Budaya

Warga IKEMAL Mimika Rayakan HUT Patimura Ke 205

Ketua IKEMAL bersama pimpinan Forkopimda disambut tarian ular dari sekelompok penari saat memasuki gerbang Eme Neme Yauware

MIMIKA, BM

Ribuan warga Maluku yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) di Kabupaten Mimika menggelar syukuran HUT 205 Tahun Pahlawan Nasional Indonesia asal Mauku, Thomas Matulessy.

HUT Patimura yang selalu diperingati setiap tanggal 15 Mei ini dilaksanakan di halaman Eme Neme Yauware, Jumat (27/5).

Mewakili pemerinrah daerah, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Yulianus Sasarari menyampaikan bahwa Patimura adalah salah satu pahlawan nasional yang telah berjuang melawan penjajah.

Tekad, semangat dan perjuangan Patimura untuk mengusir penjajah dan merebut kemerdekaan, hendaknya menjiwai sanubari kita semua sebagai generasl penerus perjuangan, generasi pengisi kemerdekaan.

"Tekat, semangat dan perjuangan kita semua sebagai patimura-patimura muda saat ini adalah menjaga, merawat dan menjahit kebinekaan indonesia untuk tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, dengan cara membebaskan rakyat dan bangsa kita dari kemiskinan, kebodohan, dan berbagai ketertinggalan,"ungkapnya.

Melalui momen ini, pemerintah daerah mengajak
seluruh masyarakat Kabupaten Mimika, khususnya warga Maluku untuk bersama menjaga persatuan, keamanan dan
ketertiban, sehingga pembangunan di Kabupaten Mimika ini terus berjalan dengan baik.

"Saya juga mengapresiasi dan mengucapkan
terima kasih kepada seluruh warga maluku di Kabupaten Mimika, yang telah mendukung pemerintah dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan harmonis,"ucapnya.

Ia berharap perayaan HUT Patimura yang dirangkaikan dengan halal bihalal ini, hendaknya lebih mempererat persatuan dan kesatuan, toleransi dan kerja sama.

"Kita semua sebagai warga negara dan masyarakat di Kabupaten Mimika, khususnya warga Maluku yang dikenal dengan semboyan; "potong dikuku rasa didaging", yang memiliki arti "ale rasa, beta rasa" harus menjadi pioner dalam menjaga semangat toleransi," katanya.

Menurutnya, Patimura tua boleh mati, namun akan bangkit Patimura-Patimura muda untuk meneruskan perjuangan". "lawamena haulala" maju terus pantang mundur".

Ketua Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika, Piet Rafra menyampaikan kegiatan sebenarnya dilakukan pada tanggal 15 Mei lalu namun karena keadaan lain sehingga tertunda dan baru bisa dilaksanakan pada 27 Mei.

"Jadi syukuran HUT Patimura ini kita satukan juga dengan halal bi halal 1443 H, karena warga Ikamal ini juga banyak yang muslim sehingga kita tunjukan bentuk toleransi beragama,"ungkapnya.

Dengan menggelar syukuran HUT Patimura ke 205, Ketua Ikamal mengajak seluruh warganya untuk lebih tertib dalam semua aspek, terutama aspek pemerintahan dan selalu mendukung pemerintah dalam rangka pembangunan daerah.

"Kegiatan ini bukan baru pertama kalinya, tapi ini sudah ke empat kalinya,"ujar Piet.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua panitia pelaksanaan kegiatan, Anton Welerubun bahwa gelar syukuran HUT Patimura sempat tertunda dan pelaksanaanya kali ini disatukan dengan halal bi halal 1443 H.

"Sempat tertunda karena ada kesibukan lainnya, sehingga hari ini kita bisa laksanakan bersama dengan acara halal bi halal,"ungkapnya.

Dengan syukuran HUT Patimura ke 205, dirinya berharap keluarga besar Maluku yang ada di Timika dapat mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah serta mensukseskan program pemerintah terutama dalam menjaga kamtibmas.

"Kegiatan di tahun ini kerukunan keluarga Kei yang ditunjuk sebagai penyelenggara, karena tahun sebelumnya kerukunan keluarga Dobo. Nanti tahun depan kegiatan yang sama juga akan diselenggarakan oleh kerukunan Maluku Utara,"kata Anton.

Untuk diketahui kegiatan gelar syukuran HUT Patimura ke 205 dan halal bi halal ini dilangsungkan dengan berbagai tari-tarian adat serta penyalaan obor induk Patimura.

Obor tersebut melambangkan kegigihan seorang pahlawan Patimura dalam memperjuangkan kemerdekaan serta sebagai refleksi 205 tahun HUT Patimura.

Dalam kegiatan tersebut selain hadir ribuan warga IKEMAL, hadir pula berbagai unsur Forkopimda serta para tamu undangan lainnya. (Ignas)

GOW Mimika Tampil Ingatkan Bahaya Narkoba, Kesehatan Reproduksi dan Kekerasan Terhadap Anak

Ketua GOW Mimika, Pere Omaleng saat membawakan sambutan kegiatan di Ruang Pertemuan Hotel Mozza, Rabu (25/5/2022)

MIMIKA, BM

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi bahaya narkoba, kesehatan reproduksi remaja, dan kekerasan terhadap anak bagi para remaja keagamaan dan organisasi pemuda di Hotel Grand Mozza, Rabu (25/5/2022).

Ketua GOW Mimika Pere Omaleng dalam sambutannya menjelaskan kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari GOW Mimika terhadap pendidikan, pengetahuan, keterampilan, kesehatan moral, agama, dan masa depan bangsa.

"Atas dasar kepedulian itu, Gabungan Organisasi Wanita terpanggil bersama-sama dengan pemerintah untuk membangun manusia. Terutama masa depan anak yang menjadi harapan bangsa. Untuk itu GOW melaksanakan sosialisasi bahaya narkoba bagi para remaja gereja, remaja masjid untuk mencegah rusaknya moral anak bangsa akibat terjerumus menggunakan narkoba," ujarnya.

Selain itu, kata dia, sosialisasi reproduksi remaja dan kekerasan terhadap anak-anak jarus diberikan sejak dini agar para remaja lebih berhati-hati dalam pergaulan.

Sebab menurutnya, masa remaja adalah masa yang sangat menentukan langkah keberhasilan seseorang ke depan, baik dari tingka laku, sikap pergaulan, dan menghindari resiko.

"Sosialisasi kekerasan terhadap anak juga sangat penting mengingat masih banyak anak yang hidup dalam kekerasan, baik yang mereka alami di lingkungan keluarga maupun di luar rumah sehingga Gabungan Organisasi Wanita ikut mengambil peran demi terwujud visi dan misi bupati dan wakil bupati Mimika, yaitu terwujudnya Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera," terangnya.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para remaja agar bisa memanfaatkan kesempatan masa remaja dengan sebaik-baiknya untuk mengisi pembangunan di setiap aspek kehidupan.

"Gabungan organisasi wanita adalah ibu-ibu sebagai malaikat tanpa sayap yang Tuhan kirimkan ke dunia untuk merawat, membesarkan, hingga mengajarkan kepada kita tentang luasnya ilmu. Demikian pentingnya perannya kaum ibu sehingga apapun dilakukan untuk masa depan anak-anaknya agar setelahnya anak-anak dapat ikut berpartisipasi dalam pembangunan bangsa," terangnya.

"Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi mengenai kebodohan, keterbelakangan, kemiskinan atau pun kerusakan moral. Oleh karena itu Gabungan Organisasi Wanita berusaha menerobos berbagai tantangan masa depan dengan penuh keyakinan dan kepercayaan Tuhan selalu menolong dan menyertai," imbuhnya.

Di samping itu, Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat membuka rangkaian kegiatan juga menyampaikan tentang darurat penggunaan narkoba.

"Peredaran dan penggunaan narkoba merupakan salah satu permasalahan nasional yang dipandang serius oleh pemerintah karena dapat menyebarkan rusaknya moral bangsa. Dampak yang ditimbulkan dari narkoba sangat membahayakan bagi kesehatan. Salah satunya adalah menurunkan kesehatan reproduksi," kata Omaleng.

Secara teori, jelas dia, narkoba sangat berpengaruh dalam pembuahan tumbuh kembang janin. Akibatnya bayi akan terlahir cacat.

Menurutnya, menjaga kesehatan produksi adalah hal yang sangat penting terutama bagi para remaja karena masa remaja merupakan waktu terbaik untuk membangun kebiasaan baik, terutama dalam menjaga kebersihan yang menjadi aset penting dalam jangka panjang.

"Menurut data kesehatan, terdapat korelasi antara kecanduan obat atau penyalahgunaan obat-obatan dengan perilaku kekerasan, baik itu kekerasan secara psikis maupun fisik. Kekerasan jika digabungkan dengan kecanduan obat-obat, dapat meningkatkan situasi berbahaya sehingga sulit diatasi," tegas Omaleng.

"Begitu pula pada korban kekerasan yang mengalami stres dapat memicu terjadinya penyalahgunaan zat dan berkunjung pada kecanduan obat-obatan terlarang," lanjutnya.

Selain itu, dia juga mengatakan dewasa ini marak isu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan atau kesetaraan gender. Isu ini, jelas dia, jika dikulik lebih dalam maka akan kerucut menjadi permasalahan ketimpangan keadaan dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

"Permasalahan ini muncul ketika perempuan memiliki kesempatan yang terbatas apabila dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki kesempatan yang luas terkait program dan aktivitas yang ada di masyarakat," jelasnya.

Sehingga dengan adanya kegiatan ini maka akan memberikan informasi-informasi yang menambah wawasan peserta mengenai bahaya kegunaan narkoba, pentingnya menjaga kesehatan produksi, serta pengetahuan mengenai kesetaraan gender dan bagaimana cara menghadapi masalah jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Untuk itu atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Mimika yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih karena telah mendukung Pemerintah Kabupaten Timika dalam mewujudkan visi Kabupaten Mimika yaitu terwujudnya Mimika cerdas, aman, dan damai sejahtera," ucap Omaleng.

"Saya berharap kepada peserta sosialisasi untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan produktif sehingga semua materi atau pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan serta dibagikan kepada rekan-rekan di lingkungan saudara berada. Semua ini demi menciptakan kehidupan yang bersih dari narkoba dan menciptakan generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkualitas," pungkasnya. (Ade)

Mimika Berangkatkan 160 Calon Jamaah Haji Tahun Ini. Semua Sudah Vaksin Meningitis dan Booster

Kepala Kantor Agama Mimika, Lucas Yasi

MIMIKA, BM

Kepala Kantor Agama Mimika, Lucas Yasi mengatakan setelah menunggu dua tahun karena masalah pandemi, akhirnya pada tahun 2022 ini sebanyak 160 calon jamaah haji akan berangkat dari Timika guna menunaikan ibadah haji.

Hanya saja, CJH yang akan diberangkatkan adalah mereka yang telah memperoleh vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster. Ini merupakan syarat uatama keberangkatan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Lucas Yasi saat ditemui di Hotel Cenderawasih 66, Kamis (12/5).

Lucas menjelaskan, sebelum berangkat para calon jamaah akan mengikuti 10 manasik haji. 8 manasik di berikan oleh Kantor Agama dan 2 oleh Kementerian Agama.

“Manasik tersebut akan dilaksanakan di bulan ini,” tutur Lucas.

Setelah manasik dilakukan, maka selanjutnya dilakukan persiapan terkait dengan kebutuhan logistik selama pelaksanaan ibadah haji.

"Untuk bisa berangkat, para calon jamaah diwajibkan sudah melakukan vaksin booster dan vaksin meningitis” tegasnya.

Untuk keberangkatan dari Timika direncanakan pada awal bulan Juni menuju embarkasi Makassar.

“Semua sudah siap dan pada Sabtu lalu semua sudah vaksin meningitis. Peserta yang sudah daftar itu ada 300 orang tapi karena pandemi sehingga Arab Saudi hanya menerima 50 persen sehingga dati Timika ada 160 calon jamaah haji,” ungkapnya. (Shanty)

Top