuk mencari dan menyelamatkan orang yang buat gerakan tambahan. Tuhan Yesus datang untuk tender proyek keselamatan, Tuhan hadir dengan sikap posisi terendah yakni lahir di kandang yang hina, terhina bukan di rumah sakit,” terangnya.

Untuk itu, ia mengajak kepada semua umat agar percaya dan jangan sampai roh kekristenan mereka menjadi kendor.

"Jangan kendor semangat dan roh kekristenan. Sebagai kristen, Tuhan tinggalkan surga karena anda dan saya berharga," ujarnya.

Natal sesungguhnya, kata Pastor John bukan hanya soal 1000 lilin yang mudah padam. Namun yang tidak pernah mati adalah istri menyampaikan rasa sayangnya kepada suami ataupun sebaliknya.

"Istri harus bilang ke suami, I Love You Tenaga Dalam," ujarnya dengan senyum.

Ia meminta suami isteri agar di momen natal ini membagi cinta sebagai kado terindah karena Tuhan tinggalkan surga dan turun ke bumi karena cinta yang besar.

"Uang tidak cukup untuk bilang I Love You. Di rumah tidak ada pohon natal, biasa-biasa saja, Yesus saja lahir pun hanya di kandang, kalau tidak ada minuman kaleng juga, biasa–biasa saja. Hidup dengan kesederhanaan dan biasa-biasa saja itu lebih baik," ungkapnya.

Sementara itu, Eltinus Omaleng Bupati Mimika dalam sambutannya mengatakan natal tahun ini memberikan arti dalam cinta kasih dan persaudaraan untuk membangun Kabupaten Mimika.

"Jadi tahun ini tidak usah baku marah, tidak usah baku benci, baku perang, tahun ini tidak boleh berkelahi, mencuri, dusta terhadap teman lain tapi harus bersaudara. Kabupaten Mimika yang kita cintai merupakan miniatur Indonesia, di sini semua orang hidup berdampingan berbagai suku dan agama,"ujarnya.

Melalui tema Natal Cinta Kasih Kristus yang Menggerakkan Persaudaraan, Omaleng berharap dapat memberikan pesan Natal kepada semua masyarakat yang memiliki hak agar bersatu menjaga toleransi kehidupan beragama dan saling mengasihi sesama manusia sesuai yang dikehendaki oleh Tuhan.

"Semoga kesan Natal tahun ini memberikan kesempatan untuk membentuk pribadi kita menjadi pengikut Kristus yang setia, takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi semua orang,” harapnya.

Bupati Omaleng menambahkan, ia menjadi bupati untuk semua orang, bukan untuk pribadinya saja. Gereja Kingmi yang saat ini digunakan sebagai tempat perayaan Natal bersama, ia bangun untuk semua orang.

"Selamat hari natal dan selamat menyambut tahun baru 1 Januari 2022 Cinta Kasih Kristus Memberkati Kita Semua,” ungkapnya.

Ketua Panitia Natal, Hendritte Tandiono mengatakan, tujuan dilakukan kegiatan natal bersama tersebut yaitu mensyukuri berkat Tuhan dalam kehidupan serta dalam tugas dan pelayanan selama tahun 2021.

Selain itu, mempererat persaudaraan dan saling melayani dalam menciptakan kebersamaan antara umat beragama untuk membangun kabupaten Mimika yang cerdas, aman damai dan sejahtera.

Diketahui, ada juga berbagai kegiatan dalam menyambut perayaan natal ini yaitu lomba membuat pondok dan pohon natal yang diikuti oleh 55 denominasi dari gereja-gereja di Mimika dan kegiatan bakti sosial meliputi donor darah dan anjangsana.

Pada perayaan ini, para pemenang lomba menghias pohon natal dan pondok natal diumumkan.

Juara 1 diraih oleh Gereja Kingmi Taberbakel Kwamki Narama dengan skor 2.200 dan berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 50 juta.

Juara 2, dengan skor nilai 2.000 jatuh pada gereja GKI Marthen Luther Sempan dan meraih hadiah sebesar Rp. 30 juta.

Juara 3, Gereja Katolik Simon Petrus Jalan Baru dengan skor nilai 1.900 dan berhak mendapat hadiah sebesar Rp. 20 juta.

Sementara, harapan 1 dengan skor nilai 1.700 yakni gereja GBI Air Hidup dengan total hadiah Rp. 15 juta.

Harapan 2, dengan skor nilai 1.600 adalah gereja Baptis Galilela Utikini dan membawa hadiah sebesar Rp. 13 juta.

Harapan 3, dengan skor nilai 1.500 adalah Gereja GPKI Timika. Mereka mendapat hadiah sebesar Rp. 11 juta.

Sementara Juara Favorit dengan skor 1.400 adalah Gereja Oikumene Pengharapan Lapas Timika, SP5. Mereka juga menerima hadiah sebesar Rp. 11 juta. (Shanty)

Top