Lawan Pemecah Rekor Dunia, Atlet Ini Ungkap Dirinya Grogi

Atlet panjat tebing putra kalimantan Barat, Vedriq Leonardo berhasil meraih podium pertama setelah mengalahkan atlet Jawa Barat Raharjati Nursyamsa di kelas speed world record perorangan putra di venue panjat tebing Mimika, Jumat (1/10/2021). Foto: Humas PPM /David La'lang

MIMIKA, BM

Raharjati Nursyamsa, climber  asal Jawa Barat (Jabar) mengaku dirinya grogi saat melawan Veddriq Leonardo, climber asal Kalimantan Barat.

Hal ini ia ungkapkan setelah meraih perak pada Panjat Tebing nomor Speed World Record (WR) Perorangan Putra di Venue Panjat Tebing PON XX Papua di SP2 Poros SP5, Mimika, Jumat (1/10/2021).

Pasalnya lawan yang ia hadapi merupakan atlet panjat tebing yang baru saja memecahkan rekor dunia pada kompetisi internasional, IFSC Boulder World Cup 2021 di Amerika pada Mei lalu.

"Bagaimana tidak grogi,  lawan saya pemecah rekor dunia. Saya sempat kontrol tapi pada akhirnya gagal,  mungkin  ini bukan rezeki saya," ungkap Raharjati sedikit kecewa walau meraih perak pada nomor ini.

Pria kelahiran Jawa Barat, 8 Januari 2021 menambahkan, kesalahan dari pertandingan ini menjadi bahan evaluasi baginya untuk ke depan bisa  tampil lebih baik.

Sementara itu, Veddriq Leonardo mengaku bangga karena bisa meraih medali emas pada PON XX Papua di nomor speed World Record Perorangan Putra.

"Alhamdulillah kontingen Kalbar bisa dapat medali emas, tentu ini jadi kebanggaan atas perjuangan dan latihan rutin sehingga membuahkan hasil maksimal," kaya Veddriq yang juga diwawancarai usai pertandingan.

Ia tidak menampik, di awal pertandingan babak final, dirinya sempat terpeleset, namum tidak sampai jatuh dan terus berusaha hingga akhirnya keluar sebagai juara.

"Itulah resiko nomor speed, kalau udah ngebut- ngebut, tapi kalau udah terpleset, ya, udah lepas, tapi syukur saya bertahan dan keluar sebagai juara di nomor Speed World Record Perorangan Putra PON XX Papua, terima kasih," tutup Veddriq.
(HumasPPM/Jefri Manehat.Maurits)

 

Top