Bupati : PKK Merupakan Mitra dan Perpanjangan Tangan Pemerintah

Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat menutup Raker TP-PKK yang ditandai dengan pemukulan tipa

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

Pasalnya, semua program pemerintahan tidak hanya dilakukan oleh bupati, wakil bupati, sekda dan OPD saja namun juga dilakukan oleh mitra dan salah satu mitra pembangunan pemerintah adalah TP-PKK.

Hal ini dikatakan Bupati Eltinus Omaleng saat memberikan sambutan penutupan kegiatan Rakerda II TP PKK Mimika, Kamis (20/5) di Hotel Horison Ultima.

"Semua kegiatan seperti ini ada banyak mitra kerja yang bisa bantu menyentuh ke masyarakat. Seperti PKK ini, kalau tidak seperti ini masyarakat di kampung-kampung tidak nikmati pembangunan, tidak menikmati sekolahnya, kesehatan dan kesejahteraan ekonomi,"tutur Bupati Eltinus.

Baik organisasi maupun kader, TP-PKK menurut Omaleng adalah perpanjangan tangan bupati dan wakil bupati. Mereka berkontribusi terhadap banyak hal. Ia meminta program PKK harus menyentuh masyarakat dan diusulkan agar distetujui pemerintah daerah.

Bupati juga meminta secara khsusu agar usulan program PKK harus juga disesuaikan dengan kebutuhan di distrik-distrik. Dan terpenting menurutnya, PKK harus memperhatikan pendidikan anak-anak karena mereka adalah generasi pemimpin masa depan Mimika.

"Dulu itu anak-anak hanya dibiarkan saja, sekarang itu anak-anak harus diurus dan diperhatikan. Anak-anak harus di kasih makan agar ke sekolah sudah kenyang agar dapat menerima pelajaran dengan baik," tuturnya.

Katanya, fokus Pemda Mimika saat ini adalah persiapan PON 2021. Ia meminta seluruh anggota dan kader PKK agar ikut mensosialisasikan PON kepada warga terutama kepada ibu-ibu di Mimika.

"Dari pusat sampaikan bahwa masyarakat di sekitar tempat pelaksanaan PON harus di vaksin. Saya sampaikan kepada mereka kalau orang Papua katakan bahwa yang virus corona itu orang pendatang bukan Papua. Tapi kenyataan bahwa covid itu ada dan dengan kepentingan PON mau dan tidak harus vaksin,"tegas Bupati.

Tambahnya, mama-mama Papua juga nantinya akan menjual ciri khasnya seperti noken, makanan lokal dan lainnya sehingga mereka juga harus melakukan vaksin.

"Kami lagi atur untuk sosialisasi kepada ibu-ibu yang akan berjualan di tempat venue pelaksanaan PON 2021. Distrik, lurah harus sosialisasi kepada masyarakat agar dapat melaksanakan vaksin dan terapkan protokol kesehatan 3M. Karena kalau tidak orang-orang dari luar akan lari,"ungkapnya.

Sementara itu Ketua Panitia Ny Leenjte Siwabeshy Paiman dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda II TP PKK berlangsung sesuai dengan jadwal tanggal 18-20 Mei 2021. Semua dapat diselenggarakan dengan aman dan lancar.

Peserta sebanyak 224 orang terdiri dari perwakilan TP PKK 18 distrik sebanyak 144 orang dan perwakilan pengurus TP PKK kabupaten 80 orang.

Ia mengatakan, Rakerda dibagi dalam 3 sesi yaitu materi yang diberikan dari internal pengurus TP PKK kabupaten oleh ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan para ketua Pokja.

Kedua, dari Kepala Bappeda Kabupaten Mimika tentang alur penganggaran TP PKK mulai dari kampung, distrik dan kabupaten melalui musrembang.

Ketiga, Dinas Kesehatan tentang stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan tentang KDRT dan pernikahan usia dini serta Kepala Dinas Pendidikan untuk Paud dan anak putus sekolah.

"Antusias dari semua anggota PKK baik itu distrik dan kabupaten mengajukan pendapat usul dan saran sangat luar biasa. Hasil yang dihasilkan dari Rakerda ini adalah perumusan oleh tim perumus menghasilkan sinergitas dan kemitraan atau TP PKK baik distrik maupun kabupaten,"tutupnya.(Shanty)

Top