Pekerja Bangunan yang Tertembak di Puncak, Ternyata Baru Menikah Minggu Kemarin

Jenazah saat tiba di Bandara Mozes Kilangin sebelum diterbangkan ke kampung halamannya

MIMIKA, BM

Pekerja bangunan yang terkena tembakan KKB di Kabupaten Puncak bernama Habel Halenti ternyata baru melangsungkan pernikahannya pada Minggu kemarin.

Hal ini dituturkan oleh Domikus Kesia selaku perwakilan keluarga pada saat mendampingi jenazah saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Sabtu (5/6).

"Almarhum ini baru menikah Minggu kemarin, dan almarhum ini berada di Kabupaten Puncak sudah 1 tahun 6 bulan. Dia keseharian sebagai tukang bangunan di Gereja," ungkapnya.

Domikus mengakui tidak mengetahui secara pasti kronologisnya. Namun berdasarkan informasi yang diperoleh, almarhum bersama beberapa orang keluar untuk mencari babi. Setibanya di lokasi, mereka di hadang sehingga kejadian itupun terjadi.

"Cari babi itu katanya mau ada acara, entah acara apa itu kita tidak tahu. Memang dalam satu bulan terakhir situasi di Kabupaten Puncak tidak kondusif dan sudah ada himbauan dari Pemda bahwa semua masyarakat dilarang keluar kota," ujar Domikus.

Sebagai perwakilan keluarga yang juga menjabat Wakil Ketua Flobamora Kabupaten Puncak, Domikus menghimbau kepada masyarakatnya untuk lebih memperhatikan himbauan dari Pemda Puncak agar tidak terpengaruh dengan ajakan atau rayuan, mengingat situasi saat ini yang belum kondusif.

"Sejauh ini kami dari keluarga belum tahu pasti seperti apa tindakan yang dilakukan pihak keamanan, tapi yang pasti bahwa sejak kemarin sudah ada penyisiran. Ini tugas pihak keamanan dan kami serahkan sepenuhnya kepada mereka" ujar Domikus.

Disampaikan juga bahwa keberangkatan jenazah ini tidak didampingi sang istri, pasalnya keluarga istri belum mengijinkannya.

Jenazah akan dimakamkan di kampung halaman amarhum yakni Kabupaten Alor, Kota Kalabahi, Kecamatan Alor Barat Laut, Kampung Butuwei.

"Hari ini juga diberangkatkan langsung ke Jakarta dan subuh akan tiba di Kupang, selanjutnya menuju Alor menggunakan speednya SAR. Karena prokes jadi tidak diijinkan pakai pesawat," ungkapnya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa yang telah terjadi.

"Kami berterima kasih koordinasi antara pihak TNI-Polri dan masyarakat sehingga hari ini bisa dilakukan penerbangan,"ucapnya.

Dengan situasi seperti ini maka Wandik berharap TNI-Polri maupun Pemda menjalankan tugas dan fungsi masing-masing agar Kabupaten Puncak aman.

"Saya hanya titip pesan bahwa nyawa orang itu tidak bisa diambil oleh siapapun. Hanya Tuhan yang punya hak, oleh karena itu mari kita sama-sama melihat ini. Dengan situasi seperti ini sangat disayangkan karena begitu banyak yang kita bangun dibakar dan dihancurkan. Ada orang yang punya keahlian yang datang membantu untuk pembangunan tapi kalau keadaan seperti ini kami di Kabupaten Puncak bukan maju lagi namun semakin mundur," ungkapnya.

Menurutnya, kejadian yang sering terjadi di Kabupaten Puncak dimungkinkan selama ini karena tidak terjalinnya komunikasi yang baik antara kelompok bersenjata dengan TNI-Polri maupun Pemerintah.

"Mari kita bangun komunikasi jangan buat kami bingung. Dan saya harap seluruh masyarakat maupun orang Papua untuk berdoa bagi Kabupaten Puncak karena roh Papua ini ada di tengah. Biarlah roh Allah bekerja sehingga daerah ini pulih kembali," harapnya.

Komandan Kodim (Dandim) 1714/Puncak Jaya, Letkol Inf Rofi Irwansyah mengatakan, untuk situasi saat ini kondisinya sudah berangsur kondusif karena seluruh jajaran TNI-Polri telah melakukan pengamanan baik di bandara maupun perkotaan.

"Saat ini aparat sedang melaksanakan sistem pengamanan kota dan batas kota guna mengantisipasi kelompok separatis teroris masuk ke kota,"katanya.

Disampaikan juga bahwa masyarakat di perkotaan saat ini telah melaksanakan kegiatan seperti biasa, namun bandara masih ditutup sementara waktu.

"Untuk aktifitas bandara saat ini sementara masih di hentikan. Kita amankan terlebih dahulu dan rencana mungkin minggu baru bisa normal kembali,"tegas Dandim. (Ignas)

Top