125 Guru Kontrak Mimika Pekan Depan Kembali Ke Pedalaman

Guru kontrak saat mengikuti pelatihan implementasi K13

MIMIKA, BM

Sesuai Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada minggu ketiga bulan Juli atau tepatnya tanggal 20 Juli nanti.

Dengan demikian, 125 guru yang dikontrak Pemerintah Daerah Mimika melalui Dinas Pendidikan akan kembali melakukan tugas mereka di wilayah pedalaman.

Sebelum kembali bertugas, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mimika melakukan Pelatihan Penyusunan Rencana Pembelajaran Berdasarkan Implementasi Kurikulum K13 kepada mereka di aula SMP Negeri 2 Mimika, Kamis (9/7) .

Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jenny O Usmany kepada BeritaMimika mengatakan sebelum kembali ke tempat tugas di pedalaman mereka akan terlebih dahulu melakukan rapid tes.

Jika hasilnya negatif atau non reaktif maka rencananya mereka mulai dikembalikan ke tempat tugas pada pekan depan.

“Sebelum mereka kembali kita samakan visi dulu, yang pertama kita evaluasi dulu apa yang mereka kerjakan 6 bulan lalu, terus kita siapkan mereka lagi untuk kembali bertugas supaya kita tahu standar apa yang mau kita capai. Lewat kesempatan ini juga kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan yang siap menggratiskan biaya rapid test untuk mereka,” ungkapnya.

Jeni Usmani mengatakan, pembukaan tahun ajaran baru nanti tiap sekolah baik di kota maupun di daerah pesisir dan pedalaman tetap diwajibkan mengutamakan perhatian terhadap penerapatan protokol kesehatan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam aktifitas belajar mengajar.

"Kalau sekolah-sekolah di pedalaman tidak terlalu sulit menerapkan protokol kesehatan karena jumlah siswa mereka tidak sebanyak di kota. Namun jaga jarak hingga cuci tangan wajib jadi perhatian. Di pedalaman sekalipun ini harus dilakukan," ungkapnya.

Dikatakan, gaji para guru kontrak selama pandemi Covid-19 tidak mengalami pemotongan dan tetap dibayar berdasarkan kategori tempat bertugas.

Ia berpesan agar para guru kontrak ini dalam melakukan tugas mereka, lebih mengedepankan perhatian dan kasih sayang orangtua kepada anak.

“Jangan bicara tidak baik kepada anak-anak misalnya mengatakan anak badaki seperti laporan yang kami dapatkan. Tapi saya harap ini tidak betul. Perlakukan mereka seperti anak kandung kita,” harapnya.

Katanya, nilai-nilai keagamaan yang didengar di gereja dan rumah ibadah lainnya harus dipegang dan itu juga yang harus diterapkan kepada anak. Jadilah guru seperti yang Tuhan Yesus ajarkan yakni jaga pengajaran dan kerja berdasarkan tanggungjawab.

“Dalam bekerja kita harus takut akan Tuhan. Apa yang Tuhan kasih ke kita itu hak dibarengi dengan tanggung jawab. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan supaya kita bisa melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya berpesan. (Shanty)

Top