Nasional

Akhirnya ke Papua, Edi Brokoli Terkesima dengan Keindahan Kota Timika Terutama Kuala Kencana


Edi Brokoli berposes bersama anak-anak panggung yang mengenakan pakaian adat tradisional Papua (Foto : Humas PPM/Ronald R)

MIMIKA, BM 

Artis seni peran dan penyanyi ternama, Edi Brokoli mengaku terkesima dengan keindahan alam Papua. Ia menyebut baru pertama kali menginjakkan kaki di Papua yang kerap dijuluki surga kecil yang jatuh di bumi ini, Edi sangat bahagia.

"Sekalinya ke sini, itu tidak tanggung-tanggung karena PON, luar biasa sih, ternyata memang harus nunggu PON dulu baru ke Papua, dan yang diinjakkan kaki pertama kali adalah ke Timika," ujar Edi dengan tawa khasnya.

Eddi Hidayatullah yang dikenal sebagai Eddi Brokoli pernah beradu akting dialam berbagai peran bersama para selebriti papan atas ini, mengatakan sangat bersyukur punya kesempatan terbang dari Indonesia bagian barat ke Indonesia bagian timur.

Walaupun mengaku jika cuaca Kota Timika cukup panas untuknya, namun ada salah satu tempat yang bernuansa hijau dan dingin yakni di kawasan Kuala Kencana.

Sebagai orang yang pertama kalinya menginjakkan kaki di bumi Amungsa Tanah Kamoro ini, Edi juga mengaku sangat bergairah dengan apapun yang ada di kota ini. Ia harap ini bukan kunjunganya yang terakhir dan masih ingin ke sini lagi.

Sebagai salah satu pembawa acara Kirab Api PON XX Papua Tahun 2021, Edi berharap agar 9 venue yang digunakan untuk pertandingan 12 Cabang Olahraga (Cabor) ini ke depan masih bisa difungsikan untuk masyarakat Timika.

Venue-venue yang bertaraf nasional maupun internasional ini diharapkannya bisa juga digunakan untuk pembinaan dan pusat pelatihan bagi atlet-atlet muda dari Timika maupun Papua, sehingga mereka bisa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

"Mace dan Pace di Timika ini punya venue yang sangat bagus jadi saya harap bisa digunakan ke depan untuk masyarakat Timika dan pembinaan kepada atlet muda untuk berprestasi," pungkasnya. (HumasPPM/Siti Aminah/Maftukin)

 

Gunakan Kursi Roda, Olivia Berjalan Sejauh 3 Kilometer Hanya untuk Melihat Kirab Api PON

Antusias warga Kuala Kencana menyambut Kirab Api PON yang melewati termpat tinggal mereka (Foto: Humas PPM/ Ali Nur Ichsan)

MIMIKA, BM

Bidang Upacara Sub PB PON XX Papua Klaster Mimika mengungkapkan alasan Kota Kuala Kencana ditetapkan sebagai lokasi start awal kirab Api PON di Timika, Selasa (28/9/2021).

Koordinator Bidang Upacara Andre Titaley mengatakan, Kuala Kencana dijadikan start awal karena peranan Freeport Indonesia sebagai salah satu sponsor besar PON XX Papua 2021.

Selain itu menurut Andre alasan lainnya adalah karena ada masukan dari Technical Delegate (TD) Atletik terkait Kuala Kencana sebagai lintasan lomba lari marathon dan jalan cepat.

Mengutip pernyataan TD kata Andre,
udara di Kuala Kencana juga sangat berbeda dari lintasan lari marathon pada PON tahun-tahun sebelumnya.

"Itu yang menjadi daya tarik kenapa kami putuskan Kuala Kencana sebagai tempat start awal kirab api PON," kata Andre di Alun-alun Kuala Kencana.

Mewakili Manajemen PT Freeport Indonesia, Superintendent Fasilitas Manajemen (Pengelola Kuala Kencana) Samsul Arifin mengatakan, pihaknya sangat mendukung Kuala Kencana dijadikan salah satu tempat untuk kegiatan PON.

Pihaknya juga telah mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk perlombaan lari maraton dan jalan cepat.

"Kami sangat mendukung Pemkab Mimika dalam mensukseskan PON di Mimika. Kami juga sudah mempersiapkan segala sesuatunya yang akan digunakan di Kuala Kencana,"tuturnya.

Dikatakan Samsul, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan di Mimika dan Satgas.

Kuala Kencana adalah salah satu kawasan permukiman dan pusat administrasi PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, Papua.

Kota ini diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 5 Desember 1995. Lokasi Kuala Kencana berjarak sekitar 15 menit dari Timika, Ibukota Kabupaten Mimika.

Warga Kuala Kencana Antusias Sambut Kirab Api PON

Bukan hanya PTFI dan Pemda Mimika, perjalanan Kirab Api PON ke Kuala Kencana Mimika juga mendapat sambutan antusias dari warga Kuala Kencana

Sejak pukul 13.30 WIT, tampak masyarakat sudah memadati ruas Jalan Kuala Kencana yang akan dilalui rombongan atlet pembawa api PON.

Sepanjang perjalanan, kirab api PON mendapat sambutan meriah warga yang berbaris di pinggir jalan. Warga menyerukan yel-yel dukungan untuk kesuksesan PON ke XX di Papua khususnya di Mimika.

Tampak, warga Kuala Kencana yang menonton juga membawa anak-anak, bahkan ada warga yang duduk di kursi roda pun ikut menonton.
Namanya Olivia Tomasoa, warga RT 1 Kuala Kencana.

"Saya sangat menyambut baik pelaksanaan PON di Papua khususnya di Mimika yang menjadi tuan rumah. Ini membuktikan bahwa kitorang bisa," tutur Olivia.

Saking senangnya, Olivia berjalan sejauh 3 kilometer dari RT 1 dengan memakai kursi roda hingga ke tempat pelepasan Kirab Api PON.

"Kami bahagia akhirnya PON bisa dilaksanakan di Mimika. Kitorang pasti bisa dan bisa menjadi tuan rumah yang baik," ungkapnya.

Olivia juga mengajak masyarakat untuk menyambut kegiatan PON XX, sebagai tuan rumah yang baik.

Mari tinggalkan segala perbedaan, lihat bahwa ajang ini memberikan dampak positif dan memberi nilai-nilai hubungan relasi kemanusian yang baik, dan bisa mengenal semua suku bangsa yang ada.

"Kita tahu bahwa kehadiran para atlit menjadi berkat bagi kita. Saya mengimbau dan mengharapkan mari kita sukseskan PON XX Papua,”ungkapnya. (HumasPPM/Shanty/Ryeno/Misba/Sianturi)

Komisi VIII DPR RI Lakukan Validasi Data Pemberian Bantuan Sosial di Timika

Vice President of Community Relations & Human Rights PTFI Arnold Kayame menyerahkan Cenderamata Kepada Ketua Tim Komisi VIII DPR RI Samsu Naing

MIMIKA, BM

Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Mimika Rabu (15/9) hingga Sabtu (18/9).

Adapun agenda kunjungan tersebut dalam rangka penyaluran bantuan sosial dan kesiapsiagaan bencana di Mimika.

Dalam lawatan hari pertama, ketua tim Samsu Niang dan rombongan melakukan pertemuan dengan PT Freeport Indonesi (PTFI) di Rimba Papua Hotel.

Usai pertemuan, Samsu Niang kepada media menyampaikan bahwa dalam implementasinya, Corporate Social Responsibility (CSR) PTFI telah memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat Papua terlebih khusus Indonesia.

“Kita datang ke Papua dalam rangka melihat PTFI untuk tanggung jawab perusahaanya dan tadi kita sudah melihat pemaparan mereka, sudah memberikan kontribusi yang banyak untuk masyarakat Papua lebih khusus Indonesia,” katanya.

Ia berharap agar kedepan PTFI dapat melihat lebih jauh permasalahan terkait pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

Selain itu, juga terkait pemberdayaan manusia terutama masyarakat miskin di Papua.

“Diharapkan PTFI dapat bersinergi dengan visi misi Presiden Jokowi dalam mengentaskan kemiskinan. Inilah yang menjadi harapan kita mudah-mudahan pemerintah daerah (pemda) Mimika secepatnya mendorong ada peraturan daerah (perda) untuk mengatur CSR yang ada di PTFI supaya jelas dan kongkrit CSR-nya,” ungkapnya.

Niang juga menyampaikan kunker ke Mimika bertujuan untuk melakukan validasi data terhadap pemberian bantuan sosial.

“Sekarang ini memang dalam kementerian sosial melakukan validasi data dalam rangka untuk memvalidkan semua data yang ada di Indonesia dan tentu kunjungan kita ke Mimika ini untuk mengecek langsung tentang validasi data untuk masuk ke Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG),” jelasnya.

Dikatakan hal tersebut dilakukan dalam rangka memantapkan program bantuan keluarga harapan dan bantuan pangan non tunai agar tepat sasaran teruatama masyarakat miskin.

“Berdasarkan data, masih ada masyarakat Papua memang yang menerima Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT) di seluruh Papua dan harapan kita stimulus yang diberikan pemerintah ke Papua tidak ada lagi yang seperti itu, apalagi ada PTFI bisa membantu cepat dalam rangka mengentaskan kemiskinan,” harapnya

Kunker akan kembali dilaksanakan hari ini, Kamis (16/9) dengan agenda pertemuan bersama Bupati Mimika Eltinus Omaleng beserta jajarannya. (Elfrida)

Top