Freeport Beri Pelatihan Manajemen Keuangan Yang Transparan Kepada Yahamak

Pelatihan managemen tersebut yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Kamis (7/4)

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan pelatihan managemen keuangan yang transparansi kepada mitra nirlaba binaannya.

Kali ini Yayasan Hak Azasi Manusia dan Anti Kekerasan (Yahamak) yang mendapatkan pelatihan managemen tersebut yang berlangsung di Hotel Horison Diana, Kamis (7/4).

Sebelumnya telah dilakukan pelatihan serupa kepada mitra kerja yakni Lemasko, Lemasa, Yayasan Yuamako.

Manager Hubungan Institusi Lokal PT Freeport Indonesia, Ricardo Komul mengatakan, tujuan dari pada pelatihan managemen keuangan adalah untuk menambah kapasitas terkait dengan pepengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel dan bertanggungjawab.

"Freeport selalu dan terus melakukan segala kegiatan dengan transparansi dan akuntabilitas, karena pengelolaan program-program ini perlu dilakukan secara akuntabel dan transparansi agar bisa dipertanggungjawabkan," Kata Ricardo.

Lebih lanjut dikatakan, situasi Freeport sekarang ini kepemilikan saham pemerintah di PTFI lebih besar yang jumlahnya 51,2 persen.

Keadaan ini mewajibkan Freeport dalam semua investasi sosial harus dikelola dengan transparansi dan akuntabilitas yang baik.

Karena semua lembaga mitra yang bekerjasama dengan Freeport menerima bantuan pendanaan dari Freeport.

"Kami harapkan dapat meningkatkan kapasitas dari pada pengurus lembaga, sehingga mereka juga mempunyai kemampuan untuk mengelola anggaran dan program ini secara baik, secara bertanggung jawab dengan akuntabilitas dan transparansi," harapnya.

Diharapkan, mitra yang mendapat bantuan dana dalam rangka giat sosial investasi Freeport, juga bisa mengelola program-program mereka dengan bantuan dana tersebut secara transparan dan bertanggung jawab.

"Mereka juga punya kemampuan untuk bisa mengelola program dan anggarannya secara transparansi dan bertanggungjawab," ujarnya.

Kedepan PTFI juga berencana akan mengadakan beberapa pelatihan lainnya untuk meningkatkan kapasitas nirlaba binaan mereka seperti meningkatkan managerial, kepemimpinan, penyelesaian masalah dan lainnya.

"Kita sedang menyiapkan materi untuk teman-teman dari lembaga mitra. Pelaksanaan program investasi sosial Freeport semua harus dikelola secara transparansi sehingga jika ada pihak-pihak yang menanyakan dipakai untuk apa? kita semua bisa bisa memberikan pertanggungjawabannya," Ujarnya.

Dengan pelatihan ini, diharapkan meningkatkan kemampuan mitra PTFI untuk semakin baik dalam menyiapkan laporan pertanggungjawaban.

"Itulah tujuan, sehingga bantuan pendanaan dalam rangka investasi sosial Freeport bisa dilakukan secara bertanggungjawab," ungkapnya. (Shanty) 

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top