SLB Negeri Mimika Berterimakasih Atas Perhatian Pemda Mimika

Bangunan SLB Negeri Mimika yang berlokasi di Jalan Poros SP II-V
MIMIKA, BM
Akhirnya setelah penantian panjang perhatian pemerintah daerah (pemda) Kabupaten Mimika kepada Sekolah Luar Biasa (SLB) Mimika datang.
Pemda Mimika telah menyediakan satu unit bis sekolah guna mengantar jemput anak-anak siswa SLB Negeri Mimika yang berada didalam kota.
Selain itu, mereka pun diwacanakan memperoleh hibah berupa lahan seluas lebih dari dua hektar untuk dibangun Unit Sekolah Baru (USB) yang direncanakan akan di bangun di jalan Poros II.
Ketiga, meski secara regulasi SLB Negeri Mimika menjadi tanggung jawab Provinsi Papua Tengah, namun hak-hak guru sudah dibayarkan oleh pemda Mimika.
Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah SLB Negeri Mimika, Sunardi kepada BeritaMimika Rabu (5/4/2023) di ruang kerjanya.
“Perhatian pemda terhadap SLB satu dua tahun terakhir ini sudah ada. Dalam hal pengadaan tanah untuk SLB dan sementara dalam persiapan. Tanah ini sepenuhnya dihibahkan dari pemda untuk SLB,” katanya.
Lanjutnya, tanah tersebut nantinya akan dihibahkan oleh pemda Mimika namun untuk pembangunan sepenuhnya diserahkan kepada provinsi Papua Tengah.
“Belum dihibahkan tetapi pernyataan secara lisan dan diwacanakan lokasinya untuk SLB, sekarang proses untuk disetujui. Dengan adanya lahan itu provinsi mengupayakan ada USB. Buktinya kemarin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dan Kepala Bidang Pendidikan sudah berkunjung kesini,” ungkapnya.
“Ini menjadi dasar bagi atasan kami di dinas pendidikan provinsi untuk mengajukan pengadaan sekolah baru ke pusat,” imbuhnya..
Ia menuturkan status SLB Negeri Mimika di masa transisi ini merupakan titipan. Bangunan SLB Negeri Mimika saat ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Ruangan kelas yang tersedia menurutnya terbatas dan belum cukup untuk melayani jumlah murid yang sudah mencapai ratusan.
“Seharusnya memang kelas dipisah dan diatur sedemikian rupa. Kami melayani lima kekhususan yakni tuna netra, tuna rungu, tuna daksa, tuna grahita dan autisme untuk jenjang SD hingga SMA. Sementara jumlah guru ada 15 yakni ASN 2, PPPK tiga selebihnya honorer 10 orang,” jelasnya.
Sekolah ini pun telah membawa harum nama Papua dengan meraih emas pada ajang Olimpiade Olahraga ssiswa Nasional (O2SN) cabang olahraga BOCCE yang dilaksanakan secara daring (online-red) pada tanggal 5-9 September 2022.
“Tahun kemarin murid kita juara satu tingkat nasional, nama Papua terangkat atas nama Avrillia Fransina Beatrick Beanal dengan meraih emas. Untuk SLB Mimika ini yang pertama,” ucapnya.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Tuhan dan pemda Mimika yang telah memfasilitasi. Kami sudah mendapat satu bis sekolah antar jemput dan akan diupayakan lagi dari Dinas Perhubungan. Jadi, siswa kami didalam kota sudah terakomodir dalam satu bis,” paparnya.
Ia berharap agar kedepan perhatian pemda Mimika terus ada, terutama untuk bantuan terkait pendidikan atau dana BOS daerah, SLB Negeri Mimika juga ada.
“Secara regulasi sekolah ini memang ada di Provinsi Papua Tengah tapi kami ada di Mimika dan melayani anak-anak Mimika. Disini beban kerjanya luar biasa bukan hanya sebatas mengajar tetapi menjadi pendidik, pelayan, baby sitter dan sebagainya. Kami dituntut untuk bekerja dengan hati dan penuh kesabaran,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)



