Selvi Ananda Gibran Ajak 6.364.871 Kader PKK Bekerja Sepenuh Hati Majukan Indonesia dari Keluarga

Pelindung PKK Ny. Selvi Ananda Gibran dan Ketua Umum PKK Ny. Tri Tito Karnavian dan Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Octarina Sudirman memotong tumpeng dalam HKG PKK ke-54 (foto melalui videotron)

MAKASSAR, BM

Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ke-54 digelar Jumat (11/7/2025) di Hotel Claro Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk.

Adapun tema HKG PKK ke-54 yang diusung yakni “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045".

Sebagai tuan rumah Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Octarina Sudirman dalam sambutannya mengucapkan terimakasih karena telah mempercayakan Sulawesi Selatan sebagai tuan rumah.

“Ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggan serta suntikan energi yang luar biasa;” katanya.

Ucapan terimakasih Ny. Naoemi sampaikan juga kepada Ketua TP PKK Pusat, seluruh pengurus dan Kader PKK dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Menurutnya, kegiatan ini bukan momentum perayaan saja tetapi bagaimana memperkuat implementasi 10 Program Pokok PKK untuk mendukung Asta Cita yang dimulai dari lingkungan kecil yaitu keluarga.

“Saya inigin terus melanjutkan perjuangan yang mulia ini karena ibu-ibu adalah pencetak generasi masa depan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Ny. Tri Tito Karnavian mengatakan tema HKG PKK tahun ini menegaskan komitmen gerakan PKK untuk memperkuat pelaksanakan 10 Program Pokok PKK yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.

“Seperti sejarah yang telah kita saksikan bersama bahwa PKK dengan seluruh program pokoknya memiliki program yang sangat strategis untuk mendukung pelaksanan pembangunan,” tuturnya.

Berdasarkan sumber data dari profil desa, kelurahan dan BUMDes Kemendagri tahun 2026 dari seluruh kepengurusan 38 provinsi, 514 kabuoaten/kota, 83.762 desa/kelurahan terdapat 6.364.871 orang kader TP PKK di seluruh Indonesia.

Ketua TP PKK Kabupaten Mimika Ny. Susana Suzy Rettob bersama pengurus menghadiri HKG PKK ke-54 dengan tagline Mimika Rumah Kita

“Keberadaan dan jaring kader yang sedemikian besar merupakan potensi kekuatan sosial yang kemampuannya dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional dan daerah melalui pemberdayaan keluarga dalam pendidikan karakter, ketahanan ekonomi pangan dan kesehatan,” imbuhnya.

Lanjutnya, tahun ini menjadi momentum yang membanggakan karena TP PKK bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) hadir sebagai pembicara dalam rangkaian sidang Commission on the Status of Women ke-70 (CSW70) di Markas PBB Amerika Serikat yang bertema keadilan untuk perempuan dan anak yang dimulai dari ketahanan keluarga.

“PKK akan terus memperkuat kontribusinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI,” tandasnya.

Sebagai Pelindung TP PKK Ny. Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka pada kesempatan itu memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader-kader PKK dari seluruh Indonesia.

Ia melihat antusias luar biasa dari seluruh masyarakat yang turut menyukseskan pertumbuhan perekonomian yang terjadi selama kegiatan berlangsung terutama dampak positif bagi para pelaku UMKM.

“Luar biasa sekali anggota PKK terlihat sekali energinya sudah sore masih semangat. Jangan kalah sama tadi yang mendapat penghargaan pin emas bahkan ada yang sudah 51 tahun sangat luar biasa,” ucapnya.

Menurutnya, perempuan adalah tiang keluarga meskipun laki-laki adalah sebagai pencari nafkah.

“PKK bergerak sepenuh hati memberdayakan keluarga menuju Indonesia maju,” serunya.

Dalam puncak peringatan HKG PKK ke-54 tersebut ditayangkan sejarah PKK dan dilaksanakan penandatangan MoU antara TP PKK dan sejumlah kementerian serta lembaga pemerintah.

Selain itu, ada juga pemberian penghargaan pengabdian Adhi Bakti Utama atau pin emas untuk pengurus dan kader PKK yang telah mengabdi selama 25 tahun atau lebih bahkan ada yang mencapai 51 tahun mengabdi tanpa putus untuk PKK. (Elfrida Sijabat)

Top