NTB Menang Marathon di Kuala, PON 2020 Mereka Sertakan Lalu Muhammad Zohri

Penyerahan medali oleh Asisten I Demianus Katiop kepada juara I jalan cepat Salfia

 

MIMIKA, BM

Babak kualifikasi hari ketiga Test Event PON XX Papua yang dilangsungkan di kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Sabtu (29/2) telah berakhir.

Dua pertandingan yang dilangsungkan di Kuala Kencana yakni lomba jalan cepat 20 km dan marathon.

Dalam kategori marathon putra Imam Mahdin nomor punggung 242 asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil keluar sebagai juara dengan catatan waktu 2:39:33.

Ia berhasil mengalahkan Edi Wenda asal Papua Barat di waktu 2:55:22 dan Esau Kadam atlet asal Mimika dengan catatan waktu 3:14:48. Dengan demikian Imam Mahdin (24) dinyatakan lolos ke PON.

Kepada awak media Pelatih Mayor Komedal mengatakan NTB mengikutsertakan 16 atlet dan salah satunya adalah Lalu Muhammad Zohri.

Lalu Muhammad Zohri merupakan pelari muda 100 meter yang berhasil meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada Kejuaraan Dunia Atletik Junior 2018 yang berlangsung di Tampere, Finlandia.

Sementara untuk lomba kategori marathon, NTB hanya mengirim satu atlet saja yakni Imam Mahdin.

"Luar biasa sekali pelaksanaan test event ini. Awalnya saya meragukan ternyata Timika luar biasa. Saya cukur rambut saya kalau atlet saya lolos dan ternyata tujuh sudah dinyatakan lolos ke PON, tinggal mempertajam saja. NTB di atletik kita tidak sombong, kami masuk tiga besar di Indonesia," ujarnya.

Ia menambahkan, atletnya Imam Mahdin kini secara nasional tengah berada di posisi keempat, sehingga diharapkan melalui PON XX Papua, ia ditargetkan dapat menembus posisi kedua atau pertama. Ia juga berharap Imam Mahdin dapat menjadi pengganti Agus Prayogo atlet asal Jawa Barat.

Kepada BeritaMimika, Imam Mahdin mengatakan PON XX di Papua merupakan PON pertama yang diikutinya. Sebelumnya, ia hanya mengikuti beberapa kejuaraan seperti kejuaraan Palu Marathon (2015) dan ia berhasil menjadi juara 1.

"Belum pernah ikut PON, ini pertama kali ikut. Saya harus menjaga stamina dan tim harus bagus. Saya tidak ngotot, satu kilo harus pakai speed 39 dan itu harus konstan. Lintasan disini paling enak, udaranya enak tidak ada polusi, tapi di kilometer 38 mataharinya naik (panas-red)," ucapnya.

Guna menjaga stamina, atlet kelahiran Bima 26 Oktober ini berlatih dua kali dalam satu hari dengan jarak tempuh 35 km dan 50 km di hari Sabtu. Usai mengikuti babak kualifikasi ini ia akan tetap fokus berlatih di tempat asalnya.

"Saya harus fokus latihan di NTB karena suasana disana juga enak. Ini kesempatan terakhir mangkanya saya harus tetap optimis. Kuncinya adalah berlatih. Pesaing kuat yang saya lihat itu Letnan Satu Agus Prayogo dari Jawa Barat. Tapi saya harus yakin dan percaya diri jika fokus saya pasti bisa juara," tandasnya.

Sementara itu, juara pada kategori jalan cepat 20 km putri berhasil diraih oleh Salfia asal Sulawesi tenggara dengan catatan waktu 2:03:49.

"Waktu Kejurnas U-18 di Jakarta tahun 2018, saya berhasil jadi juara dua untuk jarak 5 km. Limit PON XX 2 jam 05 menit. Persiapan saya enam bulan. Disini bukan capainya, tapi cuaca panas disini beda dengan daerah kita. Lintasannya cukup bagus. Saya berharap kalau bisa waktunya dimulai jam 5 pagi. Target PON XX saya dapat menyumbangkan medali emas," harapnya

Salfia berhasil mengalahkan dua atlet lainnya yakni Halida Ulfah dari Kalimantan Selatan yang harus puas berada diurutan kedua dengan catatan waktu 2:04:37. Sementara, urutan ketiga diraih Katrina dari Nabire dengan catatan waktu 2:33:07.

Untuk lomba jalan cepat kategori putra, juara pertama Mursalim Bahri asal Sulawesi Barat (1:39:38). Sementara tuan rumah Mimika berada di posisi kedua yakni Oto Amenau (2:12:52) dan ketiga Karel Krey asal Sorong (2:15:42)

Kategori marathon putri, emas berhasil diraih atlet asal Kaimana, Eca Pi Ode dengan catatan waktu 4:43:28, perak diraih Ariska asal Manokwari Selatan dengan perolehan waktu 5:06:45 dan atlet asal Waropen, Susana W dengan catatan waktu 5:34:02 meraih perunggu

Kepada awak media Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengatakan PTFI siap turut aktif menyukseskan terselenggaranya PON XX Papua.

Hal ini dibuktikan dengan dibangunnya Mimika Sport Complex dan Kuala Kencana sebagai tempat berlangsungnya cabang olahraga atletik.

"Tentunya kami bersemangat menyukseskan PON XX semoga hasilnya bagus dan atlet dapat mengikuti tes dengan baik, juga di Oktober nanti persiapannya jauh lebih baik lagi karena banyak penonton yang akan datang. Kita bersiap-siap jadi tuan rumah yang baik," tuturnya.

Sambung dia, Kuala Kencana merupakan kota yang dibangun di tengah hutan, suasananya sangat bersahabat dengan alam lingkungan dan didukung dengan infrastruktur yang sangat memadai.

"Semua didesign dengan baik dan tidak biasa, infrastuktur rapi, sistem air dan electric city juga sangat baik. PON XX sebagai ajang memperkenalkan bahwa ada kota yang friendly (bersahabat-red) dengan lingkungan. Kami siap menyukseskan PON XX di Papua," pungkasnya (Elfrida)

Top