Reynold Ubra Ditunjuk Sebagai Jubir Penanganan Corona di Mimika

Pertemuan bersama mengantisipasi Corona di Mimika

MIMIKA,BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika menunjuk Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Reynold Ubra sebagai juru bicara (jubir) penanganan virus corona (Covid-19) di Mimika.

Reynold Ubra nantinya yang akan mewakili pemerintah daerah dalam memberikan informasi kepada masyarakat dan media (satu pintu-red) mengenai perkembangan, penanganan dan peredaran serta informasi terkini tentang Covid-19 di Mimika.

Selain sebagai juru bicara, ia juga ditunjuk sebagai sekretaris tim penanganan Covid-19. Sementara tim ini diketuai oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Marthen Paiding. Wakil ketuanya adalah Asisten Bidang Administrasi Umum, Nicolas E Kuahaty.

Selain itu, Kepala BPBD Yosias Losu ditunjuk sebagai ketua harian. Anggota tim ini adalah para asisten dan staf ahli, sekretaris DPRD dan seluruh pimpinan OPD Pemda Mimika, TNI/Polri dan pimpinan fasilitas kesehatan, BUMN dan BUMD.

Penunjukkan ketua, jubir beserta anggota tim ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati nomor 158 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Mimika yang dibacakan dihadapan seluruh stakeholder di Hotel Grand Mozza, Rabu (18/3).

Pertemuan siang tadi di Grand Mozza dipimpin Wakil Bupati Johannes Rettob bersama Pjs Marthen Paiding dan dihadiri oleh para asisten, staf ahli, pimpinan OPD, pimpinan TNI-Polri, PTFI serta perwakilan instansi pemerintah dan swasta lainnya.

Adapun beberapa kesepakatan yang diambil dalam pertemuan tersebut yakni memperketat pengawasan pintu masuk pelabuhan dan bandara, memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga jarak komunikasi 1 meter serta mengingatkan warga untuk tidak berjabat tangan atau bersentuhan langsung dengan orang lain.

Selain itu, pemerintah melalui tim ini juga akan mendirikan layanan call center dan melakukan sosialisasi melalui media untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai pemberitaan hoax. Hal terakhir, untuk OPD tidak ada perjalanan dinas keluar daerah.

Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob dalam pertemuan bersama antara pemerintah daerah, forkompinda, pimpinan TNI-Polri serta berbagai perwakilan instansi lainnya di Grand Mozza mengatakan, saat ini Provinsi Papua berada dalam situasi tanggap bencana dan untuk Kabupaten Mimika dinyatakan siaga darurat.

"Kita dua kali sudah rapat internal tentang kesiapan dan langkah kita menghadapi kasus ini. Kami juga sudah tunjuk RSUD sebagai rumah sakit rujukan karena telah ada ruang isolasi. Untuk KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) akan dibantu dinas kesehatan dengan fasilitas termosken, alat pelindung diri (APD) dan ambulance,"ujarnya dalam pertemuan ini.

Pada kesempatan ini, dr Rini Poesprojo dan dr Leonard Pardede juga memberikan pemaparan materi tentang langka dan pencegahan serta cara penularan Covid-19.

Disebutkan, penularan covid-19 melalui percikan ludah, dahak dan sentuhan dengan orang lain. Resiko kematian biasa terjadi pada usia diatas 60 tahun.

Untuk pencegahannya harus dimulai dari pintu masuk bandara dan pelabuhan, perbanyak minum air hangat dan suplemen serta rutin berjemur 15 menit di bawah sinar matahari pagi.

“Kita harapkan agar edukasi ini juga diketahui oleh warga Mimika. Dan jika mereka mengikutinya maka Mimika akan aman dari Covid-19,” ujar dr Rini Poesprojo. (Shanty)

Top