Apakah Benar Varian Delta Sudah Ada di Timika?

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu

MIMIKA, BM

Informasi tentang masuknya varian delta di Timika sudah mulai berhembus di masyarakat. Beberapa hari lalu, ada warga yang bahkan menelpon redaksi BM guna mempertanyakan kebenaran informasi ini.

Warga berharap jika memang benar informasi ini sudah menyebar di Timika, pemerintah daerah diminta tidak menyembunyikan atau lamban dalam menyampaikan informasi tersebut.

"Kita sudah capeh lawan covid, sekarang muncul lagi varian delta. Jika benar sudah ada di Timika, jangan didiamkan. Virus yang menyebabkan covid ini sangat rawan sehinga informasinya jangan ditutup-tutupi ke masyarakat," ungkap salah satu warga yang menelpon redaksi BM, berapa hari lalu.

Ia bahkan mendegar isu bahwa varian delta telah masuk Timika melalui seorang pekerja yang kemudian menetap di salah satu penginapan di Timika.

"Isu yang sampai ke kami seperti itu. Kami hanya waspada tapi tidak mau percaya kebenarannya karena yang bisa tentukan itu ada atau tidak hanya dari Satgas Covid. Makanya kami minta pemda terbuka supaya tidak ada kepanikan seperti dulu lagi," jelasnya.

Menanggapi adanya informasi ini, Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu kepada BM mengatakan guna memastikan varian baru Covid-19 di Mimka, pihaknya akan mengirimkan sejumlah sample ke luar daerah.

RSUD Mimika berencana akan mengirimkan sebanyak 48 sampel ke Lembaga Eijkman di Sulianti Suroso Jakarta.

"Kami belum pernah melakukan pemeriksaan varian baru. Kami saat ini sedang mempersiapkan spesimennya, mudah-mudahan dalam satu sampai dua minggu kami akan kirim sampelnya ke Lembaga Eijkman di Jakarta," tutur Direktur RSUD Mimika, dr Antonius Pasulu, di Hotel Grand Mozza, Rabu (7/7) kemarin.

Anton mengatakan, lembaga tersebut adalah lembaga yang saat ini bisa menentukan atau mendeteksi virus varian Delta.

Ia pun menegaskan bahwa selama ini belum ada pasien dengan virus varian Delta dan belum ada penyampaian secara resmi ke publik. Hal ini karena belum adanya hasil yang menyatakan bahwa varian Delta tersebut sudah ada.

"Kami akan kirim 48 spesimen dan kami sudah berkoordinasi dengan lembaga Eijkman karena untuk pengiriman sampel itu ada standarnya. Dari sana yang akan mengirimkan ke sini dulu," tutur Anton.

Dikatakan, setelah sample dikirimkan, butuh waktu antara 3-5 hqri baru mendapatkan hasil. Pengiriman spesimen ini juga ada standar yang harus dijaga, salah satu suhunya.

"Nanti setelah itu diperiksa selama tiga sampai lima hari dan kemudian mereka akan kirim sampelnya,”jelasnya.

Anton mengakui, pengiriman ini dilakukan karena Timika belum memiliki mesin pemeriksaan covid-19 varian Delta sehingga harus mengirim sampel ke Jakarta.

"Memang untuk kriterianya tetap ada. Makanya untuk saat ini, baru 48 sampel memenuhi kriteria yang kami kirim dan tidak menutup kemungkinan bisa saja bertambah,”ungkapnya.

dr Anton juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh terhadap sejumlah isu yang beredar. Ia mengatakan kunci utama agar selalu terhindar dari penyebaran Covid-19 adalah memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan.

"Sejauh kita setia melaksanakan protokol kesehatan ini, kita akan selalu terlindungi. Di musim pandemi ini, kita semua punya tugas yang sama yakni menjaga diri sendiri dan ikut menjaga orang lain," terangnya. (Shanty)

Top