Hukum & Kriminal

Polisi Masih Mencari BB Milik Pelaku Yang Hilang

Foto Dok/Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria

MIMIKA, BM

Hingga saat ini Kepolisian Mimika dalam hal ini Sat Reskrim Polres Mimika masih melakukan pencarian barang bukti berupa motor milik ET, pelaku pembunuhan terhadap seorang pramuria.

"Memang kita sudah amankan beberapa BB, cuman raincoat, helm itu sudah dibuang dan motor miliknya yang dia kenakan waktu itu tidak kita temukan, karena itu disembunyikan tapi hilang," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Rian Oktaria, Jumat (24/10/2025) kemarin.

Perlu diketahui pelaku berinisial ET ini ditangkap pada tanggal 27 September 2025 di seputaran Jalan Cenderawasih.

Seperti diberitakan sebelumnya seorang pramuria berinisial LP ditemukan meninggal dunia didalam kamarnya bernomor 2 di wisma Mawar Indah yang terletak dilokalisasi kilo 10, Kelurahan Kadun Jaya, Distrik Wania, Selasa (03/06/2025).

Dalam kasus ini motifnya berawal saat keduanya melakukan hubungan badan. Kemudian karena korban saat itu posisinya berada dibawah sambil memegang leher belakang pelaku,sehingga pelaku berpikir korban akan menganiayanya.

Pelaku pun akhirnya mencekek leher korban, kemudian pelaku mengambil cas HP lalu melilit ke leher korban hingga meninggal. Selain menghabisi nyawa korban, pelaku juga diketahui mengambil HP dan uang korban senilai Rp300 ribu. (Ignasius Istanto)

Kapolsek : Anak Panah Dipergunakan Untuk Adat Saja, Bukan Untuk Perang

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki.

MIMIKA, BM

Kapolsek Kwamki Narama, Ipda Yusak Sawaki menegaskan bahwa anak panah itu dipergunakan untuk adat saja bukan untuk perang.

Sehingga anak panah hasil sweeping selama dua hari di Kwamki Narama itu jika ada yang ingin mengambilnya maka akan dibuat dalam surat pernyataan.

"Ada 10 ikatan anak panah yang kita jadikan barang bukti. Jadi kalau ada masyarakat yang mau minta kembali, itu kita akan kembalikan tapi akan buat dalam surat pernyataan bahwa panah ini digunakan untuk adat saja, tidak usah digunakan untuk perang," tegasnya pada Selasa (21/10/2025).

Kata Kapolsek, selain sweeping pihaknya juga akan rutin lakukan patroli serta memberikan himbauan terkait kamtibmas.

"Kwamki sudah aman, dan kami harapkan tidak ada lagi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama. Sehingga Kwamki Narama bisa aman, damai dan pembangunan bisa berjalan dengan baik," kata Ipda Yusak. (Ignasius Istanto)

Kehilangan Handphone Diduga Jadi Pemicu Terbakarnya Asrama SMA Sentra Pendidikan


Tampak kobaran api di Asrama SMA Sentra Pendidikan (foto istimewa)

MIMIKA, BM

Kebakaran asrama SMA Sentra Pendidikan yang terjadi pada Selasa (21/10/2025) malam kini sedang diselidiki penyebabnya oleh Kepolisian Kuala Kencana.

"Bangunan asrama SMA Sentra Pendidikan  diduga sengaja dibakar oleh salah seorang siswanya," kata Kapolsek Kuala Kencana, AKP Djemi Reinhard saat ditemui di Kantor Polsek Mimika Baru, Rabu (22/10/2025).

Diterangkan Kapolsek bahwa sesuai informasi yang diperoleh insiden kebakaran dilatarbelakangi adanya siswa yang kehilangan HP.

Karena kesal ia kemudian menyampaikan kalimat bernada ancaman akan melakukan pembakaran apabila barang miliknya tidak ditemukan.

"Terduga pelaku pembakaran adalah siswa yang duduku dikelas 12. Sementara apakah ada keterlibatan pelaku lainnya itu kita masih diselidiki," terang AKP Djemi.

Disampaikan Kapolsek bahwa sejak semalam terduga pelaku sudah tidak ada di lokasi kejadian namun pihaknya akan mengupayakan agar secepatnya ditemukan.

"Kita sudah pasang garis polisi dan sudah lakukan olah TKP. Kita juga masih selidiki bagaimana cara sampai membakar asrama putra tersebut,"kata AKP Djemi. (Ignasius Istanto)

Top