Ketua Lemasa Beri Apresiasi Proses Amdal Libatkan Semua Pihak

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa), Karel Kum.

MIMIKA, BM

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (Lemasa), Karel Kum memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mana dalam proses Amdal telah melibatkan semua pihak.

Hal ini diungkapkannya karena dirinya secara resmi mewakili lembaga adat diundang oleh KLHK yang difasilitasi oleh Menteri Lingkungan Hidup.

"Saya berikan apresiasi karena kita dilibatkan dalam proses Amdal tersebut. Dimana disitu ada PTFI, Pemerintah dan masyarakat yang terkena serta masyarakat umum juga,"kata Karel di Kantor Lemasa jalan Cendrawasih, Selasa (06/02/2024).

Menurut Karel, dalam proses Amdal sendiri itu dilakukan dalam dua tahapan, dimana tahap pertama pada tanggal 13 Januari 2020 yang kemudian dilanjutkan tanggal 19 Januari 2024.

"Saya diundang secara resmi dan saya apresiasi karena dalam proses Amdal itu dilakukan secara transparan dan terbuka dengan melibatkan masyarakat Amungme dan Kamoro," ujarnya.

Dikatakan Karel bahwa dalam sidang Amdal tersebut aspirasi dan pikiran masyarakat bisa dituangkan bahkan diakomodir.

"Ini menunjukkan adanya transparansi dan keterbukaan, karena saya ikuti prosesnya sehingga keluhan dari masyarakat kena dampak itu diakomodir," katanya.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga menegaskan agar pihak-pihak yang tidak terlibat langsung dengan mengatas namakan lembaga adat baik lembaga musyawarah maupun lembaga masyarakat berbicara terkait Amdal.

"Kami tidak setuju, itu kepentingan oknum-oknum saja. Kalau dilakukan terus terpaksa kami laporkan ke pihak yang berwajib karena sudah mengatasnamakan lembaga adat,"tegas Karel. (Ignasius Istanto)

Top