Pesawat CN-235 dan Caracal Akan Digunakan Saat Laga Terjun Payung

Technical Deligate Terjun Payung Effendi Soen
MIMIKA, BM
Terjun payung merupakan salah satu olahraga Aero Sport yang memiliki resiko tinggi sehingga segala persiapan yang berhubungan dengan olahraga ini harus dilakukan secara baik dan matang.
Terkait semua kesiapan, Technical Deligate Terjun Payung, Effendi Soen, kepada awak media Jumat (17/9) di Hotel Horison Diana mengatakan venue terjun payung di Kantor Bupati Mimika SP3 sudah hampir rampung.
Sebanyak 90 kontingen dari 12 provinsi akan ikut pra kualifikasi PON, sementara untuk Papua mendapatkan kuota sebanyak 15.
“Selama 12 hari itu, 90 kontingen terbagi dalam enam nomor yakni ketepatan mendarat beregu putra, ketepatan mendarat beregu putri, perorangan putra, perorangan putri, kerjasama di udara dan kerjasama antar parasut,” katanya.
Untuk tes even sendiri akan dilaksanakan Minggu (19/9) dimana akan digelar gladi namun tidak ada penerjunan langsung karena keterbatasan.
Menurutnya ada empat unsur yang menjadi kunci sukses berlangsungnya pertandingan yakni unsur alat, pengaturan, ketersediaan slot penerbangan dan cuaca.
“Saya merasa ini sudah cukup aman cuman dirapikan supaya lebih aman lagi. Venue sudah 90 persen lebih tinggal perapihan saja. Kita didukung TNI AU mulai dari pesawat CN-235, carakal dan helikopter lain yang merupakan gabungan antara fix wing dan rotery,” jelasnya.
“Saya sudah menyiapkan tentang alatnya untuk mencapai optimal kita harus punya fix wing dan rotery. Kita sudah minta helikopter supaya penerjun tidak bulak-balik,” imbuhnya.
Soen mengatakan pihaknya juga telah melaukan penandatanganan Letter of Coordination Agreement dengan Air Nav sehingga Air Nav yang akan membantu ketersediaan slot.
“Mereka akan menyiapkan itu. Karena tiap kegiatan di udara, mau terbang kemana harus ijin Air Nav. Penerbang kita juga dikasih tahu kalau mau keluar dari area apa prosedurnya. Sebaliknya, penerbang dari luar juga harus waspada. Untuk terbang layang dikasih sebelah timur, aero modeling bagian tenggara jadi sudah ada pengaturannya,” paparnya.
Dikatakan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BMKG Mimika guna memonitor kondisi cuaca karena cuaca adalah faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan olahraga ini.
“Mereka mengirim laporan, kita kumpul nanti dilihat tiap hari. Cuaca kita monitor terus, dan dipasang kamera di venue jadi penerjun tahu perkembangan cuaca. 30 September nanti mulai berdatangan, atlet kita gabungan militer dan sipil yang mewakili provinsi masing-masing,” tandasnya. (Elfrida)



