Jalin Kasih dan Ukhuwah, PKK Mimika Gelar Ibadah Oikumene dan Pengajian Serentak
Pengurus PKK Mimika beragama Kristen berdoa dengan khidmat
MIMIKA. BM
Mengawali bulan Juli 2026 ini, pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika menggelar Ibadah Oikumene dan Pengajian yang dilaksanakan serentak di ruang terpisah.
Hal ini merupakan wujud nyata toleransi dan kerukunan antar umat beragama di lingkup kepengurusan TP PKK Mimika.
Ibadah Oikumene dan Pengajian dilaksanakan di PAUD Kasih Amuro pada Sabtu (4/7/2026) pagi dimana Ibadah Oikumene dipimpin oleh Pastor Peter, SJ dan Pengajian dipimpin oleh Ustaz Ahmad Sofyan.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Pokja I TP PKK Mimika ini dihadiri oleh para pengurus TP PKK Mimika dan juga Majelis Taklim.
Pada kesempatan itu, Ketua Bidang Pokja I Ny. Axamina Kotouki menyampaikan rasa bela sungkawa atas duka yang dialami oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susana Suzy Rettob dimana Kakak dari Bupati Mimika Johannes Rettob yakni Almarhumah Valentina Gabriela Rettob berpulang ke rumah Tuhan.
Ny. Axamina menyampaikan pesan Ketua PKK Mimika Ny. Suzy Rettob agar para pengurus memiliki rasa saling menghargai satu sama lain dan mengikuti kegiatan ini dengan baik.
“Anggur yang baru diisi dengan yang baru. Kita mulai kegiatan di bulan yang baru. Tinggalkan yang lalu mulai dengan saling menghargai,” tuturnya.
Ny. Axamina mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Majelis Taklim yang sudah berkenan hadir sehingga semangat harmonisasi kian terasa.
“Mari kita saling menguatkan karena kita semua melayani dan bukan dilayani. Mari kita saling menghargai satu sama lain, mendengarkan arahan dari Ustadz dan Pastor supaya kita bisa menjalin silaturahmi yang baik antara sesama dan mengingat struktur organisasi yang ada,” katanya.
Pengurus PKK beragama Muslim dan Majelis Taklim nampak serius mengikuti pengajian
Sementara itu Pastor Peter, SJ menyampaikan agar tali persaudaraan yang dijalin bukan hanya sekedar formalitas namun tulus dan baik adanya.
“PKK orientasinya tidak hanya memberi bantuan tetapi terutama memberdayakan keluarga-keluarga. Misalnya, menanam kelor itu salah satu contoh memberdayakan mereka (masyarakat-red) sebagai sumber daya pangan sendiri,” ungkapnya.
Dengan begitu dapat memuliakan keluarga dan martabat yang luhur. Hidup dalam kebutuhan spiritual namun juga menolong orang lain.
“Itulah yang dicita-citakan yaitu kesejahteraan bersama. Semoga PKK menjadi cara kita menjalin relasi antar iman tapi juga menjadi sarana untuk bersama memajukan masyarakat secara khusus keluarga-keluarga yang kita dilayani,” tandasnya.
Menurutnya, PKK dapat dilihat dari dua sudut yakni sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan juga perpanjangan tangan masyarakat untuk memajukan kehidupan bersama.
“PKK menjadi pendorong kekuatan moral dan politis untuk membuat kehidupan menjadi baik,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ustaz Ahmad Sofyan menambahkan kegiatan apapun hendaknya dibangun dengan niat yang baik.
“Semoga kita sehat selalu. Menjaga ukhuwah, tali persaudaraan walaupun beda agama. Tujuan kita satu saling bersaudara, saling mencintai, saling bersilaturahmi,” ucapnya.
“Bukan hanya disini tapi dimana saja kita saling menyapa. Kita saling menegur, mengundang ketenangan, rahmat dan ampunan,” pesannya. (Elfrida Sijabat)













