Freeport Beri Bantuan Komputer dan Laptop Senilai Rp303 Juta Untuk Sentra Pendidikan

Foto bersama usai penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan bantuan berupa komputer, laptop serta printer untuk kebutuhan guru dan siswa Sentra Pendidikan. 

Bantuan ini diberikan PTFI untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Sentra Pendidikan yang diserahkan langsung oleh Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum kepada kepala sekolah SD, SMP dan SMA Sentra Pendidikan, Jumat (13/5/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Jeni O Usmany dan Direktur Sentra Pendidikan, Arnold serta para guru, turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan ini.

Bantuan komputer yang diberikan dengan total biayanya mencapai Rp. 303.000.000. Bantuan untuk SD Negeri Sentra Pendidikan berupa
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 set
4. NB Asus K413EQ (15) = 1 set

SMP Negeri Sentra Pendidilkan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

SMA Negeri Sentra Pendidikan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 2 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum dalam sambutannya mengatakan, banyak anak-anak Amungme dan Kamoro yang bersekolah di Sentra Pendidikan, maka PTFI melihat perlu ikut mendukung program-program pemerintah yang sudah ada di sini seperti SD, SMP dan SMA.

"Pendidikan ini penting untuk masa depan, untuk anak-anak Papua dan bangsa. Saya dapat laporan banyak yang berhasil dan banyak yang jadi pilot dan lainnya. Dan mereka adalah tamatan dari sekolah ini,”kata Nathan.

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya laptop, komputer dan printer saja namun sebenarnya bantuan lain juga bisa diberikan asalkan selalu tercipta koordinasi dan komunikasi yang baik guna membangun dunia pendidikan.

"Kami atas nama PTFI selalu mendukung program-program yang bermanfaat buat kita semua seperti pendidikan dan kesehatan dan untuk itu kita bisa berikan bantuan untuk pemerintah,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmany mengatakan, ini merupakan bantuan kali kedua yanh diberikan oleh PTFI. Yang pertama adalah cat untuk sekolah dan kedua adalah pemberian perlatan komputer.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi, memang sepertinya harus begitu karena kami pemerintah tidak bisa kerja sendiri karena yang kami urus itu banyak. Anak-anak sekolah juga tersebar di mana-mana dan kita tahu bahwa kita tergantung dari anggaran pemerintah,” tutur Jeni.

Mewakili pemerintah daerah, selaku pembimbing teknis, Jeni mengapresiasi dan berterima kasih serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PTFI yang sudah peduli dan mau kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Ia juga mengatakan bahwa di Sentra Pendidikan terdiri dari 70 persen anak Amunge dan Kamoro serta 30 persen berasal dari suku kekerabatan lainnya.

"Tidak ada orang lain, Papua lainpun tidak ada. Artinya, di sini tidak ada bedanya dengan Sekolah Taruna Papua. Pemerintah menyiapkan fasilitas yang ada karena ini sudah beberapa tahun jadi butuh rehab sehingga kita butuh koordinasi dan kerja sama untuk bagaimana kita bisa menciptakan anak-anak asli dan mempersiapkan akademiknya. Tentunya dengan sarana prasarana yang baik menuju generasi yang lebih maju,” ungkapnya.

Menurutnya, Sentra Pendidikan telah banyak melahirkan anak negeri yang memiliki profesi di berbagai bidan. Ada yang sudah menjadi pilot hingga dokter sehingga ke depan diharapkan akan lahir ahli tambang dari sekolah ini.

"Orang bicara pendidikan harus ada indikator untuk mengukur. Tadi saya rapat dengan guru sentra untuk sudah mulai berfikir bagaimana mengkondisikan kegiatan pembelajaran di sekolah pada siswa untuk mendukung program merdeka belajar mencapai output yang kita harapkan,”tutur Jeni.

Kata Jeni, saat ini guru kerja bukan berorientasi pada hasil SDM semata karena membangun pendidikan adalah membangun peradaban.

"Pada saat kita gagal membangun pendidikan maka kita juga akan gagal membangun peradaban. Jadi sampai kapan pun orang tidak akan maju kalau kita tidak kerja dari sekarang. Dan itu yang menentukan paling utama adalah guru di dalam kelas,”jelasnya.

Lebih lanjut, Jeni mengatakan bahwa apa yang menjadi kepedulian Freeport untuk Sentra Pendidikan ini diharapkan akan terus berlanjut. Sebab, ini tugas bersama untuk mempersiapkan anak-anak putra daerah untuk mencapai hasil yang maksimal.

"Agar kedepan dimana pun dia ada dia bisa bersaing. Karena kita terus mempersiapkan pendidikan yang baik,” ungkapnya. (Shanty)

Top