Rayakan Pemekaran Provinsi, FPP Nyatakan Sikap Mendukung dan Bentangkan 150 Meter Bendera Merah Putih

Yance Yohanes Boyau saat menyerahkan pernyataan sikap kepada Pemerintah Kabupaten Mimika yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol, Yan Slamet Purba

MIMIKA, BM

Salah satu luapan kegembiraan atas pemekaran Provinsi Papua Tengah dengan ibu kotanya Mimika,

Masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Pemekaran (FPP) menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk dukungan atas pemekaran Provinsi Papua Tengah dengan ibu kota Mimika.

Adapun pernyataan sikap disampaikan saat deklarasi di halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Rabu (13/4).

Pertama, mendukung upaya penyelesaian konflik di Papua secara bermartabat demi tercapainya Papua Damai.

Kedua, mendorong penyelesaian masalah Papua secara rekonsiliasi dan restitusi menuju Papua aman.

Dan ketiga, mendukung implementasi UU Otsus nomor 22 Tahun 2021 dan rencana pemekaran DOB menuju Papua damai, aman dan sejahtera.

Selain pernyataan sikap juga dilakukan dengan penandatangan dukungan dari kepala suku, tokoh pemuda, kepala kampung, lembaga dan forum organisasi masyarakat wilayah adat Meepago di Kabupaten Mimika.

Yance Yohanes Boyau, selaku tokoh masyarakat Kamoro menyampaikan bahwa pemekaran Provinsi Papua Tengah mendapatkan dukungan sepenuh hati oleh masyarakat Kamoro.

Ia bahkan mengatakan bahwa sejak Indonesia merdeka 100 persen masyarakat Kamoro adalah warga NKRI.

"Kami terima dengan hati pemekaran dan mari kita bersama-sama jaga Kabupaten Mimika ini dengan aman, damai dan sejahtera. Dengan pemekaran ini kita juga mau bersaing dengan daerah lain di Indonesia," ungkapnya.

Ia juga menegaskan apabila ada masyarakat asli Mimika yang tidak mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah maka tidak segan-segan akan diusir.

"Siapapun orangnya atau suku manapun yang tidak terima maka saya akan usir keluar dari wilayah adat ini," tegas Yance.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Karel Kum, sebagai putra asli Amungme iapun sangat mendukung. Pasalnya pemekaran Provinsi Papua Tengah merupakan perjuangan panjang yang telah diupayakan sejak lama.

"Kami sangat mendukung pemekaran Provinsi Papua Tengah dan hari ini kita merayakannya bersama dan bersukacita menyatakan damai dan sejahtera sesuai dengan visi misi Kabupaten Mimika. Bagi yang menolak pemekaran berarti bertentangan dengan aturan," tegasnya.

Sementara itu mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Kepala Badan Kesbangpol, Yan Slamet Purba seusai menerima pernyataan sikap mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh forum ini merupakan luapan kegembiraan.

Hal ini karena pemekaran Provinsi Papua Tengah secara hukum sudah dilakukan penetapan, yang mana ibu kotanya adalah Mimika.

"Mewakili pemerintah daerah mari kita sama-sama membangun dan sukseskan program yang telah diberikan oleh pemerintah pusat, karena ini adalah amanah supaya kita bangun Papua Tengah yang damai dan cerdas," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengajak masyarakat untuk menjaga kamtibmas, pasalnya pada bupan ini ada dua momen yang penting yaitu bulan Ramadhan dan Paskah.

"Kalau kita tertib dan aman kita bisa bekerja dengan baik di tempat ini,"ujar Purba.

Aksi damai yang dilakukan oleh FPP ini juga dilakukan dengan membentangkan bendera merah putih sepanjang 150 meter.

Aksi ini berjalan aman dan lancar dari awal hingga akhir serta mendapat pengawalan dari pihak keamanan Mimika. (Ignas)

Top