Polemik Di Sentra Pendidikan Yang Mengakibatkan Asrama Kosong Karena Dua Hal Ini

Anak-anak SD Sentra Pendidikan Usai Pulang Sekolah

MIMIKA, BM

Suksesnya penyelenggaraan ajang nasional Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang berlangsung pada Oktober 2021 ternyata masih menyisahkan secuil persoalan.

Pasalnya, asrama pada sekolah Sentra Pendidikan Mimika yang berlokasi di jalan poros II-V dijadikan sebagai wisma atlet, namun hingga kini masih saja belum menemukan titik terang penyelesaian sehingga para siswa yang sebelumnya menempati asrama belum bisa kembali.

Setahun lebih lamanya, para siswa baik SD, SMP dan SMA di Sentra Pendidikan terpaksa harus dipulangkan ke rumah masing-masing sementara untuk proses kegiatan belajar mengajar (kbm) untuk transportasi pihak sekolah hanya menyediakan satu bis selebihnya mereka berangkat dan pulang sekolah dengan menggunakan jasa ojek maupun kendaraan pribadi.

Para siswa yang bersekolah disini 100 persen merupakan putera puteri daerah yang berasal dari Amungme, Mimika Wee dan lima suku kekerabatan.

Lantas, mengapa persoalan ini terus berlarut dan tidak ada titik temu serta sampai kapan persoalan ini dapat terselesaikan sementara sekolah Sentra Pendidikan dikenal sebagai sekolah terpadu berpola asrama.

Kepada BeritaMimika di ruang kerjanya Rabu (2/11) Kepala Bidang Jenjang SD Dinas Pendidikan Mimika Stanislaus Laian, menjelaskan bahwa aset-aset yang ada di asrama sampai sekarang belum ada penyelesaian administrasi sehingga penghuni di asrama belum bisa masuk meskipun proses kbm tetap berjalan.

“Hanya mekanisme tadi, takutnya fasilitas barang-barang, ya namanya anak-anak kalau rusak nanti siapa yang bertanggungjawab. kendalanya disitu kami tunggu pihak yang bisa memastikan supaya ke depan hal ini tidak menjadi masalah,” imbuhnya.

Stanislaus Laian, yang juga merupakan mantan Kepala Sekolah SMP Sentra Pendidikan berharap agar administrasi data aset-aset PON dapat segera dibereskan.

“Supaya anak-anak tidak naik bis lagi atau ojek, memang ada bis tapi terbatas. Saya berharap semua bisa cepat terselesaikan,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi oleh BeritaMimika melalui telepon Jumat (4/11/2022) Sekretaris PB PON XX Claster Mimika, Caesar A Tunya mengatakan permasalahan sebenarnya ada dua hal yakni tenaga kerja yang akan mempersiapkan asrama menjadi layak huni dan listrik.

“Semua aset PON sudah dipakai apakah yang di Timika bisa, tentu saja bisa karena semua sudah selesai. Mangkanya secara administrasi mereka tinggal menyurat ke PB PON Pemerintah Pusat bahwa aset itu akan dipakai,” katanya.

“Saya tidak mengerti kenapa sentra pendidikan tidak mau dipakai. Tempat lain sudah pakai semua. Menyurat saja kasih ke saya, disitu aset apa saja yang ada,” lanjutnya.

Ia menjelaskan permasalahan lainnya adalah listrik karena setelah pagelaran PON selesai, listrik langsung dicabut oleh PLN sementara untuk pemakaiannya listrik pasti besar nilainya.

“Pemerintah tidak bisa datang suruh pasang sambung, PLN mau mereka daftar dulu baru pasang lagi. Itu listrik yang cukup besar. Itu kan sudah tidak terawat siapa yang mau kerja kasih bersih itu semua dan siapa yang mau bayar listriknya,” tandasnya.

Ia menambahkan pada saat PON lalu, sistem kelistrikan itu paket sehinga seharusnya di awal dianggarkan untuk penyambungan ulang tetapi tidak dianggarkan karena juga bukan dari APBD Mimika sehingga ketika PON selesai maka listrik dicabut.

“Jadi butuh listrik dan tenaga kerja yang mempersiapkan agar asrama layak dihuni anak-anak, kalau gelap parah toh,” tutupnya.
(Elfrida Sijabat/Red)

Top