Situasional Mimika di 2025 : Refleksi Akhir Tahun Polres Mimika

Kapolres Mimika saat memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025.

MIMIKA, BM

Menjelang pergantian tahun 2025, Polres Mimika memaparkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025 melalui rilis yang digelar di Mapolres Mimika, Mile 32, pada Selasa (30/12/2025).

Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman menyampaikan bahwa untuk jenis tindak pidana atau total tindak pidana sebanyak 1552 kasus, dengan penyelesaian perkara 262 .

"Itu yang dilaporkan sepanjang tahun 2025," katanya didampingi Waka Polres, Kasat Reskrim, Kabag Ops, Kasi Humas, Kasat Lantas dan salah satu anggota Propam.

Kata Kapolres, sepanjang tahun 2025 ada 10 kasus menonjol yang ditangani Polres Mimika, diantaranya kasus curanmor sebanyak 333 kasus, penyelesaian ada 35 kasus dengan jumlah tersangka 38 orang.

“Kasus pencurian sebanyak 193 kasus, penyelesaian 30 dengan jumlah tersangka 27 orang," kata AKBP Billy.

Lanjutnya, untuk kasus penganiayaan sebanyak 164 kasus, pengeroyokan 92 kasus, perlindungan anak 92 kasus, curas atau jambret 51 kasus, KDRT 46 kasus, curat seb6 45 kasus, narkotika 44 kasus dan penggelapan sebanyak 43 kasus.

"Jadi total semua yang dilaporkan ada 1103 kasus dengan jumlah tersangka 209, kemudian penyelesaian perkara itu sebanyak 174," kata AKBP Billy.

Selain itu untuk narkotika di tahun 2025, kata AKBP Billy mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun 2024.

"Untuk ditahun 2024 untuk jenis kasus narkotika yang berhasil kita amankan BB nya itu sebanyak 1073,752 gram. Sedangkan di tahun 2025 itu naik menjadi 1,207,81 gram," kata Kapolres Mimika.

Sementara untuk kasus laka lantas di tahun 2025, kata Kapolres mengalami kenaikan 231 atau naik 49 persen.

"Jika dibandingkan tahun 2024 itu hanya 155 kasus. Kalau pelanggaran lalau lintas di tahun 2025 alami penurunan sebesar 40 persen jika dibandingkan tahun 2024,"kata AKBP Billy.

Disampaikan juga bahwa untuk penanganan bentrok antar kelompok maupun unjuk rasa selama tahun 2025 itu ada 4 kejadian , dan mengalami penurunan.

"Jika dibandingkan dengan tahun 2024 itu ada 5 kejadian. Kemudian aksi unjuk rasa itu ada 21 kasus atau mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2024,itu hanya 18 kasus," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Top