Final Kaltim vs Papua : Pertarungan Balas Dendam dan Janji Seorang Anak untuk Ibunya


Laga Semi Final antara atlet Papua, Imanuel B Fakdawer melawan atlet Jawa Tengah, Agus Mujahidin di laga tarung kelas 49,1-52 kg, ditonton Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Ibu Susi Rettob. Foto: Humas PPM/ Hasan Sainus

MIMIKA, BM

Babak Final Tarung Derajat PON XX Papua, kelas 49,1 - 52 Kg, pada Selasa (12/10) mendatang akan mempertemukan Papua dan Kalimantan Timur.

Partai final kedua provinsi ini terjadi karena masing-masing atlet mereka berhasil memenangkan pertarungan di semi final.

Atlet Kalimantan Timur, M Marcel Ferdinoor lolos ke partai puncak usai menundukan Ferdy Surya Dewa Yana, sementara atlet Papua Imanuel B Fakdawer menang atas lawannya dari Jawa Tengah, Agus Mujahidin.

Menariknya, laga antara Marcel dan Ferdy adalah ajang "balas dendam" dari hasil Pra PON 2019 di Bandung. Hal ini diungkapkan Marcel Ferdinoor usai pertandingan.

Marcel mengatakan, kala bertemu Ferdy di Pra PON 2019 di Bandung, ia kalah dan hanya mendapatkan perak.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur sekali (bisa menang) karena saya sudah persiapkan semuanya selama dua tahun lebih. Di PON ini, saya ingin persembahkan yang terbaik untik mama saya. Ada sebuah janji yang ingin saya tebus untuk ibu saya," ungkap pemuda 20 Tahun ini.

Ditanyakan mengenai kesiapan menghadapi tuan rumah Papua pada laga final, Marcel menyatakan optimis bisa menang.

"Tuan rumah sangat bagus. Pemain lain pun bagus-bagus. Cuma saya merasa, kalau saya minta bantuan kepada Allah, saya pasti bisa," katanya.

Pelatih Kontingen Kaltim, Nur Fajeriah menambahkan, timnya telah melakukan persiapan berupa strategi khusus untuk melawan tuan rumah Papua pada partai final Selasa nanti. Ia berharap kesiapan itu nantinya meraih kesuksesan.

"Harapan kami, kami bisa meraih medali emas melawan tuan rumah," ujarnya tegas.

Sebelumnya, Nur juga membenarkan bahwa anak didiknya, Marcel Ferdinoor bertemu dengan Ferdy di Final Pra PON 2019 dan kala itu hanya mendapatkan perak.

"Makanya kami sebelum bertanding sudah siapkan strategi untuk membalas kekalahan waktu itu. Kemudian kami berprinsip harus bisa maju ke final. Dan Alhamdulillah itu terjadi," terang Nur.

Ia berharap sebelum melawan tuan rumah Papua di laga final nanti, anak didiknya harus tetap semangat dan tetap gigih dalam berjuang.

"Karena pasti euforianya berbeda ketika kita melawan tuan rumah," tutupnya. (Humas PPM/Rachmat Julaini dan Ronald Renwarin)

 

Top