BLK Kampung Nawaripi, Ijazahnya Diterima Langsung Dari Kementerian PUPR

Kepala Kampung Nawaripi, Nor ditubun

MIMIKA, BM

Kampung Nawaripi membuka Balai Latihan Kerja (BLK) untuk memberikan keterampilan khusus kepada masyarakat asli Kamoro terutama mereka yang putus sekolah atau hanya memiliki ijazah SMP atau SD.

Pendaftaran angkatan pertamanya telah dibuka dengan target 70 orang dan saat ini telah ada 63 pendaftar.

Program BLK yang pembiayaanya menggunakan ADD terdiri dari tiga jurusan yakni mebeler, otomotif dan pengelasan.

Khusus jurusan otomotif, Pemerintah Kampung Nawaripi lebih prioritaskan ke mesin tempel, karena mayoritas warga Nawaripi khususnya anak-anak Kamoro biasa melaut menggunakan mesin motor tempel.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun saat ditemui, mengatakan mesin tempel akan dipelajari selama satu bulan penuh. Setelah itu dilanjutkan dengan materi motor darat dan Honda.

Kemudian di bulan ketiga, akan dilanjutkan dengan belajar mesin mobil yang akan melibatkan SLD dan CLO Keuskupan Mimika dengan PT Harmonis Sinergis.

"Kami sudah berkoordinasi dan menyurat ke kapolres dan beliau sudah bersedia memberikan kami motor untuk anak-anak belajar bongkar pasang,” kata Norman.

Dalam program ini, Pemerintah Kampung juga akan meminta bantuan PT Freeport Indonesia (PTFI) agar dapat memberikan mesin mobil rusak untuk dipelajari.

Ia pun sangat berharap hal ini bisa dilihat Freeport karena hampir sebagian besar hutan Nawaripi rusak karena limbah tambang PTFI.

"Nawaripi merupakan salah satu desa Daskam yang harus menjadi tanggungjawab Freeport juga,” tegasnya.

Dikatakan, pelaksaan BLK dilakukan berdasarkan kerjasama dengan Kementerian PUPR, sehingga nantinya ijasah yang diterima langsung dari Kementerian PUPR. Dengan demikian, sehingga lulusan dari BLK ini bisa mencari pekerjaan di semua wilayah di Indonesia.

"Orang dari Kementerian PUPR juga sudah pernah berkunjung ke sini tinggal kami lakukan MoU. Setelah penerimaan selesai kami lakukan MoU dengan PUPR,” katanya.

Norman mengatakan, BLK ini hanya dikhususkan bagi warga asli Kampung Nawaripi, khususnya bagi masyarakat asli Kamoro.

"Jujur bahwa SDM kami disini masih rendah. Saya melihat dari SDM yang masih rendah ini saya membuat BLK,” tuturnya.

Menurutnya BLK adalah jawaban untuk meningkatkan SDM. Karena, melalui BLK warga kampung bisa mengembangkan kealihan yang mereka miliki, terutama bagi mereka yang putus sekolah.

Tidak hanya itu, Pemkam Nawaripi juga akan memperjuangkan anak-anakya untuk memperoleh ujian dan ijaza paket.

"Jadi itu suatu edukasi yang Kampung Nawaripi buat untuk anak-anak Nawaripi khususnya anak-anak asli Kampung Nawaripi suku Kamoro yang kami prioritas,” pungkasnya.

Untuk BLK, warga yang mendaftar sudah mencapai 63 orang. 60 diantarnya adalah anak asli Kampung Nawaripi dan 3 sisanya adalah warga pendatang yang sudah lama menetap dan menjadi warga Kampung Nawaripi.

"Kami di Kampung Nawaripi ini yang punya ijazah SMA cuma 5 orang dan lainnya yang tidak punya ijasah SD, SMP ada yang punya ijazah SMP tidak punya ijazah SMA,” ujarnya.

Ia berharap dengan adanya BLK nanti, warga bisa percaya diri dan sama dengan suku-suku lain yang ada di Kabupaten Mimika ini. (Shanty)

Top