SSR Santo Petrus SP3 Program Malaria Perdhaki Membantu Pemda Mimika Terus Perangi Malaria


Pelayanan SSR Santo Petrus di Desa Utikini 1

MIMIKA, BM

SSR Santo Petrus SP3 Program Malaria Perdhaki (Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia) bersama Pemda Mimika dan stakeholder lainnya terus mengibarkan perang melawan Malaria di Timika dalam rangka mencapai Indonesia bebas eliminasi malaria di wilayah Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) maupun wilayah kerja Juru Malaria Desa (JMD).

Kerjasama ini terus digalahkan selama ini antara SSR ST Petrus SP3 Program malaria Perdhaki dengan Dinas Kesehatan dan puskesmas yang dibagi dalam kelompok wilayah guna memaksimalkan pelayanan malaria kepada masyarakat.

SSR ST Petrus SP3 Program malaria Perdhaki selama ini memusatkan perhatian eliminasi malaria di wilayah Kwamki Narama, SP3, Inamco, Bhintuka, Utikini, Sp5, Iwaka dan Lokpong.

Kepada BeritaMimika, Selasa (23//5/2023), Moriana Hungan, Fasilitator Lapangan SSR ST Petrus SP3 Program Malaria Perdhaki didampingi Program Manager Veronica Teturan, menjelaskan secara detail program pemberantasan malaria yang mereka lakukan.

"Hari ini kami di Bhintuka, Jalan Poros Rt 4. Kami juga sudah advokasi dan koordinasi sehingga besok jadwalnya di Lokpon yakni untuk penyuluhan dan pemeriksaan. Kemarin dulu sudah di Utikini 1," jelasnya.

Ia menjelaskan, SSR ST Petrus SP3 Program Malaria Perdhaki merupakan perpanjagan tangan dari Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan askes pelayanan malaria.

"Masyarakat ini kalau sakit terus mau pergi periksa malaria di puskesmas, ada yang berpikir bahwa dia punya uang hanya Rp20 ribu kalau ongkos pulang pergi saja tidak cukup, dia nanti mau makan apa?," ungkapnya.

Dengan demikian maka dengan adanya SSR ST Petrus SP3 Program Malaria Perdhaki ini semakin mempermudah layanan kepada masyarakat untuk mendapatkan akses pemeriksaan malaria.

"Kami juga kerjasama dengan desa melalui Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang mana tujuannya adalah untuk menciptakan inovasi baru untuk kampung atau desa tersebut," ujarya.

"UKBM ini nantinya melalui kepala desa akan menghimbau kepada masyarakat agar bagaimana mendapat informasi yang lengkap mengenai malaria, mulai dari pemeriksaan, pencegahan sampai pengobatan," jelasnya.

Ia mengatakan bahwa selama ini pihaknya terus gencar melakukan edukasi dan publikasi kepada masyarakat karena bahaya malaria ini dapat mengakibatkan kegilaan hingga kematian jika tidak diperiksa dan diobati dengan benar.

"Untuk obat-obatnya karena kami kerja sama dengan pemerintah sehingga kami diberikan obat-obatan dari puskesmas setempat seperti Puskesmas Karang Senang Sp3, Bhintuka Sp13, Limau Asri Sp5 dan Puskesmas Sp2," jelasnya.

Selain di wilayah tersebut, SSR Perdaki Malaria Timika St. Petrus juga memiliki areal kerja di Timika yang bekerja sama dengan Puskesmas Kwamki Baru namun lebih fokus untuk program Go to School dan Go to Campus.

Moriana Hungan juga mengungkapkan, selama menjalankan program eleminasi malaria ini, respon masyarakat sangat antusias dan sangat luar biasa.

Menurutnya, masyarakat sangat terbantu karena dengan adanya kader di lapangan, akses yang awalnya sulit dijangkau seperti di Lokpong, dan lainnya sangat terbantu dengan adanya kader.

"Tugasnya kader ini mereka akan berikan informasi secara door to dorr, dan melalui UKBM akan mengumpulkan masyarakat di kampung untuk mendapat informasi yang benar tentang malaria plus dengan pemeriksaan malaria," ujarnya.

Apabila ada masyarakat yang hasil pemeriksaan positif maka akan langsung diarahkan ke puskesmas atau pustu terdekat untuk ditangani.

"Para kader ini sudah dapat pelatihan tentang materi malaria dan tentang pengambilan sample darah yang benar. Mereka sudah dibekali dengan pengetahuan tentang malaria karena semua sudah di latih," ujarnya. (Ronald Renwarin)

Top