PSDD Hari Pertama 405 Warga Terjaring Rapid Tes, 28 Diantaranya Positif

Warga Mimika yang melanggar PSDD diwajibkan jalani rapid tes

MIMIKA, BM

Pelaksanaan hari pertama Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD) memberikan efek positif dalam menjaring dan menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Pasalnya, penerapan PSPB juga diikuti dengan pelaksanaan rapid tes terhadap masyarakat Mimika guna penjaringan kasus dan isolasi terhadap orang yang dicari.

Mereka yang melakukan rapid tes adalah mereka yang terjaring tidak mengindahkan instruksi Bupati Mimika Nomor 4 Tahun 2020 terkait pembatasan aktifitas warga hingga pukul 14.00 Wit.

“Mereka ini adalah yang ditemukan pada saat pembatasan sosial diberlakukan. Baik pejalan kaki, pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak bisa menunjukan dan menjelaskan tujuan perjalanan. Tim kemudian melakukan pemeriksaan terhadap mereka,” ungkap Reynold Ubra, Jubir Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika.

Reynold Ubra mengatakan, pada Kamis (21/5) hari ini, sebanyak 405 orang terjaring dan melakukan rapid tes. Dari jumlah ini, 28 orang ditemukan positif rapid tes.

20 orang melakukan isolasi mandiri dan 8 orang dibawah ke shelter untuk dilakukan isolasi. Sayangnya, dari jumlah ini, 4 orang melarikan diri.

“Kami sudah bawah mereka ke shelter tapi 4 orang kabur. Kami berharap warga Mimika juga hati-hati. Besok tim puskesmas akan mencari mereka karena sebelum rapid mereka mengisi surat pernyataan dan datanya ada di kami. Besok kami akan langsung ke rumah-rumah mereka. Intihnya mereka harus diisolasi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hasil rapid tes positif ini akan diumumkan secara inisial namun disertai dengan alamat, jenis kelamin dan usia.

“Kami harus sampaikan ke publik supaya yang terjaring dan isolasi harus kita awasi bersama. Ini bukan ancaman tapi sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan virus corona di Mimika,” jelasnya.

Reynold mengatakan bawah warga Mimika harus memahami baik penerapaan PSDD. Ini merupakan salah satu cara untuk menekan tingginya kasus Covid-19 akibat maraknya pergerakan masyarakat.

“Kami sangat berharap Masyarakat harus melihat ini secara positif. Masyarakat dapat mengakses pekerjaan dan ekonomi dimulai jam 6-2 siang. Pembatasan dilakukan tentu saja targetnya adalah bagaimana kita bisa menghentikan penyebaran kasus,” ujarnya. (Ronald)

 

 

 

 

Top