Semakin Rawan, Rumah Sakit di Mimika Zona Hitam Covid

Petugas kesehatan Mimika meminta warga Mimika patuh protokol kesehatan

MIMIKA, BM

Kondisi rumah sakit di Mimika terutama RSUD dan RSMM kini tengah berada dalam situasi genting karena dihuni oleh banyaknya pasien Covid-19.

Jumlah tempat tidur yang terpakai di RSUD Mimika sebagai rumah sakit rujukan covid-19 sudah diatas 80 persen. Bahkan RSMM Mimika sampai harus menambah 12 tempat tidur tambahan.

Dengan kondisi ini pemerintah daerah bahkan berencana membuka rumah sakit layanan darurat, namun hal ini dibatalkan karena Mimika juga tengah mengalami kekurangan oksigen dan memperhitungkan ketersedian tenaga kesehatan.

Melihat situasi Mimika saat ini, Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengingatkan warga Mimika terutama ibu hamil agar melakukan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas saja.

"Kami sangat berharap ibu yang akan melahirkan jangan langsung ke rumah sakit tetapi berjenjang, datang ke puskesmas atau tempat praktek atau klinik terlebih dahulu karena kondisi rumah sakit saat ini zona merah bahkan zona hitam," ungkapnya.

Ia mengingatkan jika tidak ada indikasi medis maka lebih baik melapor ke petugas di puskesmas atau fasilitas kesehatan dimana ibu selalu melakukan pemeriksaan sejak usia kehamilan pertama.

"Demikian pula kalau masyarakat yang batuk pilek itu separuh punya riwayat antigen covid, rata-rata 90 persen PCR positif sehingga jangan ke rumah sakit tetapi ke faskes itu lebih aman atau hubungi PSC 119," terangnya.

Peningkatan kasus Covid-19 di Mimika semakin rawan. Bahkan dalam 3 bulan terakhir, sudah hampir 50 anak di Mimika yang terpapar covid.

"Sudah hampir mencapai 50 dan ini berbeda dengan tahun lalu. Kematian pun lebih cepat pada tingkatan usia kalau melihat dari kasus kematian yang ada. Hanya saja diakibatkan oleh faktor penyebab sehingga diperberat infeksinya yaitu komorbid," jelasnya.

Makanya Reynold kembali menegaskan bahwa, mengapa masyarakat harus melakukan vaksinasi atau imunisasi karena dengan vaksin, akan menekan dan menurunkan tingkat kesakitan dan kematian.

"Orang yang sudah divaksin masih memiliki resiko terpapar 70 persen namun sampai pada gejala kritis empat persen atau bisa sampai satu persen, dan mengurang kematian serta bisa melindungi sampai 98 persen," ungkapnya. (Ronald)

Top