Budaya

Majelis Taklim Hikmah Berbagi Berkah Ramadhan



Ketua Majelis Taklim Hikmah, Nurlina saat menyerahkan paket sembako kepada warga

MIMIKA, BM

Sebagai wujud meningkatkan kepedulian sosial, khususnya menyambut Ramadhan 1446 hijriyah, pengurus Majelis Taklim Hikmah menyalurkan 102 paket sembako.

Penyaluran 102 paket sembako ini diberikan dari warga Sulawesi Selatan khususnya dari Kabupaten Enrekang yang ada di Mimika.

Ketua Majelis Taklim Hikmah, Nurlina mengatakan, ini adalah silaturahmi dari pengurus Majelis Taklim Hikmah kepada warga yang membutuhkan.

"Jadi bantuan ini bukan hanya kepada warga Enrekang saja tapi ada juga beberapa diluar warga Hikmah yang memang membutuhkan seperti yatim piatu, duafa itu juga kami salurkan,"kata Nurlina saat diwawancarai disela-sela kegiatan, Jumat (14/3/2025).

Nurlina mengatakan, bahwa Majelis Taklim Hikmah baru terbentuk dan ini adalah program pertama dari Majelis Taklim Hikmah untuk warga.

Katanya, program ini akan menjadi agenda tahunan setiap memasuki bulan Ramadhan kerukunan Hikmah mendata warga yang membutuhkan.

"Semoga ini menjalin silahturahmi antara sesama warga hikmah dan dengan bantuan ini juga bisa meringankan pengeluaran penerima bantuan meskipun jumlahnya terbatas,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Hikmah, Ismail Cirra mengatakan, ini bukan bantuan, ini bentuk silaturahmi dari warga Sulawesi Selatan khususnya dari Kabupaten Enrekang.

"Jadi kami mendata warga kami, ini bukan bantuan tapi ini silahturahmi dengan kepedulian kami warga Enerekang yang ada di rantau. Yang mau kami salurkan ini sebanyak 102 paket sembako,"tutur Ismail.

Ismail mengatakan, pengurus sudah milah-milah warga yang ada di Mimika kecuali yang di gunung. Sehingga penyaluran hanya dilakukan di Timika sampai di Mapurujaya.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan memberikan sumbangan dalam kegiatan ini.

Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua dan menjadi ladang amal di bulan suci ini.

"Ini adalah bentuk kepedulian kami pengurus jadi jangan lihat dari bentuk barangnya tapi lihat dari kepedulian kami. Ini tidak seberapa tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan silahturahmi kita kepada warga kita yang ada di tanah rantau. Inilah kebersamaan dan kasih sayang kita kepada sesama. Niat kita ini adalah ibadah,"pungkasnya. (Shanty Sang

Berkah Ramadhan, Polres Mimika Bagikan Takjil ke Masyarakat

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K, M.H saat memberikan Takjil kepada warga yang melintas di depan Kantor Polres Pelayanan.

MIMIKA, BM

Kepolisian Resor (Polres) Mimika membagikan 250 paket takjil gratis kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa di depan di depan kantor Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih Minggu sore (09/03/2025).

Pembagian takjil gratis ini diselenggarakan oleh Sat Reskrim Polres Mimika dengan dipimpin langsung oleh Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K, M.H dengan didampingi Wakapolres, Kompol Hermanto SH, SIK, MH. Serta para Pejabat Utama (PJU) Polres Mimika dan sejumlah personel Polres Mimika.

Kegiatan yang diselenggarakan ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian kepolisian terhadap masyarakat, terutama di bulan suci Ramadan

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, S.I.K, M.H, menuturkan bahwa pembagian takjil gratis ini rutin dilakukan selama bulan Ramadan.

"Jadi hari pertama ini di depan Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, dan untuk hari berikutnya itu lokasinya nanti di acak," tuturnya.

Dengan berbagi kebersamaan ini, Kapolres berharap masyarakat saling menghormati dan saling toleransi dalam menjalani ibadah terutama didalam ibadah puasa Ramadhan.

Kegiatan berbagi takjil ini mendapat apresiasi dan respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik inisiatif Polres Mimika, yang diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat setempat. (Ignasius Istanto)

Ribuan Umat Katolik Padati Katedral Tiga Raja Ikut Misa Rabu Abu



Suara pemberian abu di dahi sebagai tanda pertobatan

MIMIKA, BM

Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katedral Tiga Raja untuk mengikuti Misa Rabu Abu, Rabu (5/3/2025) sebagai awal masa Prapaskah atau 40 hari sebelum hari Paskah.

Rabu Abu merupakan momen penting bagi umat Katolik yang menandai dimulainya masa Prapaskah, masa penuh refleksi, pertobatan, dan pembaruan diri.

Pada hari ini, umat menerima tanda abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan pengingat akan kefanaan manusia.

Lebih dari sekadar ritual, prosesi ini memiliki makna mendalam yang telah diwariskan selama ribuan tahun.

Misa Rabu Abu ini dipimpin langsung oleh Pastor Amandus Rahadat, Pr.

Pastor Amandus dalam khotbahnya mengatakan, hari ini diawali dengan puasa dan pantang selama 40 hari kedepan. Hanya 2 hari puasa dan pantang yaitu Rabu Abu dan Jumat Agung. Sementara pantang hanya 6 hari di hari Jumat.

"Mengapa orang bilang ringan dan tidak terasa, itu karena mereka membandingkan puasa orang Katolik dengan puasa Muslim. Muslim puasa full, siang hari tidak makan dan minum, tunggu gelap baru makan dan minum,"kata Pastor Amandus.

Kenapa puasa orang Katolik ringan? Kata Pastor Amandus, puasa tidak makan dan tidak minum itu bukan tujuan tapi hanya sarana dan sebagai sarana yang diutamakan dan itu bukan aturan yang mengikat tetapi haluan umum sebagai pegangan.

Apa haluan umum pantang dan puasa orang Katolik? Ada 2 yakni melakukan kebaikan-kebaikan di berbagai bidang dan haluan kedua menghindari yang jahat di segala bidang.

"Gereja tidak mengatur warganya dengan aturan-aturan, tidak boleh ini, tidak boleh itu, harus begini, harus begitu, itu anak kecil. Anak kecil yang aturan harus jelas, orang Katolik bukan anak kecil, orang Katolik adalah orang beriman dewasa dan sebagai orang dewasa cukup disodorkan pedoman,"ujarnya.

Pastor Amandus juga menyerukan umat untuk memperbanyak tindakan mati raga dengan membatasi keinginan ragawi, mengurangi hal-hal yang menyenangkan seperti menghindari pesta pora, membatasi minum-minuman keras, kurangi merokok dan sebagainya.

Selain itu, pastor juga mengingatkan umat mengenai dalil umum puasa orang Katolik yaitu melakukan hal-hal baik dan menghindari hal jahat serta memperbanyak aktivitas doa.

"Berpuasa agar dilihat oleh orang itu juga tidak bisa. Alangkah baik berpuasa tanpa menunjukkan wajah muram dan lesu. Sama halnya ketika memberi amal, janganlah sampai diketahui orang,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top