Pekerja Media Akhirnya Terima Vaksin Pertama

Wartawan pos kriminal BeritaMimika, Ignas saat disuntikan Vaksin Covid di Puskesmas Timika Jaya

MIMIKA, BM

Pekerja media terutama wartawan dari berbagai media di Mimika baik cetak, online, televisi hingga kontributor telah melaksanakan vaksin dosis pertama di Puskesmas Timika, Sabtu (27/3).

Pelaksanaan vaksin bagi pekerja media dilakukan bersamaan dengan sejumlah pekerja dari Pin Simpati Seluler serta pihak Klasis GPI Papua Timika.

Kepala Puskesmas Timika dr. Moses Untung kepada wartawan mengatakan dua wartawan tidak lolos screening karena penyintasnya baru dua bulan sementara satunya memiliki komorbit yang harus dikontrol sehingga belum dapat diberikan vaksin.

"Hari ini (kemarin-red) tidak hanya media saja, sehingga jumlah semua ada 40 orang," kata dr. Moses.

Bukan hanya di Puskesmas Timika Indah, namun sebagian wartawan di saat bersamaan juga melakukan vaksin di Hotel Horison.

Selain itu wartawan yang pos peliputan di DPRD juga telah divaksin bersamaan dengan vaksin angota DPRD beberapa hari lalu dan sebagian mengikutinya di Kantor Radio Publik Mimika.

"Untuk wartawan sebenarnya sudah ada yang dilayani di kantor DPRD dan juga RPM jadi tidak semua terlayani di sini," ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan vaksin dilakukan berdasarkan Surat Edaran Bupati Mimika dan Dinas Kesehatan.

Jadi selain melakukan vaksinasi di puskesmas, pihaknya juga melakukan pelayanan mobile atau mendatangi instansi yang dikategorikan pelayanan publik.

"Kita ikuti kebijakan terbaru sesuai surat edaran dari Dinas Kesehatan menindaklanjuti edaran dari kementerian untuk lebih mengefektifkan vaksin ini. Kami lebih banyak mobile sehingga untuk pelayanan publik yang sifatnya menetap dan jumlahnya banyak kami datangi, kalau mediakan bergerak jadi kami yang menunggu," ungkapnya.

dr. Moses menambahkan, pemberian dosis kedua akan dilaksanakan tanggal 24 April mendatang atau tepat 28 setelah vaksin pertama agar sistem kekebalan tubuh telah terbentuk dan lebih maksimal.

"Sekarang siklus antara dosis pertama dan dosis kedua itu menjadi 28 hari kalau dulu yang tenaga kesehatan hanya 14 hari sekarang semua sudah 28 hari," ujarnya.

Pimpinan Media Online BeritaMimika, Ronald Renwarin, memberikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika karena menjadikan awak media sebagai prioritas dalam pemberian vaksin.

Dari 5 wartawan BM termasuk dirinya, hanya 1 yang belum melakukan vaksin karena masih menyusui usai persalinan dua bulan lalu. Sementara 1 admin sedang di luar kota dan 2 IT BM menetap di daerah lain.

"Mewakili semua pekerja media, kami sampaikan terimakasih atas perhatian ini karena bagaimanapun kami adalah salah satu komunitas yang paling rentang dengan situasi ini," ujarnya.

Ia berharap agar program vaksin dapat diikuti oleh semua orang tanpa harus memikirkan dampak negatif yang selama ini menjadi ketakutan sebagian orang untuk mau di vaksin.

"Dunia sudah beberapakali mengalami situasi seperti ini dan telah berhasil melaluinya. Setiap negara termasuk pemerintah Indonesia tahu apa cara terbaik yang harus dilakukan untuk masyarakatnya di tengah badai ini," ujarnya.

"Jangan takut divaksin karena dengan vaksin, kita semakin memproteksikan diri dan semua orang yang ada di sekitar kita. Kita harus bijak melihat persoalan hari ini. Semoga kita dilindungi Tuhan sehingga bersama kita mampu melewati badai ini dan cepat berakhir," terangnya. (Rafael)

Top